Makanan Ini Dianggap Bikin Melek, Betulkah?
Selama ini, cokelat sering dianggap sebagai “penyelamat” ketika butuh tambahan energi atau butuh tetap melek, selain kopi.
Banyak orang merasa lebih segar setelah makan dark chocolate, sehingga muncul anggapan bahwa cokelat punya kandungan kafein yang cukup kuat, bahkan bisa mengganggu tidur.
Tapi, apakah benar cokelat bisa bikin melek seperti kopi? Berikut penjelasannya.
Benarkah cokelat mengandung kafein?
Jawabannya: ya, cokelat memang mengandung kafein. Kafein ini berasal dari cocoa beans atau biji kakao yang secara alami memiliki kandungan kafein dan theobromine—dua senyawa yang dapat memberi efek peningkatan energi.
Menurut ahli cokelat Liron Gal, kandungan kafein dalam cokelat sebenarnya relatif kecil jika dibandingkan dengan kopi, teh, atau minuman energi.
Perbandingan cokelat vs minuman berkafein lain
Untuk memahami seberapa besar pengaruh cokelat, bandingkan jumlah kafeinnya dengan minuman populer:
- Soda 12 ons: 30–40 mg kafein
- Teh hijau/teh hitam 8 ons: 30–50 mg
- Kopi 8 ons: 80–100 mg
- Energy drink 8 ons: 40–250 mg
Jika dibandingkan, sebagian besar cokelat punya kandungan kafein yang jauh lebih rendah.
1. Kafein dalam dark chocolate
Dark chocolate adalah jenis cokelat dengan kandungan kafein tertinggi karena memiliki kadar cocoa solids paling besar.
Ilustrasi cokelat hitam. Cokelat hitam merupakan sumber serat yang baik dan kaya akan mineral penting untuk kesehatan secara keseluruhan, seperti magnesium dan zat besi.
- Dark chocolate 45–59 persen kakao: sekitar 70 mg kafein per 3,5 ons
- Dark chocolate 70–85 persen kakao: sekitar 81 mg kafein per 3,5 ons
Namun, Gal menambahkan bahwa kisarannya bisa bervariasi:
150 mg per 3,5 ons, tergantung sumber dan proses kakao.
Meskipun angka tertingginya terlihat besar, perlu diingat: Orang biasanya makan beberapa potong saja, bukan satu bar penuh.
2. Kafein dalam cokelat susu
Karena kandungan cocoa solids-nya rendah, milk chocolate memiliki kafein paling sedikit.
1,5 ons milk chocolate hanya mengandung sekitar 9 mg kafein.
Jumlah ini bahkan lebih rendah dari secangkir teh hijau.
3. Kafein dalam cokelat putih
White chocolate tidak mengandung kafein sama sekali.
Ilustrasi cokelat putih.
Ini karena white chocolate hanya menggunakan cocoa butter, tanpa cocoa solids yang mengandung kafein.
4. Kafein dalam wedang cokelat
Banyak yang mengira wedang cokelat lebih “nendang” karena porsinya lebih besar. Namun faktanya:
Wedang cokelat instan rumahan: 5 mg atau kurang
Masih jauh lebih rendah dibandingkan kopi atau teh.
Apakah cokelat bisa mengganggu tidur?
Jawabannya: bisa, tapi sangat tergantung jenis dan jumlahnya.
Jika kamu mengonsumsi dark chocolate dengan kadar kakao tinggi dalam jumlah besar menjelang tidur, kafein di dalamnya mungkin cukup untuk membuatmu tetap terjaga.
Namun sebagian besar cokelat, terutama milk chocolate dan white chocolate, mengandung kafein yang terlalu kecil untuk membuat efek melek yang signifikan.
Selain itu, cokelat juga mengandung theobromine, stimulan lain yang bisa memberi efek peningkatan energi, meski lebih lemah dibanding kafein.
Kesimpulan: Cokelat bisa bikin melek, tapi tidak sekuat kopi
Jadi, apakah cokelat benar-benar bisa bikin melek?
- Dark chocolate: bisa memberikan efek stimulasi, terutama jika dimakan banyak.
- Milk & white chocolate: efeknya hampir tidak terasa.
- Jika Anda kesulitan tidur, sebaiknya hindari dark chocolate menjelang tidur.
Namun secara umum, cokelat tidak memiliki cukup kafein untuk membuat Anda terjaga seperti secangkir kopi.
Cokelat tetap aman dinikmati kapan saja, asal tidak dikonsumsi berlebihan dan memperhatikan sensitivitas masing-masing tubuh terhadap kafein.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang