Kasus Influenza pada Anak Meningkat, Ketahui Perbedaan Influenza A dan B Menurut Dokter

influenza, influenza A, influenza b, perbedaan influenza a dan b, perbedaan influenza dan common cold, beda influenza A dan influenza B, Kasus Influenza pada Anak Meningkat, Ketahui Perbedaan Influenza A dan B Menurut Dokter, Influenza A bisa menyebar dari hewan ke manusia, Influenza B hanya menular antar manusia, Influenza bukan batuk pilek biasa, Pentingnya tes dan penanganan yang tepat

Kasus influenza pada anak belakangan ini mengalami peningkatan. Kondisi ini membuat banyak orangtua khawatir, sebab influenza atau flu bisa menyebar dengan cepat, terutama di lingkungan sekolah dan tempat umum.

Meski sering disamakan dengan batuk pilek biasa, influenza memiliki karakteristik yang berbeda.

Bahkan, jenis influenza pun tidak hanya satu, melainkan ada influenza A dan influenza B. Apa perbedaan di antara keduanya?

Perbedaan Influenza A dan B

Influenza A bisa menyebar dari hewan ke manusia

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH,  influenza A memiliki karakteristik khusus yang membuatnya berpotensi menimbulkan wabah besar.

“Influenza A adalah virus flu yang bisa menular dari hewan ke manusia, sehingga berpotensi memicu pandemi besar seperti H1N1 tahun 2009,” jelas Mesty saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (1/10/2025).

Karena sifatnya ini, influenza A cenderung lebih berbahaya. Varian baru bisa muncul dari hewan seperti unggas atau babi, lalu menular ke manusia. Jika penyebarannya masif, virus ini bisa berkembang menjadi pandemi.

Influenza B hanya menular antar manusia

Berbeda dengan influenza A, virus influenza B hanya beredar antar manusia. Meskipun demikian, Mesty mengimbau para orangtua untuk tidak menyepelekan tipe ini.

“Influenza B hanya beredar antar manusia, lebih stabil, tapi jangan diremehkan. Beban total influenza musiman di dunia diperkirakan 290.000 sampai 650.000 kematian per tahun,” ujar Mesty.

Meskipun relatif lebih stabil dan tidak menular dari hewan, influenza B tetap bisa menyebabkan gejala berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, atau mereka dengan penyakit penyerta.

Influenza bukan batuk pilek biasa

Salah satu kesalahpahaman yang sering terjadi adalah menyamakan influenza dengan batuk pilek biasa atau common cold.

Meski sekilas tampak sama, Mesty menegaskan bahwa keduanya punya perbedaan yang signifikan.

“Yang perlu dipahami, flu tidak sama dengan common cold (batuk pilek biasa). Flu disebabkan oleh virus influenza, sedangkan common cold bisa disebabkan oleh virus lain, seperti rhinovirus atau adenovirus,” kata Mesty.

Ketika anak mengalami pilek ringan tanpa demam tinggi atau tubuh lemas, besar kemungkinan itu hanya common cold. Namun jika gejalanya lebih berat, perlu diwaspadai kemungkinan influenza.

Gejala Influenza A dan B yang perlu diwaspadai

influenza, influenza A, influenza b, perbedaan influenza a dan b, perbedaan influenza dan common cold, beda influenza A dan influenza B, Kasus Influenza pada Anak Meningkat, Ketahui Perbedaan Influenza A dan B Menurut Dokter, Influenza A bisa menyebar dari hewan ke manusia, Influenza B hanya menular antar manusia, Influenza bukan batuk pilek biasa, Pentingnya tes dan penanganan yang tepat

Ilustrasi virus influenza penyebab pilek. Di masa lalu virus flu menjadi pandemi influenza di masa lalu yang menyebabkan 50 juta orang di dunia meninggal dunia. Kini, pandemi virus influenza tersebut bermutasi menjadi flu musiman.

Secara klinis, membedakan influenza A dan B tanpa tes medis cukup sulit. Namun, ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan.

“Flu karena influenza A atau B biasanya datang mendadak dengan demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala, lemah, dan pada anak bisa disertai muntah atau diare,” jelas Mesty.

Gejala influenza umumnya terasa lebih berat dibandingkan pilek biasa.Beberapa gejala seperti demam dan nyeri badan bisa muncul secara tiba-tiba.

“Pola tiba-tiba, demam lebih tinggi, badan terasa nyeri yang lebih khas influenza dibanding common cold. Tetapi gejala saja tidak cukup akurat, jadi konfirmasi terbaik tetap dengan tes,” tambahnya.

Pentingnya tes dan penanganan yang tepat

Karena influenza bisa menyerupai gejala pilek biasa, Mesty menegaskan pentingnya pemeriksaan lebih lanjut. 

Tes laboratorium dapat memastikan lebih akurat apakah seorang anak terkena influenza A atau B.

Dengan diagnosis yang tepat, pengobatan bisa diberikan sesuai kebutuhan. Selain itu, pencegahan melalui vaksinasi influenza juga penting untuk melindungi anak-anak dari risiko komplikasi serius.

Meningkatnya kasus influenza pada anak menjadi peringatan bagi orangtua agar lebih waspada. 

Influenza A dan B memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam cara penularan dan potensi dampaknya.

Meski berbeda, keduanya sama-sama bisa menimbulkan gejala berat. Maka, jangan remehkan flu yang datang mendadak disertai demam tinggi, batuk, dan tubuh lemah. Segera lakukan pemeriksaan medis agar anak mendapat penanganan yang tepat.