Marsha Aruan Kena Bola Padel di Mata, Ini Risiko Bahayanya Menurut Dokter
Mata Marsha Aruan terkena bola padel beberapa hari lalu. Pemulihan mata aktris berusia 28 tahun ini mencapai beberapa hari, bahkan ia sempat tidak bisa membuka matanya.
“Update H+2 kegebok bola, masih sedikit bebayang kalau lihat sesuatu, udah enggak perih, udah lebih bisa buka mata kalau kena cahaya dikit-dikit,” tulis Marsha Aruan dalam akun Instagram pribadinya @aruanmarsha, dilaporkan oleh , Rabu (10/9/2025).
Berkaca dari pengalaman Marsha, berikut penjelasan cedera pada mata akibat terkena bola padel, menurut dokter spesialis mata.
Mata Marsha Aruan terkena bola padel
Risiko cedera serius pada mata
Marsha Aruan alami cedera mata usai terkena bola padel. Dokter spesialis mata jelaskan risiko serius dan pentingnya proteksi saat olahraga padel.
Dokter spesialis mata, dr. Yulia Aziza, SpM(K), PhD, Konsultan Infeksi dan Imunologi Mata RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, mengatakan, area wajah adalah bagian tubuh yang paling terbuka sehingga mudah terkena bola atau raket saat bermain padel.
Tidak hanya itu, mata termasuk organ yang paling rawan karena posisinya berada paling depan.
“Risiko yang bisa terjadi dari benturan ini yang paling ringan adalah cedera tumpul atau lecet pada kornea. Kalau trauma lebih berat, bisa menimbulkan perdarahan di dalam bola mata, bahkan sampai robek atau lepasnya retina,” kata Yulia saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/9/2025).
Luka ringan seperti lecet pada kornea biasanya terjadi akibat gesekan dari serabut bola yang terbuat dari bahan katun, wol, atau nilon.
Sementara itu, cedera tumpul akibat hantaman bola bisa memicu perdarahan internal yang lebih serius. Dalam kasus berat, retina bisa robek atau bahkan terlepas.
Risiko kerusakan permanen pada mata
Marsha Aruan alami cedera mata usai terkena bola padel. Dokter spesialis mata jelaskan risiko serius dan pentingnya proteksi saat olahraga padel.
Cedera retina akibat benturan bola padel bisa berakibat jangka panjang. Meski ada peluang pemulihan lewat operasi, tidak semua fungsi penglihatan bisa kembali seperti semula.
“Kalau trauma menyebabkan robekan atau lepasnya retina, operasi harus dilakukan dalam waktu kurang dari enam jam setelah kejadian. Kalau lebih lama, peluang pemulihan menurun. Dan kerusakan retina pada dasarnya memang tidak bisa kembali 100 persen seperti semula,” jelas Yulia.
Pengaruh cedera retina terhadap penglihatan tergantung lokasi robekan. Jika terjadi di pinggir retina, biasanya tidak banyak mengganggu ketajaman visual.
Namun, bila robekan berada di pusat penglihatan, dampaknya bisa signifikan dan permanen.
Yulia menuturkan, bahaya cedera mata akibat terkena bola padel akan lebih serius apabila retina lepas berada di pusat penglihatan, yang akan mengakibatkan buta permanen.
"Hal ini juga mempengaruhi penglihatan apabila retina yang lepas itu berada pada area bagian tengah ataupun yang mendekati pusat penglihatan," tuturnya.
Mengapa bola padel berbahaya?
Marsha Aruan alami cedera mata usai terkena bola padel. Dokter spesialis mata jelaskan risiko serius dan pentingnya proteksi saat olahraga padel.
Meski bola padel terlihat kecil dan ringan, kecepatannya bisa membahayakan organ vital seperti mata.
Faktor ruang permainan yang sempit membuat peluang terkena bola lebih besar dibanding olahraga raket lain.
“Kalau badminton (bulu tangkis) atau tenis, lapangannya lebih luas sehingga risiko terkena bola lebih kecil. Tapi di padel, ruang yang sempit ditambah kecepatan bola membuat risikonya lebih tinggi,” ucap Yulia.
Oleh sebab itu, meski terkesan aman, olahraga padel sebenarnya menyimpan risiko cedera serius pada mata.
Kasus Marsha Aruan menunjukkan bahwa cedera mata bisa terjadi pada siapa saja, bahkan dari olahraga yang terlihat aman sekali pun.
Maka dari itu, selain menjaga teknik permainan, melindungi mata dengan alat pelindung menjadi langkah sederhana namun penting untuk kesehatan jangka panjang.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.