Jenderal Perang AS Anggap Serangan Iran di Selat Hormuz Masih Wajar, Tapi Jangan Uji Kesabaran

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine saat jumpa pers di Gedung Putih
Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine saat jumpa pers di Gedung Putih

 Kepala Staf Gabungan AS, Jendral Dan Caine, mengatakan tindakan militer Iran sejak berlakunya gencatan senjata 7 April 2026, termasuk sembilan kali menembaki kapal komersial dan menyita dua kapal kontainer, masih dalam ambang batas yang belum perlu direspons aksi militer besar-besaran AS.

Ia mengatakan Iran telah menyerang pasukan AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai. Namun, serangan tersebut berada "di bawah ambang batas untuk memulai kembali operasi tempur besar pada saat ini," kata Caine kepada wartawan dilansir CNA, Selasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Caine menegaskan bahwa pasukan AS sudah siap untuk menggempur Iran dan hanya tinggal menunggu perintah. "Tidak ada musuh yang boleh salah mengartikan sikap menahan diri kita saat ini sebagai kurangnya tekad," tegasnya

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan operasi untuk melindungi kapal komersial bersifat sementara dan gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu belum berakhir.

"Kami tidak mencari pertempuran," katanya dalam konferensi pers. "Saat ini gencatan senjata tentu saja berlaku, tetapi kami akan mengawasi dengan sangat, sangat cermat."

Iran menembakkan rudal ke kapal-kapal AS pada hari Senin dan menyerang Uni Emirat Arab, sekutu regional utama Washington, dengan rudal dan drone. Tak lama setelah Hegseth berbicara pada hari Selasa, kementerian pertahanan UEA mengatakan pertahanan udaranya kembali menghadapi serangan rudal dan drone yang datang dari Iran.

Selat sempit itu praktis tertutup sejak Amerika Serikat dan Israel memulai serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu gangguan yang telah mendorong kenaikan harga komoditas di seluruh dunia.

Hegseth mengatakan AS telah berhasil mengamankan jalur melalui jalur air penting tersebut dan ratusan kapal dagang sedang bersiap untuk melewatinya.

Beberapa kapal dagang di Teluk melaporkan ledakan atau kebakaran pada hari Senin, dan sebuah pelabuhan minyak di UEA, yang menjadi lokasi pangkalan militer AS yang besar, terbakar akibat rudal Iran. UEA memberlakukan kembali pembatasan penerbangan di wilayah udaranya pada hari Selasa.

Iran secara efektif menutup selat tersebut dengan mengancam akan mengerahkan ranjau, drone, rudal, dan kapal serang cepat. Amerika Serikat telah membalas dengan memblokade pelabuhan Iran dan meningkatkan transit yang dikawal untuk kapal-kapal dagang.

Militer AS mengatakan dua kapal dagang AS berhasil melewati selat tersebut, tanpa menyebutkan kapan, dengan dukungan kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut.

Iran membantah adanya penyeberangan yang terjadi, meskipun perusahaan pelayaran Maersk mengatakan bahwa Alliance Fairfax, kapal berbendera AS, keluar dari Teluk di bawah pengawalan militer AS pada hari Senin.

Komandan pasukan AS di wilayah tersebut mengatakan armadanya telah menghancurkan enam kapal kecil Iran, yang juga dibantah oleh Iran. Media Iran mengutip seorang komandan militer yang mengatakan pasukan AS menargetkan kapal sipil dan kargo, menewaskan lima warga sipil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran juga mengatakan telah melepaskan tembakan peringatan ke kapal perang AS yang mendekati selat, memaksa kapal tersebut untuk berbalik.

Reuters tidak dapat memverifikasi secara independen peristiwa di selat tersebut karena kedua pihak mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan.