Kronologi Lengkap Hilangnya Alvaro hingga Ditemukan Tinggal Kerangka di Bogor

Bogor, Alvaro, Bintaro, Alvaro hilang, Alvaro hilang di pesanggrahan, alvaro anak hilang, alvaro dibunuh ayah tiri, alvaro tewas, Kronologi Lengkap Hilangnya Alvaro hingga Ditemukan Tinggal Kerangka di Bogor, 1. Awal Kejadian, Alvaro Hilang dari Area Masjid, 2. CCTV Terhapus, dan Belasan Saksi Diperiksa, 3. Bekap Alvaro karena Menangis, 4. Jenazah Disimpan di Garasi Selama Tiga Hari, 5. Jenazah Dibungkus dan Dibuang ke Jembatan Cilalay, Tenjo, 7. Motif Pelaku, Dendam kepada Istri

Polda Metro Jaya mengungkap kronologi lengkap kematian Alvaro Kiano Nugroho (6) atau AKN, bocah yang hilang dari Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada 6 Maret 2025.

Anak tersebut diduga tewas dibekap ayah tirinya, Alex Iskandar (AI), yang kemudian menyimpan jenazahnya selama tiga hari sebelum membuangnya ke wilayah Tenjo, Kabupaten Bogor.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena dugaan pembunuhan anak, penculikan, dan penyembunyian jenazah yang dilakukan secara terencana.

Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan menyampaikan kronologi lengkap berdasarkan pengakuan tersangka, pemeriksaan saksi, serta temuan kerangka manusia yang diduga kuat merupakan Alvaro.

1. Awal Kejadian, Alvaro Hilang dari Area Masjid

Pada Kamis, 6 Maret 2025, Alvaro terakhir terlihat di Masjid Jami Al Muflihun, Bintaro, Pesanggrahan. Hari itu, ia menemani neneknya berobat di RSUD Pesanggrahan. Sepulangnya, ia meminta dibelikan susu kepada kakeknya, Tugimin (71).

“Terus saya bilang, ‘Dek, kan puasa.’ ‘Puasa mah anak kecil setengah hari boleh, Pak,’” kata Tugimin (22/4/2025).

Menjelang azan Ashar, Alvaro bergegas ke masjid tanpa berpamitan. Saat menjelang Maghrib, seorang pria yang mengaku ayahnya datang ke masjid mencari Alvaro.

Marbot masjid sempat mengarahkan pria tersebut ke lantai atas, tempat Alvaro biasa mengaji. Setelah itu marbot tak lagi memperhatikan gerak-gerik pria tersebut karena fokus menyiapkan takjil.

Ketika malam tiba, Alvaro tidak kembali ke rumah. Tugimin baru menyadari cucunya hilang sekitar pukul 21.30 WIB.

“Kok cucu saya belum pulang? Ke mana?” ujarnya.

Ia segera melapor ke Polsek Pesanggrahan, kemudian diarahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/1186/B/III/2025/PMJ/Res Jaksel.

2. CCTV Terhapus, dan Belasan Saksi Diperiksa

Polisi melakukan pencarian besar-besaran, termasuk membagikan poster orang hilang. Informasi masyarakat dari wilayah Cilegon, Batam, hingga Kepulauan Riau ditindaklanjuti dengan menurunkan tim.

Namun penyelidikan terkendala karena rekaman CCTV tidak tersimpan.

“Bukan belum ada CCTV, tapi per hari terhapus dan tidak tersimpan,” ujar Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala (14/11/2025).

anak di lingkungan rumah menjadi petunjuk penting. Polisi menunjukkan foto beberapa orang kepada mereka.

“Ini siapa? Tahunya kan Omnya Alvaro. Terus yang ini? ‘Ini kemarin yang di masjid, bukan?’ terus dijawab, ‘Iya dia,’” kata nenek Alvaro, Sayem (24/11/2025).

