Tanda Bahaya Program Diet, Jangan Tergiur Turun Berat Badan Instan

penurunan berat badan, menurunkan berat badan, Tanda Bahaya Program Diet, Jangan Tergiur Turun Berat Badan Instan

Banyak program diet dan penurunan berat badan beredar di internet dengan janji hasil cepat dalam hitungan minggu. Namun, pelatih kebugaran, Stephanie Mansour, mengingatkan bahwa janji tersebut bisa menjadi tanda bahaya.

Melansir Today, Mansour menegaskan bahwa penurunan berat badan yang sehat hampir selalu membutuhkan perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang.

Ia menyebut menurunkan berat badan lebih dari sekitar 0,5 hingga 1 kilogram per minggu umumnya sulit dipertahankan dan berisiko menimbulkan efek yo-yo. Efek yo-yo terjadi ketika berat badan turun drastis lalu naik kembali dengan cepat.

Kondisi ini dikaitkan dengan risiko masalah jantung, kehilangan massa otot, resistensi insulin, hingga melambatnya metabolisme.

Periksa ulasan sebelum memulai program

Mansour menyebut satu tanda bahaya utama yang sering diabaikan, yaitu tidak memeriksa testimoni peserta sebelumnya.

Menurutnya, testimoni dapat menunjukkan siapa target program tersebut dan siapa yang kemungkinan besar cocok menjalaninya.

Ia mengaku pernah mengalami cedera saat mengikuti tantangan olahraga 30 hari karena ingin mencobanya bersama sang kakak.

Sebagian besar testimoni program itu berasal dari remaja dan perempuan usia 20-an, sementara Mansour saat itu sudah berusia 30-an.

“Itu tantangan 30 hari, dan saya merasa gerakannya terlalu berat untuk punggung kami,” ujar Mansour.

Beberapa gerakan seperti plank dan mountain climbers dilakukan berhari-hari tanpa jeda yang cukup. Seminggu menjalani program tersebut, ia mengalami cedera otot selangkangan.

“Saya hampir dua kali lipat usia peserta lain dalam testimoni itu,” katanya.

Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati sebelum mencoba program baru.

Waspadai janji turun berat badan dalam waktu singkat

penurunan berat badan, menurunkan berat badan, Tanda Bahaya Program Diet, Jangan Tergiur Turun Berat Badan Instan

Ilustrasi diet. Seorang pelatih kebugaran membagikan pengalaman cedera akibat mengikuti program diet ekstrem dan mengingatkan pentingnya perubahan bertahap.

Mansour juga menyarankan untuk berhati-hati terhadap program yang menjanjikan penurunan berat badan dalam jumlah tertentu dan waktu tertentu tanpa pendampingan profesional.

Menurutnya, jika sebuah program berani memberi janji hasil spesifik, seharusnya ada pendamping terlatih yang membantu peserta selama proses berlangsung.

Pendampingan penting agar pola makan dan latihan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Tanpa arahan yang tepat, risiko cedera dan gangguan kesehatan bisa meningkat.

Selain itu, program diet ideal melibatkan konseling dari ahli gizi terdaftar atau spesialis obesitas bersertifikat.

Program yang terlalu banyak aturan, memberikan obat tanpa pemantauan rutin, atau hanya mengandalkan “weight-loss coach” tanpa latar belakang medis yang jelas sebaiknya dihindari.

Pilih program yang sesuai dengan diri sendiri

Mansour menekankan bahwa program diet yang efektif tidak harus ekstrem. Pilihan makanan bergizi yang disukai dan aktivitas fisik yang dinikmati justru lebih mudah dijalani secara konsisten.

Penelitian menunjukkan bahwa rasa nyaman dan senang saat menjalani program meningkatkan peluang keberhasilan jangka panjang.

“Kita perlu memahami dari mana keberhasilan itu berasal sebelum mulai membandingkan diri dengan testimoni orang lain,” ujar Mansour, mengingatkan agar tidak langsung membandingkan diri dengan testimoni orang lain tanpa memahami konteksnya.

Tips diet yang aman bukan tentang perubahan drastis dalam waktu singkat. Perubahan kecil yang realistis dan dilakukan terus-menerus jauh lebih efektif untuk menjaga berat badan dan kesehatan secara keseluruhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang