Kenapa Muhammadiyah Salat Tarawih 11 Rakaat? Simak Dalil Hadis dan Penjelasannya

Setiap kali bulan suci Ramadan tiba, syiar Islam terpancar nyata melalui masjid-masjid yang kembali hidup. Gema bacaan Al-Qur’an serta deretan saf jamaah yang menunaikan salat Tarawih menjadi pemandangan rutin tahunan.
Meski menjadi ibadah yang lazim dijalankan, praktik qiyām Ramadhān ini sering kali memicu pertanyaan di tengah masyarakat. Mulai dari status hukumnya, jumlah rakaat yang otentik, hingga mana yang lebih utama antara melaksanakannya secara sendiri (munfarid) atau berjamaah.
Menukil informasi dari laman resmi Muhammadiyah, rujukan terbaik untuk memahami persoalan ini adalah dengan kembali pada hadis-hadis Nabi Muhammad SAW.
Tarawih Adalah Sunnah, Bukan Wajib
Poin mendasar yang perlu dipahami adalah status hukum salat Tarawih. Hadis riwayat ‘Aisyah RA menjelaskan mengapa Rasulullah SAW tidak terus-menerus mengimami jamaah di masjid pada masanya.
عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ، فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ... فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ: «قَدْ رَأΕΙْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ، وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ» وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ
“...Rasulullah SAW bersabda: ‘Aku telah mengetahui apa yang kalian lakukan. Tidak ada yang menghalangiku keluar menemui kalian kecuali karena aku khawatir salat ini akan diwajibkan atas kalian.’ Dan peristiwa itu terjadi pada bulan Ramadan.” (HR. al-Bukhari).
Hadis ini menegaskan bahwa Tarawih sejak awal adalah ibadah sunnah. Keputusan Nabi SAW untuk tidak keluar menemui jamaah pada malam-malam tertentu justru didasari rasa kasih sayang agar umat tidak merasa terbebani jika ibadah tersebut berubah status menjadi wajib.
Hal senada diperkuat oleh hadis Abu Hurairah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan qiyam Ramadan tanpa perintah yang keras ('azimah). Beliau bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadan karena iman dan mengharap pahala (ihtisaban), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Dawud).
Jumlah Rakaat, Belajar dari Praktik Nabi SAW
Ilustrasi shalat.
Mengenai teknis pelaksanaan, jumlah rakaat sering menjadi ruang diskusi. Namun, berdasarkan kesaksian ‘Aisyah RA, jumlah rakaat salat malam Nabi SAW tetap konsisten baik di dalam maupun di luar Ramadan.مَا كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
“Rasulullah SAW tidak pernah menambah salat malamnya, baik di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya, lebih dari sebelas rakaat.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Data ini menunjukkan bahwa praktik sunnah Nabi yang otentik dalam qiyam Ramadan (yang kini dikenal sebagai Tarawih) adalah 11 rakaat, sudah termasuk salat Witir.
Mana yang Lebih Utama: Berjamaah atau Sendiri?
Meskipun salat sendiri tetap sah, mayoritas (jumhur) ulama fikih menyepakati bahwa salat Tarawih lebih utama (afdal) dilakukan secara berjamaah di masjid. Selain menghidupkan syiar Islam, berjamaah juga memiliki keutamaan pahala yang besar.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dzar RA:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا صَلَّى مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ
“Sesungguhnya seseorang jika salat bersama imam sampai selesai, maka dicatat baginya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Abu Dawud).
Terkait waktu pelaksanaan, Tarawih paling utama dilakukan pada larut malam mendekati waktu sahur.
Namun, demi meraih kemaslahatan jamaah dan syiar agama, pelaksanaannya di awal malam setelah salat Isya tetap dianjurkan dan menjadi tradisi yang kuat sejak masa Khalifah Umar bin Khattab RA.
Kesimpulannya, salat Tarawih adalah sarana untuk memperkuat ukhuwah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan mengikuti tuntunan yang memiliki sanad kuat, diharapkan ibadah ini membawa keberkahan dan menjadi penghapus dosa-dosa di masa lalu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang