Mitos Vs Fakta Luka yang Wajib Diketahui Menurut Dokter

cara merawat luka, cara merawat luka bakar agar cepat kering, mitos merawat luka, fakta merawat luka, apakah luka dibiarkan terbuka, luka tertutup dan luka terbuka, Mitos Vs Fakta Luka yang Wajib Diketahui Menurut Dokter

Ada beragam mitos luka yang harus diketahui masyarakat karena sering kali keliru. 

Contohnya, ada yang percaya bahwa luka akan lebih cepat kering jika dibiarkan terbuka. Ada pula yang khawatir, menutup luka bisa membuat kulit tidak “bernapas”. Lantas, mana yang benar?

Mitos luka yang tidak benar

Luka yang dibiarkan terbuka bisa cepat kering dan sembuh

cara merawat luka, cara merawat luka bakar agar cepat kering, mitos merawat luka, fakta merawat luka, apakah luka dibiarkan terbuka, luka tertutup dan luka terbuka, Mitos Vs Fakta Luka yang Wajib Diketahui Menurut Dokter

Masih percaya luka cepat sembuh jika dibiarkan terbuka? Simak mitos dan fakta luka menurut dokter agar tak salah dalam merawat luka.

Berdasarkan penjelasan dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS., anggapan luka yang dibiarkan terbuka bisa cepat kering dan sembuh tidaklah benar. Hal tersebut justru berisiko memperlambat proses penyembuhan.

“Ada satu pemahaman yang mengatakan bahwa kalau luka itu dibiarkan terbuka, itu akan lebih cepat kering, lebih cepat sembuh,” kata dr. Heri saat ditemui acara Kampanye Edukasi #BedaLukaBedaPlester Leukoplast Red First Aid di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025).

Permukaan luka yang kering sering dianggap sebagai pertanda baik. Padahal, menurut dr. Heri, kondisi tersebut justru dapat memperlambat pembentukan jaringan kulit baru. 

Ketika luka dibiarkan terbuka dan mengering, aliran darah ke jaringan yang rusak menjadi terhambat sehingga proses penyembuhan pun lebih lama.

“Karena dengan kering itu aliran darah ke dalam luka akan terganggu. Kemudian, proses epitelisasi (pembentukan jaringan permukaan baru), itu kebutuhan kulit juga akan terganggu. Jadi tidak benar, itu mitos ya, mengatakan kalau luka dibiarkan terbuka, itu akan lebih cepat sembuh,” jelas dr. Heri.

Selain memperlambat penyembuhan, luka terbuka juga membuat permukaan kulit lebih rentan terhadap udara, debu, dan kuman yang dapat menyebabkan infeksi.

“Dan kenyataannya, kalau luka itu terbuka, itu menjadi pintu masuknya kuman. Kemudian, penyembuhan lukanya jadi lebih lama,” terang dr. Heri.

Menutup luka membuat kulit tidak bisa "bernapas"

cara merawat luka, cara merawat luka bakar agar cepat kering, mitos merawat luka, fakta merawat luka, apakah luka dibiarkan terbuka, luka tertutup dan luka terbuka, Mitos Vs Fakta Luka yang Wajib Diketahui Menurut Dokter

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Indonesia (PABI), dr. Heri Setyanto, Sp.B., FINACS., dalam acara Kampanye Edukasi #BedaLukaBedaPlester Leukoplast Red First Aid di Hotel Ashley, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2025).

Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa menutup luka membuat kulit tidak bisa "bernapas". Padahal teknologi plester medis saat ini telah berkembang sehingga sirkulasi udara di kulit tetap maksimal.

“Kemudian, ada juga yang mengatakan bahwa, kalau luka itu ditutup dengan plester, itu seakan-akan kulitnya itu jadi tidak bisa bernapas. Karena dia tertutup sesuatu, tidak bisa bernapas (lukanya),” sebut dr. Heri.

“Dengan perkembangan teknologi terbaru, itu ditemukan suatu plester, atau medical adhesive, medical grip istilahnya,” lanjutnya.

Tak hanya membantu kulit untuk tetap bernapas, penggunaan plester juga dapat melindungi luka dari paparan kotoran, debu, dan bakteri dari luar.

“Itu membuat plester itu hampir sama fungsinya seperti kulit sebagai proteksi alat tubuh kita,  yaitu dia bisa bernafas kulitnya itu, tapi dia juga punya fungsi proteksi,” tutur dr. Heri.

Fakta seputar luka yang benar

Menutup luka membantu proses penyembuhan

cara merawat luka, cara merawat luka bakar agar cepat kering, mitos merawat luka, fakta merawat luka, apakah luka dibiarkan terbuka, luka tertutup dan luka terbuka, Mitos Vs Fakta Luka yang Wajib Diketahui Menurut Dokter

Masih percaya luka cepat sembuh jika dibiarkan terbuka? Simak mitos dan fakta luka menurut dokter agar tak salah dalam merawat luka.

Menutup luka membantu proses penyembuhan berjalan lebih optimal.

Menutup luka akan menjaga kelembapan pada kulit yang terluka. Kondisi ini memungkinkan sel kulit baru untuk tumbuh lebih cepat dan membantu mencegah infeksi dari luar.

“Dengan suasana moist (lembap), pembentukan pembuluh darah baru dan kulit akan segera terjadi, dan itu mempercepat penyembuhan luka,” ucap dr. Heri.

Luka sekecil apa pun bisa berbahaya pada kondisi tertentu

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah menganggap luka kecil tidak perlu diperhatikan secara serius.

Padahal, bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), atau pasien dengan gangguan imunitas, luka kecil pun bisa menimbulkan infeksi serius jika dibiarkan begitu saja.

“Luka itu beda-beda. Kalau dia, luka itu seperti pada anak-anak, pasien dengan immunodeficiency (imunodefisiensi), pasien dengan gangguan imunitas, itu luka kecil itu bisa menjadi hal berbahaya kalau dibiarkan terbuka. Karena penanganannya beda luka, beda penanganannya,” terang dr. Heri.

Bijak merawat luka, jangan percaya mitos

Dengan demikian, dr. Heri menekankan bahwa hal terpenting dalam merawat luka adalah menjaga kebersihan, menutup luka dengan benar, serta merawatnya secara rutin.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu untuk berkonsultasi ke dokter ketika luka tak kunjung membaik atau menunjukkan tanda-tanda infeksi.

“Itu yang harus kita sampaikan ke masyarakat, bagaimana memahami cara perawatan luka yang benar agar proses penyembuhan berjalan optimal,” pungkas dr. Heri.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.