Kesalahan Pria dalam Merawat Kulit Wajah Menurut Dokter, Pernah Melakukannya?
Kenali beberapa kesalahan pria dalam merawat wajah. Kesalahan ini, menurut dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV., ada yang bersumber dari kebiasaan yang keliru sejak awal.
Ada pria yang tidak melakukan perawatan sama sekali dan cenderung menganggap sepele masalah kulit wajah, misalnya wajah kusam, berminyak, atau berjerawat.
Oleh sebab itu, simak apa saja kesalahan perawatan wajah pria selengkapnya.
Kesalahan pria dalam merawat kulit wajah
1. Tidak merawat wajah sama sekali
dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV., dalam acara Press Conference Kahf Decode di Hotel InterContinental Jakarta Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025).
Kesalahan pertama adalah keengganan pria dalam merawat wajah.
“Nomor satu, tidak merawat sama sekali,” kata dr. Dhana dalam press conference Kahf Decode di hotel InterContinental Jakarta Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025).
“Saya masih ketemu pasien-pasien yang enggak pernah membersihkan wajah atau mencuci muka hanya dengan air. Bilangnya cuci muka lima kali, tapi air wudhu, bukan pakai sabun, itu pertama,” lanjutnya.
Adapun alasan pria tidak melakukan perawatan wajah sama sekali, salah satunya karena sikap cuek terhadap perawatan diri masih cukup mengakar di kalangan laki-laki.
“Tapi kan selama ini memang laki-laki itu cenderung lebih cuek ya, kadang-kadang juga bukan dengan kesadaran sendiri datang ke dokter, tapi disuruh istrinya, disuruh ibunya, disuruh pacarnya, seperti itu,” ucap dr. Dhana.
“Dan pria itu cenderung memang enggak mau rutin skincare yang ribet ya, yang terlalu bertele-tele, yang step-nya (langkah) terlalu banyak ya, inginnya yang simpel ya,” lajutnya
2. Memilih produk yang tidak sesuai jenis kulit
Ada beberapa kesalahan pria dalam merawat kulit wajah menurut dokter, termasuk tidak membersihkan wajah dengan benar.
Selain tidak merawat sama sekali, kesalahan lain yang kerap dilakukan pria adalah menggunakan produk skincare yang tidak sesuai dengan kondisi kulitnya.
“Terus yang kedua memang memilih produk yang salah, produk yang salah itu misalnya tidak sesuai dengan kebutuhan kulit dia, atau tipe kulit dia,” tutur dr. Dhana.
Tak hanya itu, dr. Dhana juga menyoroti banyaknya produk skincare di pasaran. Dari banyaknya produk tersebut, dr. Dhana menilai tidak semuanya diformulasikan dengan baik untuk kulit.
“Terus kan sekarang dengan banyaknya produk, jadi kan tidak semua produk itu diformulasi dengan baik," ucapnya.
3. Hanya percaya klaim di kemasan
Ada beberapa kesalahan pria dalam merawat kulit wajah menurut dokter, termasuk tidak membersihkan wajah dengan benar.
Dalam memilih produk skincare, dr. Dhana menyarankan untuk tidak hanya melihat klaim di kemasan atau daftar kandungannya saja. Lebih dari itu, perlu dilihat juga mengenai latar belakang dari brand tersebut.
“Kalau saya bicara dari kacamata dokter kulit ya tentunya kita melihat background-nya (latar belakang), latar belakangnya, ini produk ada penelitiannya enggak, ada research-nya (riset) enggak, bukan hanya sekedar asal klaim, seperti itu ya,” terangnya.
Ia menilai bahwa proses formulasi dan riset menjadi kunci penting dari sebuah produk skincare.
“Tentu kan artinya formulasi teknologi, bagaimana meneliti, bagaimana kita membuat suatu produk itu penting dalam prosesnya ya,” kata dr. Dhana
“Enggak cuma klaim, oh ini isinya zat berhasil ABCD, tapi ternyata begitu diaplikasikan malah memberikan efek yang tidak baik terhadap kulit,” tambah dia.
Meskipun demikian, menurut dr. Dhana, tetap ada brand yang serius dalam pengembangan produk skincare. Brand tersebut, lanjutnya, melakukan penelitian secara mendalam sehingga menghasilkan produk yang baik, aman, dan bermanfaat.
4. Bikin miskonsepsi soal jenis kulit sendiri
Ada beberapa kesalahan pria dalam merawat kulit wajah menurut dokter, termasuk tidak membersihkan wajah dengan benar.
Selain soal kebiasaan dan pemilihan produk, dr. Dhana juga menyoroti pentingnya mengenali jenis kulit dengan benar.
Menurutnya, tidak sedikit orang yang keliru menilai kondisi kulitnya sendiri ketika hanya mengandalkan penilaian subjektif atau tes sederhana di rumah.
“Ini kadang-kadang agak tricky (rumit) juga begini, sebenarnya misalnya ya, banyak pasien yang merasa kulitnya kering, tapi setelah diperiksa atau dikonsultasikan dengan dokter, ternyata sebenarnya dia tipe kulit apa,” jelasnya.
Artinya, persepsi seseorang terhadap kulitnya belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Kesalahan mengenali jenis kulit ini berisiko membuat seseorang salah memilih produk. Kulit yang sebenarnya berminyak bisa saja terasa kering karena kondisi tertentu, seperti penumpukan sel kulit mati atau skin barrier yang sedang bermasalah.
Oleh sebab itu, dr. Dhana menyarankan agar pria tidak ragu berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mengetahui jenis kulitnya secara lebih akurat sehingga produk yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan kulit dan tidak memperburuk kondisi yang sudah ada.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang