Keluarga Farhan: 2 Bulan Kami Terombang-ambing, Hasilnya Kerangka, Ini Menyakitkan

Muhammad Farhan, demo 29 agustus 2025, demonstran hilang, Muhammad Farhan Hamid hilang, kerangka di kwitang, Keluarga Farhan: 2 Bulan Kami Terombang-ambing, Hasilnya Kerangka, Ini Menyakitkan, Kerangka Farhan Ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Farhan Pamit Jumatan dan Nyekar, tapi Tak Pernah Kembali, Keluarga: Dua Bulan Kami Terombang-ambing, Ini Menyakitkan, Gedung ACC Kwitang: Saksi Senyap di Tengah Tragedi, Hasil Forensik RS Polri dan Langkah Lanjutan

Dua bulan lamanya keluarga Muhammad Farhan Hamid (23) menunggu kabar tentang putra bungsu mereka yang hilang sejak akhir Agustus 2025.

Namun, penantian panjang itu berakhir pilu. Harapan untuk memeluk Farhan kembali kini tergantikan dengan kenyataan pahit, sang anak pulang dalam wujud kerangka.

Kerangka Farhan Ditemukan di Gedung ACC Kwitang

Farhan dan rekannya, Reno Syahputra Dewo (24), dipastikan menjadi dua korban yang ditemukan tak bernyawa di gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, akhir Oktober 2025.

Hasil tes DNA dan identifikasi gigi yang dilakukan tim forensik RS Polri Kramat Jati memastikan identitas keduanya.

Kepala Biro Laboratorium dan Dokumen Kesehatan (Karo Labdokkes) Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menjelaskan bahwa penyebab kematian keduanya diduga akibat luka bakar berat, tanpa tanda kekerasan lain.

“Kerangka pertama itu memang ada beberapa tulang, tengkorak, tulang panjang dan panggul. Tidak ditemukan kekerasan tumpul,” ujar Hastry, Jumat (7/11/2025).

Ia menambahkan, sebagian organ dalam korban sudah hangus terbakar, sehingga tidak memungkinkan penulisan sebab kematian secara rinci dalam visum.

Farhan Pamit Jumatan dan Nyekar, tapi Tak Pernah Kembali

Menurut keterangan sang kakak, Muhammad Irfan Zidny (31), Farhan pamit pada Jumat, 29 Agustus 2025, untuk menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal.

Seusai itu, ia berencana menziarahi makam Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang tewas dalam aksi demonstrasi sehari sebelumnya.

Namun sejak hari itu, Farhan tak lagi pulang ke rumah.

Keluarga menunggu kabar selama 24 jam tanpa hasil hingga akhirnya melapor ke Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) untuk membantu pencarian.

“Kita tunggu 1 x 24 jam pun nggak ada kabar. Dan kita langsung berusaha menghubungi KontraS untuk meminta bantuan,” tutur Irfan.

Pencarian dilakukan ke berbagai lokasi, rumah sakit, kantor polisi, hingga tempat penampungan demonstran.

Namun semuanya nihil, sampai akhirnya polisi memberi kabar bahwa dua kerangka manusia ditemukan di gedung ACC Kwitang.

Muhammad Farhan, demo 29 agustus 2025, demonstran hilang, Muhammad Farhan Hamid hilang, kerangka di kwitang, Keluarga Farhan: 2 Bulan Kami Terombang-ambing, Hasilnya Kerangka, Ini Menyakitkan, Kerangka Farhan Ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Farhan Pamit Jumatan dan Nyekar, tapi Tak Pernah Kembali, Keluarga: Dua Bulan Kami Terombang-ambing, Ini Menyakitkan, Gedung ACC Kwitang: Saksi Senyap di Tengah Tragedi, Hasil Forensik RS Polri dan Langkah Lanjutan

Tangisan Keluarga Pecah Saat Jenazah Farhan Tiba

Keluarga: Dua Bulan Kami Terombang-ambing, Ini Menyakitkan

Setelah hasil DNA keluar dan dinyatakan cocok dengan keluarga, duka mendalam tak terbendung.

Adin, sepupu Farhan, menggambarkan betapa berat proses yang mereka lalui selama dua bulan tanpa kepastian.

“Biarkan kami melewati duka ini, karena perjalanan cukup panjang. Dua bulan kami terombang-ambing, dan hasilnya ternyata adalah sebuah kerangka. Cukup menyakitkan,” ujarnya saat diwawancara seusai pengumuman hasil tes DNA oleh Mabes Polri, dalam tayangan YouTube KOMPAS.com, Jumat (7/11/2025). 

Ia mengaku keluarga berusaha tetap tegar meski kenyataan yang diterima begitu pahit.

“Terima kasih kepada seluruh keluarga dan rekan-rekan yang terus membantu dan mendoakan. Semoga doa-doa yang kami langitkan ini akan terjawab. Yang selama ini gelap akan menjadi terang,” tambahnya.

Gedung ACC Kwitang: Saksi Senyap di Tengah Tragedi

Penemuan dua kerangka manusia itu berawal dari laporan pekerja bangunan yang hendak merenovasi gedung ACC Kwitang, Kamis (30/10/2025).

Gedung tersebut sebelumnya terbakar saat aksi unjuk rasa 29 Agustus 2025, berdekatan dengan lokasi bentrokan antara demonstran dan aparat.

Pantauan warga sekitar menunjukkan bangunan itu telah lama terbengkalai. Tidak ada aliran listrik, penjaga, maupun aktivitas sejak peristiwa kebakaran.

“Sejak rusuh akhir Agustus, gedungnya memang sudah enggak pernah dipakai,” ujar seorang pedagang di kawasan tersebut.

Hasil Forensik RS Polri dan Langkah Lanjutan

Dari hasil pemeriksaan laboratorium forensik, RS Polri memastikan identitas korban melalui pencocokan DNA dan struktur gigi post-mortem.

“Hasil pemeriksaan DNA dan gigi post mortem 0080 cocok dengan ante mortem 002, sehingga teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo. Sedangkan post mortem 0081 cocok dengan ante mortem 001, teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan,” jelas Brigjen Sumy Hastry.

Meski penyebab pasti kematian belum dapat ditentukan, hasil sementara menunjukkan korban mengalami luka bakar berat akibat kebakaran di lokasi.

Jenazah Farhan dimakamkan di kampung halamannya di Serang, Banten, pada Sabtu (8/11/2025).

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul "RS Polri Tak Temukan Penganiayaan Pada Kerangka di Kwitang, Reno dan Farhan Tewas Luka Bakar Berat".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.