Jose Matos, Turun Berat Badan 68 Kg Berkat Berhenti Konsumsi Makanan Cepat Saji

Seorang dokter mengatakan, bahwa Jose Matos tidak akan hidup untuk melihat kedua putranya lulus SMA, jika dia tidak segera menurunkan berat badannya dan hidup sehat.
Dengan berat badan lebih dari 226 kilogram akibat makan berlebihan selama bertahun-tahun, Matos menderita diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi.
Dia pernah dirawat di rumah sakit karena komplikasi diabetes yang mengancam jiwa, sehingga kemungkinan kematiannya sangat besar.
Mengetahui hal tersebut, Matos mengaku tak siap meninggalkan keluarganya.
“Rasanya seperti lantai di sekeliling saya runtuh dan sangat menakutkan, saya mencintai anak-anak dan istri saya lebih dari apa pun,” katanya seperti dilansir dari TODAY.com.
Mengubah Pola Hidup
Matos akhirnya memutuskan mulai mengubah pola hidupnya, setelah mengalami berbagai gangguan kesehatan yang serius.
Dia mengubah pola makannya, mulai berolahraga, dan berhasil menurunkan berat badan hingga lebih dari 68 kilogram.
Dengan olahraga rutin dan menjaga pola makan, Matos tidak lagi membutuhkan obat tekanan darah atau suntikan insulin setiap hari untuk mengelola gula darahnya.
Transformasi ini membuatnya memenangkan kontes “Submit Your Fit” tahun 2024 untuk perjalanan kebugaran yang paling inspiratif di antara para anggota EoS Fitness, sebuah jaringan pusat kebugaran.
Sejak usia remaja, Matos telah mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman bergula tinggi secara rutin.
Dalam sehari, Matos mengkonsumsi makanan cepat saji sebanyak dua sampai tiga kali, mulai dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam.
Satu kali makan biasanya terdiri dari tiga burger, kentang goreng ukuran besar, dan soda ukuran raksasa.
Pada tahun 2021, Matos dirawat di rumah sakit karena menderita ketoasidosis diabetikum, komplikasi diabetes yang berpotensi mengancam jiwa.
Tahun berikutnya, berat badan Matos mendekati 244 kilogram yang mencapai batas maksimal timbangan.
Tak hanya diabetes dan tekanan darah tinggi, Matos juga menderita nyeri di berbagai area persendian dan bell’s palsy yang melumpuhkan wajah bagian kanannya selama tiga bulan.
Kelumpuhan tersebut memberinya keteguhan mental untuk berubah, dia pun berhenti mengonsumsi makanan cepat saji dan fokus pada makanan berprotein tinggi.
Matos berusaha mengendalikan diri dengan memasak makanan sehat di rumah dan tidak pergi keluar untuk makan.
Kemudian dia rutin berolahraga ringan, seperti berjalan selama 30 menit dan melakukan squat.
Setelah mulai turun berat badan, dia mulai berolahraga di gym dan melakukan berbagai latihan fisik untuk melatih dan membentuk otot.
“Sedikit demi sedikit, saya mulai menciptakan kebiasaan yang baik untuk berolahraga,” kenang Matos.
Kini berat badan Matos telah berhasil turun ke angka 170 kilogram. Ia menargetkan turun berat badan hingga di angka 108 kilogram.
Matos bercerita, kini dia dapat berlari, bermain sepak bola, dan jalan-jalan dengan anak-anak dan istrinya.
Cara Menurunkan Berat Badan ala Jose Matos
Berdasarkan pengalamannya, Matos menyarankan beberapa hal untuk orang yang ingin menurunkan berat badan.
1. Obat penurun berat badan tidak selalu menjadi solusi.
Setelah menggunakan obat penurun berat badan selama beberapa bulan, berat badan tidak berubah sama sekali, justru mengalami efek samping.
“Saya lebih suka bekerja keras, meluangkan waktu, dan berusaha.” ujarnya.
Menurutnya, menggunakan obat pelangsing terasa seperti melakukan sesuatu yang bukan dirinya, yaitu pekerja keras.
2. Ciptakan sistem pendukung
Sistem pendukung membantunya membangun kemampuan yang ia butuhkan untuk tetap sehat.
“Mereka mengajari saya bahwa ini bukan sekadar lari cepat, ini bukan penyembuhan yang selesai dalam sehari, tetapi menciptakan kebiasaan seumur hidup,” kata Matos.
3. Menghalau keinginan makan dengan satu potongan
“Jika ingin makan pizza, saya membatasi diri untuk hanya memakan satu slice.”
4. Menganggap berolahraga sebagai suatu hak istimewa
“Saya tahu bahwa saya harus melakukannya, saya ingin melakukannya, dan saya bisa melakukannya,” tegasnya.