Polisi kemudian menggelar pra-rekonstruksi. Marbot yang sempat menerima pria misterius itu mengaku tidak ingat wajahnya, tetapi mengenali suaranya saat didengarkan ulang.

“Iya, ini suaranya jelas nih,” kata marbot, yang kemudian melihat bahwa suara itu milik Alex Iskandar.

3. Bekap Alvaro karena Menangis

Dalam konferensi pers di Polres Jakarta Selatan (24/11/2025), Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan bahwa pelaku mengakui seluruh perbuatannya.

Peristiwa penculikan dan pembunuhan terjadi Kamis, 6 Maret 2025, di rumah pelaku di Tangerang. Saat itu, Alvaro menangis tidak berhenti.

“Pada saat korban dibawa, dalam kondisi menangis yang tidak berhenti, sehingga dibekap hingga meninggal dunia,” ujar Budi.

Alvaro disebut sempat diikat dan disumpal dengan handuk sebelum tewas.

4. Jenazah Disimpan di Garasi Selama Tiga Hari

Alih-alih melaporkan kejadian atau membawa jenazah ke pihak keluarga, pelaku justru menyimpan jenazah Alvaro di dalam plastik hitam dan menaruhnya di garasi selama tiga hari.

“Jenazah ini sempat ditaruh di garasi depan rumah oleh tersangka. Baru tiga hari kemudian dibuang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio.

Sebuah mobil silver diparkir untuk menutupi plastik berisi jenazah.

“Jadi ketutupan ada posisi mobil silver di belakang garasi selama tiga hari,” ujar Ardian.

5. Jenazah Dibungkus dan Dibuang ke Jembatan Cilalay, Tenjo

Pada Minggu malam, 9 Maret 2025, tepat tiga hari sejak Alvaro hilang, Alex membawa jenazah menggunakan mobil menuju Tenjo, Kabupaten Bogor.

AI disebut telah beberapa kali bolak-balik ke Tenjo untuk mencari lokasi sepi.

“Tersangka ini sudah bolak-balik ke Tenjo. Dia tahu lokasi mana yang sepi untuk membuang,” kata Ardian.

Akhirnya, jenazah dibuang di bawah Jembatan Cilalay, wilayah Tenjo, Bogor.

Polisi kemudian menemukan kerangka manusia setelah dibantu Unit K-9 Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

“Kami sampaikan kerangka yang ditemukan patut diduga kuat Alvaro yang hilang,” ujar Budi Hermanto.

Hasil identifikasi pasti menunggu tes DNA RS Polri.

Polisi menetapkan tersangka setelah memeriksa saksi-saksi, termasuk seorang saksi kunci berinisial G.

“Saksi G itu diajak oleh tersangka untuk mengambil plastik itu. Dia diberi tahu isinya bangkai hewan,” kata Ardian.

Setelah rekonstruksi, saksi G menunjukkan lokasi pembuangan plastik tersebut.

7. Motif Pelaku, Dendam kepada Istri

Motif pembunuhan anak ini disebut bukan spontan, melainkan karena dendam mendalam pelaku kepada istrinya yang bekerja di luar negeri dan dicurigai memiliki hubungan lain.

“Motifnya sudah ada dorongan dan terakumulasi. Diduga istrinya memiliki pria idaman lain,” ujar Budi Hermanto.

Dalam ponsel tersangka, polisi menemukan pesan bernada ancaman.

“Terlapor terang-terangan menuliskan kalimat, ‘Gimana caranya gue balas dendam’,” kata Budi.

Pelaku akhirnya melampiaskan emosi itu kepada anak tirinya.

Pada 20 November 2025, polisi menetapkan Alex Iskandar sebagai tersangka penculikan dan pembunuhan anak berdasarkan barang bukti, prarekontruksi, serta pengakuan pelaku.

“Korban dijemput, hingga dibekap sampai dibuang,” kata Budi.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas. com dengan Judulr dan Antaranews dengan Judul Kronologi kematian Alvaro hingga ditemukan di Bogor

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.