Anak Batuk Pilek, Apakah Influenza atau Common Cold? Ini Bedanya Menurut Dokter
Ketika anak batuk dan pilek, mungkin orangtua menganggap buah hati tengah mengidap influenza (flu). Padahal tidak semua batuk pilek adalah flu. Apa bedanya?
“Enggak semua batuk pilek disebut flu karena flu hanya untuk spesifik yang disebabkan oleh virus influenza. Biasanya dokter menyebutnya common cold,” terang CEO & Founder Tentang Anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, dalam webinar bertajuk "Understanding Influenza and Common Colds: Keeping Family Healthy During the Year-End Season” di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Apa beda influenza dan common cold?
Menurut dr. Mesty, apa yang membedakan influenza dengan common cold alias batuk pilek biasa adalah virus dan gejalanya.
Common cold
Influenza dan common cold memiliki gejala yang mirip dan sering disebut "flu". Simak beda influenza dan common cold menurut dokter.
Pada common cold, penyakit ini sering kali disebabkan oleh virus dengan gejala yang lebih ringan, seperti rhinovirus, coronavirus, adenovirus, dan respiratory syncytial virus (RSV).
Infeksi saluran pernapasan atas ini memiliki beberapa gejala, antara lain pilek atau hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk ringan hingga sedang.
Gejala lainnya, di antaranya sakit kepala ringan, nyeri badan ringan, mata berair, kelelahan atau perasaan tidak enak badan secara umum, dan demam ringan.
Influenza
Influenza adalah infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, dan terkadang C, yang dapat memengaruhi hidung, tenggorokan, dan paru-paru.
Gejalanya influenza sering kali tiba-tiba dan penyakitnya mungkin lebih parah.
Cara membedakan influenza dan common cold
Influenza bisa lebih mengkhawatirkan
Influenza dan common cold memiliki gejala yang mirip dan sering disebut "flu". Simak beda influenza dan common cold menurut dokter.
“Membedakan common cold dan influenza sebenarnya agak sulit karena gejalanya cenderung mirip-mirip, dan biasanya virus itu gejalanya lebih sistemik ke seluruh tubuh dibandingkan dengan bakteri yang biasanya lebih lokal,” terang dr. Mesty.
Namun, influenza lebih mengkhawatirkan karena berpotensi menimbulkan gejala yang lebih berat dibandingkan common cold.
Sebab, kondisi tubuh sangat menurun sehingga virus bisa menyebar replikasi lebih jauh lagi ke otak dan organ penting lainnya, alias menyebabkan komplikasi flu.
“Biasanya kalau influenza A dan B gejalanya tiba-tiba. Tiba-tiba demamnya langsung tinggi, dibandingkan common cold yang biasanya batuk dulu, pilek, dan demamnya juga enggak terlalu tinggi,” kata dr. Mesty.
Bahkan, gejala influenza bisa berupa batuk pilek yang terasa sangat sakit, bahkan sampai menyebabkan nyeri telinga.
“Untuk membedakannya, biasanya butuh biaya yang cukup besar untuk kami lakukan tes panel virus. Tapi walaupun berbeda, prinsip terapinya cukup sama,” tutur dr. Mesty.
Untuk mengetahui lebih lanjut dan lebih pasti apakah gejala yang diderita anak adalah influenza atau common cold, ayah dan ibu bisa langsung konsultasi dengan dokter spesialis anak. Mereka akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan anak.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.