IHSG Makin Terpuruk pada Penutupan Hari Ini, Ada Saham yang Menguat 35 Persen
Pergerakan IHSG berada dalam rentang area 8.338 hingga 8.444 menjadi titik tertinggi intraday. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 27,41 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 3,05 juta.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyampaian, koreksi indeks domestik imbas aksi ambil untung (profit taking) karena kondisi IHSG yang overbought.
Saham sektor keuangan mengalami pelemahan terbesar, sedangkan saham sektor energi membukukan penguatan terbesar. Nilai tuka Rupiah di pasar spot melemah di level Rp16.694 per dolar AS.
Meski demikian, data ekonomi domestik membaik. Pada bulan September, penjualan ritel domestik tumbuh 3,7 persen secara year on year (yoy) atau meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 3,5 persen. Kenaikan ini merupakan pertumbuhan positif yang terjadi selama enam bulan berturut-turut.
"Secara teknikal, indikator Stochastic RSI membentuk Death Cross di area overbought. Volume jual meningkat dan didukung oleh garis A/D yang menunjukkan terjadi distribusi," ungkap Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya dikutip pada Selasa, 11 November 2025.
Tekanan juga berasal dari penurunan sejumlah sektor saham. Sektor keuangan merosot 1,13 persen, sektor non-siklikal melemah 0,71 persen dan sektor teknologi menyusut 0,58 persen.
Meski IHSG memerah, sektor energi melesat 1,74 persen. Kemudian sektor infrastruktur meningkat 1,47 persen dan sektor properti menguat 1,45 persen.
Phintraco Sekuritas turut melaporkan tiga emiten saham yang berhasil mencatat lompatan harga tertinggi sehingga masuk jajaran puncak 45 saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham-saham top gainers tersebut di antaranya:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Saham BUMI mencetak penguatan sebesar 32,00 persen atau 48 poin dan ditutup menjadi 148.
PT Indosat Tbk (ISAT)
Saham ISAT melonjak 7,25 persen atau 150 poin hingga menembus level 2.220.
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Saham ADMR menyusul kenaikan sebesar 3,62 persen atau 50 poin menjadi 1.430.