Pernah Mimpi Jatuh saat Tidur? Jangan Nebak-nebak, Ini Artinya Menurut Dokter

Ilustrasi tidur tengkurap
Ilustrasi tidur tengkurap

Hampir semua orang pernah mengalaminya setidaknya sekali. Anda tertidur pulas, lalu tiba-tiba terbangun dengan sensasi seperti terjatuh dari ketinggian. Jantung berdebar kencang, tubuh tersentak, dan butuh beberapa detik untuk menyadari bahwa Anda masih berada di tempat tidur. Meski hanya berlangsung sekejap, sensasinya terasa sangat nyata dan kerap menimbulkan rasa panik.

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi saat kita mengalami mimpi jatuh ketika tidur? Scroll untuk mengetahui jawabannya, yuk!

Fenomena yang Disebut Sentakan Hipnik

Dalam sebuah video yang dibagikan melalui Instagram, Dr Myro Figura, seorang ahli anestesi bersertifikat yang berbasis di Los Angeles, California, menjelaskan bahwa sensasi jatuh saat tidur berkaitan dengan fenomena yang disebut sentakan hipnik (hypnic jerk).

“Apakah kamu tahu perasaan ini? Anda sedang bersantai, tertidur, dan kemudian Anda tersentak. Ini disebut sentakan hipnik, dan itu adalah gangguan pribadi Anda sendiri,” kata Dr Figura, dilansir Times of India, Minggu 4 Januari 2026. 

Sentakan hipnik merupakan kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak disengaja, biasanya muncul tepat saat seseorang mulai tertidur. Kondisi ini ternyata cukup umum. Sebuah studi tahun 2016 yang dimuat dalam jurnal Sleep Medicine menyebutkan bahwa sekitar 60 hingga 70 persen populasi pernah mengalaminya.

Kenapa Otak Membuat Kita ‘Terjatuh’?

Menurut Dr Figura, sentakan hipnik terjadi karena adanya kesalahan kecil dalam cara otak beradaptasi saat tubuh beralih dari kondisi sadar ke tidur.

“Saat Anda tertidur, otot-otot Anda rileks dan dingin, tetapi otak Anda merasakan relaksasi itu seolah-olah Anda sedang jatuh. Dalam upaya untuk menangkap dirimu sendiri, kamu tersentak, ni sebenarnya normal,” jelasnya.

Fenomena ini umumnya muncul pada tahap tidur ringan dan tidak menandakan adanya penyakit serius. Namun, pola tidur yang tidak teratur—seperti akibat kerja shift atau jet lag—dapat mengganggu ritme sirkadian dan meningkatkan frekuensi sentakan hipnik.

Kapan Perlu Waspada?

Meski tergolong normal, Dr Figura mengingatkan bahwa sentakan hipnik yang terlalu sering bisa menjadi sinyal tubuh sedang tidak seimbang.

“Itu bisa berarti Anda stres, Anda tidak cukup tidur, atau Anda minum terlalu banyak kafein,” katanya.

Sleep Foundation juga mencatat bahwa sentakan hipnik bisa terjadi pada semua usia, meski lebih sering dialami oleh orang dewasa. Faktor lain yang berpotensi memicu kondisi ini antara lain konsumsi kafein berlebihan dan tingkat stres yang tinggi.

Bisakah Mimpi Jatuh Dicegah?

Tidak ada cara pasti untuk mengontrol mimpi, termasuk mimpi jatuh. Namun, beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi kemunculannya, antara lain:

  • Mengurangi konsumsi kafein, terutama menjelang tidur
  • Menghindari aktivitas yang memicu stres sebelum tidur
  • Menjaga jadwal tidur yang konsisten
  • Melakukan latihan pernapasan atau relaksasi sebelum tidur