Benarkah Ban Mobil Listrik Lebih Cepat Aus? Ini Penjelasannya
Selain baterai dan motor penggerak, ban menjadi salah satu komponen yang bekerja paling keras pada mobil listrik.
Bobot kendaraan yang relatif lebih berat serta torsi instan yang langsung tersalurkan ke roda saat akselerasi membuat banyak orang beranggapan bahwa umur pakai ban mobil listrik lebih pendek dibandingkan mobil konvensional.
Lantas, benarkah ban mobil listrik lebih cepat aus?
Desain eksterior mobil listrik GWM Ora 03
Fisa Rizqiano, Head of Original Equipment (OE) Sales PT Bridgestone Tire Indonesia, mengatakan secara teknis memang ada alasan mengapa ban mobil listrik menghadapi tekanan kerja yang lebih besar.
“Benar sekali, sebab bobotnya lebih berat dan momen inersianya lebih besar, sehingga ketika berakselerasi ada semacam friksi yang besar dibandingkan dengan mobil biasa (ICE)," kata Fisa kepada Kompas.com, belum lama ini.
Menurut Fisa, karakteristik mobil listrik yang memiliki torsi instan menjadi salah satu faktor utama yang membuat ban bekerja lebih keras, terutama saat akselerasi awal.
Selain itu, keberadaan baterai berkapasitas besar yang ditempatkan di bagian bawah kendaraan turut menambah bobot mobil secara keseluruhan.
Karena itu, spesifikasi ban untuk mobil listrik umumnya dibuat berbeda meskipun ukuran tapaknya sama dengan mobil konvensional.
“Biasanya misalnya 215/55-17 itu ada load index 94, itu dinaikkan jadi 98, biar bisa menanggung lebih berat meski ukurannya sama. Sebetulnya bisa pakai ban yang lebih besar, tapi akan makan ruang," katanya.
Material Khusus
Fisa menjelaskan, produsen ban juga menggunakan material atau kompon khusus untuk menjawab tantangan tersebut.
Tujuannya bukan hanya agar ban mampu menahan beban dan torsi yang lebih besar, tetapi juga menjaga efisiensi energi kendaraan.
“Tujuannya bukan hanya untuk menahan beban dan torsi, tapi juga untuk mengurangi gesekan agar efisiensi daya tetap optimal,” ucapnya.
Dengan berbagai penyesuaian tersebut, ban mobil listrik diharapkan tetap memiliki daya tahan yang baik meski harus bekerja lebih berat dibanding ban pada mobil konvensional.
Selain meningkatkan keawetan, pengembangan teknologi ban juga berperan penting dalam menjaga efisiensi dan jarak tempuh kendaraan listrik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang