Tokoh Pramuka Banten Tewas Ditabrak Truk Misterius, Polisi Kini Buru Pelakunya

Anggota Pramuka mebawa foto sosok Kaka Herman Sulistyo dalam prosesi upacara pemakaman almarhum di Kota Tangerang
Anggota Pramuka mebawa foto sosok Kaka Herman Sulistyo dalam prosesi upacara pemakaman almarhum di Kota Tangerang

"Untuk kejadian laka lantas tersebut sudah dalam proses penanganan Unit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang, Ajun Komisaris Polisi Fery Oktaviari Pratama di Tangerang, Senin, 8 Juni 2026.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) telah dilakukan untuk mencari bukti dan petunjuk atas kejadian kecelakaan tersebut. Pihaknya pun melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan alat bukti closed circuit television (CCTV) atau kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian untuk mempermudah pencarian terduga pelaku tabrak lari.

"Saat ini dalam proses penyelidikan. Kita masih telusuri dari CCTV yang ada di seputaran lokasi dan juga dari saksi-saksi," kata dia.

Ia menjelaskan peristiwa tabrak lari ini terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Unit kendaraan truk yang tidak dikenal diduga menabrak pengendara sepeda hingga mengalami luka serius dan meninggal dunia di TKP.

"Kendaraan truk melaju dari arah Bitung menuju Cikupa dan sesampainya di TKP, terlibat kecelakaan lalu lintas dengan pengendara sepeda bernama Herman. Akibat dari peristiwa kecelakaan lalu lintas tersebut, korban meninggal dunia," katanya.

Korban sudah dievakuasi ke RSUD Balaraja untuk di lakukan pemeriksaan atau visum sebagai langkah penyelidikan lanjutan.

"Kita juga koordinasi dengan Jasa Raharja untuk percepatan klaim/santunan," ujar dia.

Herman Sulistyo, korban dugaan tabrak lari, merupakan tokoh Pramuka di Tangerang Raya hingga Banten dan dikenal luas karena dedikasinya dalam memegang teguh nilai-nilai kepramukaan sejati di kehidupan sehari-hari.

Ia selalu konsisten memakai seragam lengkap Pramuka di berbagai kesempatan, baik saat menghadiri acara resmi maupun kesehariannya. Dalam berkegiatan, ia selalu bersepeda untuk menghadiri kegiatan kepramukaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum dimakamkan, jenazah Kak Herman dishalatkan di Masjid Raya Al-A’zhom Kota Tangerang, Minggu, 7 Juni 2026, siang, yang turut dihadiri sejumlah pejabat daerah hingga anggota Pramuka se-Banten.

Jenazah Kak Herman dimakamkan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dengan prosesi secara kepramukaan. (Ant)