Rupiah Menguat di Tengah Optimisme Purbaya soal Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Ilustrasi mata uang Rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.871 per Rabu, 14 Januari 2026. Posisi rupiah itu menguat 4 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.875 pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026.

Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 15 Januari 2026 hingga pukul 09.03WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.855 per dolar AS. Posisi itu menguat 10 poin atau 0,06 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.865 per dolar AS.

Ilustrasi uang rupiah

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen dapat dicapai tahun depan. Bahkan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa optimistis mencapai 6 persen.

Defisit pemerintah ditargetkan turun ke 2,7 persen terhadap PDB m, dibandingkan realisasi 2025 sebesar 2,82 persen dari PDB. ?Angka defisit itu dicapai berdasarkan pertumbuhan pendapatan yang kuat (14,4 persen) dan pengeluaran yang lebih tinggi (11,3 persen).

Meski demikian, para ekonom memiliki pandangan defisit akan di atas dari apa yang ditargetkan pemerintah. Untuk hasil yang irealistis, dengan defisit 2,8-3,0 persen dari PDB. Karena pertumbuhan pendapatan mungkin akan melambat dan reformasi pengeluaran terus berlanjut.

Sementara pertumbuhan pendapatan negara diperkirakan satu digit. ?Meski demikian, pertumbuhan pendapatan akan didukung oleh peningkatan secara bertahap konsumsi dan investasi domestik, serta potensi dorongan dari harga komoditas global yang lebih tinggi.

Sementara dari sisi pengeluaran berpotensi kembali kurang dari target, terutama dalam transfer ke daerah. Karena pemerintah terus mereformasi kebijakan pelaksanaan anggaran.

Purbaya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6 persen pada 2026. Menurut Purbaya, angka tersebut tidak sulit tercapai, karena pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satu strateginya yakni akselerasi anggaran agar belanja fiskal bisa digelontorkan di awal-awal tahun.

Kemudian, iklim usaha akan mulai membaik sehingga mengembalikan kepercayaan investor, termasuk investor asing terhadap Indonesia. Kepercayaan ini bangkit sejalan dengan kebijakan penyelesaian masalah debottlenecking atau hambatan investasi maupun usaha, melalui pembentukan satuan tugas yang menangani aduan pengusaha

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 16.860 - Rp 16.890," ujarnya.

Sebagai informasi, data indeks harga konsumen AS yang dirilis pada hari Selasa berada di bawah ekspektasi. CPI inti naik 0,2 persen pada bulan Desember dan 2,6 persen secara tahunan. Capaian itu di bawah perkiraan, memperkuat spekulasi penurunan suku bunga di masa mendatang. Pasar sekarang memperkirakan sekitar dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2026.

Risiko geopolitik juga tetap menjadi fokus utama. Iran dilanda protes anti-pemerintah yang semakin intensif, yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 2.000 orang dan meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.

Kerusuhan tersebut telah memicu peringatan dari Presiden AS, Donald Trump, yang memperingatkan kemungkinan tindakan militer dan mengancam akan mengenakan tarif 25 persen pada negara-negara yang berbisnis dengan Iran.