Kisah Pilu Farhan, Pamit Nyekar Affan, Hilang 2 Bulan, Pulang Tinggal Kerangka, Keluarga: Ini Menyakitkan

Muhammad Farhan, orang hilang, kebakaran kwitang, demo 29 agustus 2025, kerangka di kwitang, Kisah Pilu Farhan, Pamit Nyekar Affan, Hilang 2 Bulan, Pulang Tinggal Kerangka, Keluarga: Ini Menyakitkan, Dua Bulan Mencari, Kabar Datang dari Rumah Sakit Polri, RS Polri Pastikan Identitas Farhan, Keluarga: Dua Bulan Kami Terombang-Ambing, Ini Menyakitkan, Penemuan Kerangka di Gedung ACC Kwitang

Duka mendalam menyelimuti keluarga Muhammad Farhan Hamid (23).

Pemuda yang sempat dilaporkan hilang sejak akhir Agustus 2025 itu, kini pulang dalam kondisi tak lagi utuh, hanya berupa kerangka manusia yang ditemukan di puing-puing sisa kebakaran gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat.

Farhan sebelumnya pamit kepada keluarga untuk salat Jumat di Masjid Istiqlal, lalu melanjutkan ziarah ke makam Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi 28 Agustus 2025.

Namun, sejak kepergiannya pada 29 Agustus 2025 lalu, kabar tentang Farhan tak pernah lagi terdengar.

Dua Bulan Mencari, Kabar Datang dari Rumah Sakit Polri

Kakak kandung Farhan, Muhammad Irfan Zidny (31), menceritakan bahwa keluarga telah berusaha mencari keberadaan adiknya selama dua bulan.

“Kita tunggu 1 x 24 jam pun nggak ada kabar. Dan kita langsung berusaha menghubungi KontraS untuk meminta bantuan,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di Koja, Jakarta Utara, Jumat (7/11/2025).

Keluarga bersama tim KontraS mendatangi berbagai lokasi—kantor polisi, rumah sakit, hingga tempat penampungan demonstran.

Harapan sempat hidup, sampai akhirnya polisi memberi kabar bahwa dua kerangka manusia ditemukan di gedung ACC Kwitang.

“Pada tanggal 1 atau 2 November 2025, keluarga dapat informasi dari kepolisian bahwa ditemukan kerangka mayat di samping Brimob di daerah Kwitang. Langsung keluarga diminta datang untuk tes DNA di RS Polri,” tutur Irfan.

Muhammad Farhan, orang hilang, kebakaran kwitang, demo 29 agustus 2025, kerangka di kwitang, Kisah Pilu Farhan, Pamit Nyekar Affan, Hilang 2 Bulan, Pulang Tinggal Kerangka, Keluarga: Ini Menyakitkan, Dua Bulan Mencari, Kabar Datang dari Rumah Sakit Polri, RS Polri Pastikan Identitas Farhan, Keluarga: Dua Bulan Kami Terombang-Ambing, Ini Menyakitkan, Penemuan Kerangka di Gedung ACC Kwitang

Tangisan Keluarga Pecah Saat Jenazah Farhan Tiba

RS Polri Pastikan Identitas Farhan

Hasil tes DNA dan pemeriksaan gigi dari RS Polri Kramat Jati kemudian memastikan bahwa salah satu kerangka tersebut adalah Muhammad Farhan, sedangkan satu lainnya adalah Reno Syahputra Dewo (24).

Brigjen Sumy Hastry Purwanti, Kepala Biro Labdokkes Pusdokkes Polri, menjelaskan bahwa tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tulang korban.

“Kerangka pertama itu memang ada beberapa tulang, tengkorak, tulang panjang, dan tulang panggul. Di situ tidak ada kekerasan tumpul,” ujar Hastry.

Pemeriksaan menunjukkan korban meninggal akibat luka bakar berat.

Beberapa bagian tubuh bahkan sudah tidak utuh, menyulitkan analisis penyebab kematian secara detail.

Keluarga: Dua Bulan Kami Terombang-Ambing, Ini Menyakitkan

Setelah hasil identifikasi diumumkan, keluarga Farhan mengaku masih sulit menerima kenyataan.

Adin, sepupu Farhan, menyampaikan betapa berat perjalanan pencarian ini bagi keluarga.

“Biarkan kami melewati duka ini, karena perjalanan cukup panjang. Dua bulan kami terombang-ambing, dan hasilnya ternyata adalah sebuah kerangka. Cukup menyakitkan,” ucapnya dengan suara bergetar.

Ia berterima kasih kepada keluarga besar, teman-teman, serta masyarakat yang tak berhenti mendoakan dan membantu pencarian.

“Semoga doa-doa yang kami langitkan ini akan terjawab. Yang selama ini gelap akan menjadi terang,” tambahnya.

Jenazah Farhan dimakamkan di kampung halamannya di Serang, Banten, pada Sabtu (8/11/2025).

Penemuan Kerangka di Gedung ACC Kwitang

Gedung Astra Credit Companies (ACC) di Kwitang, Jakarta Pusat, menjadi lokasi penemuan dua kerangka manusia pada Kamis (30/10/2025).

Kerangka itu ditemukan oleh pekerja yang hendak merenovasi gedung yang sebelumnya terbakar saat aksi unjuk rasa 29 Agustus 2025.

“Pas ditemuinnya saya enggak ada di lokasi. Cuma dikasih tahu aja,” kata seorang pedagang di sekitar lokasi.

Sejak kebakaran, gedung tersebut dibiarkan terbengkalai tanpa listrik dan penjagaan.

RS Polri kemudian melakukan identifikasi terhadap kedua kerangka dan memastikan bahwa keduanya adalah Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid, dua pemuda yang dilaporkan hilang setelah kerusuhan di kawasan itu.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "RS Polri Tak Temukan Penganiayaan Pada Kerangka di Kwitang, Reno dan Farhan Tewas Luka Bakar Berat".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.