Ribuan Penerbangan dan Pengiriman Terganggu, Kapan Shutdown AS Berakhir? 

Ilustrasi FedEx Supply Chain
Ilustrasi FedEx Supply Chain

 Industri penerbangan Amerika Serikat tengah menghadapi kekacauan baru. Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan perintah skala besar untuk mengurangi penerbangan secara nasional akibat shutdown AS terpanjang. 

Keputusan ini mulai berlaku Jumat pagi, 7 November 2025, dan memengaruhi 40 bandara di lebih dari dua lusin negara bagian, termasuk pusat transportasi besar seperti Atlanta, Dallas, Denver, Los Angeles, dan Charlotte, North Carolina.

Di beberapa wilayah metropolitan, seperti New York, Houston, Chicago, dan Washington, beberapa bandara akan terdampak secara bersamaan, sementara efek riaknya juga bisa menjangkau bandara lebih kecil. 

Maskapai pun segera menyesuaikan jadwal penerbangan dan mulai membatalkan penerbangan, sementara penumpang menunggu dengan cemas apakah penerbangan mereka tetap berjalan sesuai jadwal.

Delta Airlines

Menurut FlightAware, lebih dari 780 penerbangan telah dibatalkan di seluruh negeri, dengan Delta Air Lines menghapus sekitar 170 penerbangan pada Jumat, dan American Airlines berencana memotong 220 penerbangan per hari hingga Senin. 

FAA menjelaskan bahwa pengurangan ini akan dimulai dari 4 persen dan meningkat hingga 10 persen pada 14 November, berlaku dari pukul 06.00 hingga 22.00 waktu setempat.

Langkah ini dianggap penting untuk mengurangi tekanan pada pengatur lalu lintas udara yang telah bekerja tanpa gaji lebih dari sebulan. Banyak dari mereka harus bekerja enam hari seminggu dengan lembur wajib, sementara semakin banyak yang mulai absen karena beban finansial dan kelelahan yang meningkat.

“Anda tidak bisa mengharapkan orang untuk masuk kerja jika mereka tidak menerima gaji. Maksud saya, ini bukan soal mereka tidak mau bekerja, tapi mereka tidak mampu membayar bensin, penitipan anak, dan kebutuhan lainnya,” kata pelancong bisnis dari Michigan, Kelly Matthews, sebagaimana dikutip dari NPR, Jumat, 7 November 2025.

Perintah ini datang saat pemerintahan Trump meningkatkan tekanan pada Partai Demokrat di Kongres untuk mengakhiri shutdown. Maskapai pun berusaha meminimalkan dampak bagi pelanggan, beberapa fokus memotong rute dari dan ke kota kecil dan menengah.

Menurut Departemen Perhubungan AS, maskapai wajib mengembalikan dana penumpang yang penerbangannya dibatalkan, tapi tidak wajib menanggung biaya tambahan seperti makanan dan hotel, kecuali keterlambatan atau pembatalan disebabkan faktor yang berada dalam kendali maskapai.

“Pengurangan ini akan memiliki dampak nyata di seluruh sistem transportasi udara AS,” ungkap analis industri, Henry Harteveldt.

Tak hanya penumpang, pengiriman paket juga berpotensi terganggu. Dua bandara dalam daftar adalah pusat distribusi utama perusahaan pengiriman seperti FedEx di Memphis, Tennessee, dan UPS di Louisville, Kentucky.