Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Polisi Buru Informan Rekening Dormant ke Tersangka

bank BUMN, Kacab bank BUMN diculik, Kacab bank BUMN dibunuh, penculikan kacab bank bumn, Kasus Pembunuhan Kacab Bank: Polisi Buru Informan Rekening Dormant ke Tersangka

 Polda Metro Jaya masih mengusut kasus penculikan terhadap Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN berinisial MIP yang berujung dengan kematian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wira Satya Triputra mengatakan pihaknya tengah memburu S, sosok pemberi informasi terkait rekening dormant kepada tersangka kasus tersebut.

"Masih kita dalami, (sosok S) masih kita cari," kata Wira, Selasa (23/9/2025).

Belum masuk DPO

Meski tengah diburu, ia menekankan pihaknya belum menetapkan S sebagai tersangka maupun memasukkan yang bersangkutan ke dalam daftar pencarian orangg atau DPO.

Di sisi lain, Wira juga mengungkapkan ihwal isi rekening dormant yang menjadi incaran para tersangka hingga melakukan penculikan terhadap korban.

Menurut dia, rekening dormant tersebut berisi Rp 70 miliar.

“Ada Rp 60 miliar apa Rp 70 miliar,” ucapnya, dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, uang dari rekening dormant tersebut tidak hanya berada di satu rekening, melainkan di beberapa rekening dormant.

Sosok S

Sebelumnya, kepolisian mengatakan tengah mendalami sosok berinisial S, yang memberi informasi terkait rekening dormant kepada tersangka C alias Ken.

"Terkait dengan rekening dormant ini hasil pemeriksaan saudara C alias K, itu mendapatkan informasi dari temannya inisial S," tutur Wira, Selasa (16/9/2025).

Meski demikian, polisi tengah mendalami lebih lanjut mengingat identitasnya belum jelas.

Ia juga masih enggan membeberkan rincian sosok S lantaran masih dalam pencarian.

"Mohon maaf, nanti kalau kita sampaikan nanti kabur," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam kasus ini polisi telah menahan 15 tersangka, termasuk C alias Ken. Selain itu, satu tersangka lainnya juga masih diburu polisi.

Perkara ini juga melibatkan dua anggota TNI AD yang kini telah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan Pomdam Jaya.

Adapun motif dalam kasus ini terkait rekening dormant. Di mana para pelaku berencana atau berkeinginan untuk memindahkan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan.

Rekening dormant merupakan rekening yang tidak aktif digunakan untuk transaksi, setidaknya selama tiga bulan.

Motif penculikan dan pembunuhan

Polisi sebelumnya telah menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Mohamad Ilham Pradipta (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN di Cempaka Putih, Jakarta.

Penangkapan ini mengungkap keterlibatan dua kelompok pelaku, yakni empat eksekutor dan empat aktor intelektual.

Delapan tersangka tersebut adalah AT, RS alias Eras, RAH, RW, C, DH, YJ, dan AA. AT, RS alias Eras, RAH, dan RW ditangkap lebih dulu pada Kamis (21/8/2025) di Jakarta Pusat dan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Mereka berperan sebagai eksekutor penculikan.

C, DH, YJ, dan AA ditangkap dalam operasi lanjutan, masing-masing di Solo, Jawa Tengah, dan kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada 23–24 Agustus 2025. Keempatnya diduga sebagai aktor intelektual.

Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menegaskan bahwa penyidik masih mendalami peran setiap tersangka.

“Benar (mereka aktor intelektual),” kata Abdul, Minggu (24/8/2025).

Polisi menyebut RS sempat mencoba kabur ke Nusa Tenggara Timur sebelum akhirnya ditangkap di Bandara Komodo.

“Di antara keempat pelaku ada yang berperan sebagai auktor intelektualis,” kata Abdul.

Selain RS, penangkapan C, DH, YJ, dan AA menegaskan adanya lapisan perencanaan di balik kasus ini.

Mereka diduga mengatur strategi dan memberikan arahan untuk penculikan hingga penyerahan korban kepada eksekutor.

Namun, polisi masih menyelidiki sosok lain yang disebut para pelaku sebagai “bos” dan diduga berada di Surabaya, Jawa Timur.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.