3 Tips Memilih Jamu yang Aman Menurut Dokter, Hindari Pakai Botol Bekas

Tren minum jamu kembali naik daun, terutama di kalangan Gen Z.
Namun, selain bahan jamu yang perlu diperhatikan, wadah penyimpanan menjadi faktor penting untuk memastikan minuman herbal tetap aman.
Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia), DR. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal), menjelaskan bahwa banyak anak muda kini mulai sadar kesehatan dan tertarik pada kearifan lokal, termasuk jamu.
Dokter Inggrid juga mengingatkan bahwa keamanan wadah adalah hal yang tidak boleh diabaikan.
"Botol bekas, terutama botol plastik air mineral, sebaiknya tidak digunakan untuk menyimpan jamu. Risiko kontaminasi bakteri dan mikroplastik meningkat, apalagi jika jamu masih panas saat dituang," ujar dr. Inggrid saat dihubungi Kompas.com, Kamis (21/11/2025).
Tips memilih dan menyimpan jamu yang aman
Dokter mengingatkan pentingnya memilih jamu yang aman. Hindari botol bekas, perhatikan kebersihan, dan pastikan jamu dibuat di lingkungan higienis.
1. Gunakan wadah yang bersih dan steril
Botol kaca atau plastik food grade yang tebal lebih disarankan.
Hindari botol bekas air mineral atau minuman sekali pakai yang sulit dibersihkan sempurna.
"Wadah harus steril agar jamu tetap aman dan khasiatnya terjaga. Jangan asal pakai botol bekas, karena bisa membuat jamu yang sehat menjadi berisiko," tegas dr. Inggrid.
2. Perhatikan gula dan bahan tambahan
Minuman jamu sebaiknya tidak diberi gula berlebihan. Pilihan pemanis seperti gula aren, gula kelapa, madu, atau stevia lebih baik dibandingkan gula pasir yang indeks glikemiknya tinggi.
"Batasi gula untuk menjaga manfaat jamu dan kesehatan tubuh," ujarnya.
3. Pilih penjual jamu yang terpercaya
Perhatikan kebersihan pedagang, warna jamu yang alami, serta hindari jamu yang terlalu mencolok karena dapat mengandung pewarna buatan.
Dokter Inggrid menekankan bahwa jamu yang dijual dalam wadah bersih dan aman akan memastikan minuman herbal tetap sehat dan nyaman dikonsumsi, termasuk oleh anak muda yang kini mulai menjadikannya bagian dari gaya hidup.
Apa saja manfaat jamu untuk kesehatan?
Selain memperhatikan keamanan wadah, penting juga mengetahui manfaat jamu yang banyak beredar dan digemari Gen Z seperti beras kencur hingga jamu pahitan. Berikut penjelasan dr. Inggrid Tania:
1. Beras kencur
Menurut dr. Inggrid, beras kencur bermanfaat untuk meredakan pegal-pegal ringan, membantu melegakan batuk, menenangkan tubuh, dan menjadi alternatif minuman manis yang lebih sehat
Rasanya yang manis alami membuatnya mudah diterima anak muda, terutama bila konsumsi gula dikontrol.
2. Kunyit asam
Kunyit asam memiliki sifat menyegarkan dan baik untuk pencernaan.
Pada perempuan, jamu ini membantu meredakan nyeri menjelang menstruasi (PMS).
laki juga tetap boleh mengonsumsinya karena khasiat utamanya tidak berkaitan dengan hormon.
3. Jamu pahitan (sambiloto–brotowali)
Jenis ini belakangan sangat populer di TikTok.
Menurut dr. Inggrid, manfaatnya cukup banyak, termasuk memperbaiki pencernaan, membantu mengurangi gatal pada kulit, mengurangi bau badan, meningkatkan imunitas, menormalkan gula darah, membantu memperbaiki selera makan.
4. Cabai puyang
Jika pegal mulai berat, dr. Inggrid menyarankan jamu cabai puyang, yang berbahan dasar cabai jawa dan lempuyang.
Jamu ini lebih kuat dibanding beras kencur, dan dapat membantu meredakan pegal yang sudah mengarah ke nyeri otot.
Dengan meningkatnya minat anak muda terhadap jamu, penting untuk memastikan bahwa minuman herbal ini dikonsumsi secara aman.
Penggunaan wadah yang tepat, pemanis yang sehat, serta memilih pedagang yang bersih dapat memaksimalkan manfaat jamu tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.