Cuaca Ekstrem Landa NTB, Banjir dan Angin Kencang Terjang Sejumlah Daerah

Petugas melakukan pemotongan pohon yang tumbang di jalan raya, Lombok Utara, NTB
Petugas melakukan pemotongan pohon yang tumbang di jalan raya, Lombok Utara, NTB

Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak Selasa (20/1/2026) hingga Kamis (22/1/2026) dini hari memicu terjadinya banjir dan angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota. Dampak bencana hidrometeorologi tersebut dirasakan warga di Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa Barat, hingga Kota Mataram.

Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD NTB mencatat, banjir dan angin kencang menerjang sejumlah desa dan lingkungan permukiman di wilayah tersebut akibat intensitas hujan tinggi dan cuaca yang tidak menentu.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan banjir di Kabupaten Lombok Barat terjadi di Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, serta sejumlah desa di Kecamatan Sekotong, seperti Sekotong Tengah, Sekotong Barat, Desa Persiapan Blongas, Cendi Manik, Taman Baru, Desa Persiapan Pengatap, dan Desa Pelangan.

“Banjir terjadi akibat curah hujan tinggi sejak pukul 01.00 Wita pada Rabu dini hari yang mengakibatkan genangan di beberapa wilayah Kecamatan Labuapi dan Sekotong,” ujar Sadimin di Mataram, Kamis (22/1/2026).

Di Desa Perampuan, sebanyak 782 kepala keluarga (KK) terdampak dengan jumlah rumah terendam mencapai 782 unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 200 KK terpaksa mengungsi dan dipusatkan di Masjid Perampuan serta Kantor Desa.

Sementara di Kecamatan Sekotong, Desa Sekotong Tengah mencatat dampak terparah dengan 1.997 KK atau 5.557 jiwa terdampak dan seluruh rumah warga terendam. Di Desa Sekotong Barat, 35 KK atau 135 jiwa turut terdampak. Desa Persiapan Blongas mencatat 395 KK terdampak, Desa Cendi Manik 360 KK, Desa Taman Baru 1.137 KK, Desa Persiapan Pengatap 520 KK, serta Desa Pelangan 347 KK dengan rumah terendam.

Sadimin menjelaskan, saat ini BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak. Selain itu, dapur umum telah dibuka di Kantor Desa Perampuan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi.

Bantuan tanggap darurat juga telah disalurkan, berupa paket pangan, air mineral, pampers dewasa, hingga bantuan sandang. Dinas Sosial Kabupaten Lombok Barat turut memberikan bantuan makanan siap saji, makanan anak, kasur, perlengkapan keluarga, selimut, mie instan, tenda, serta membuka posko bantuan di Kantor Desa Perampuan.

“BPBD juga melakukan pengiriman air bersih ke Desa Persiapan Blongas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” jelas Sadimin.

Di Kabupaten Lombok Tengah, banjir merendam permukiman warga di sejumlah desa, antara lain Desa Kabul dan Pandan Indah di Kecamatan Praya Barat Daya dengan 145 KK terdampak. Di Kecamatan Praya Barat, banjir melanda Desa Bonder, Selong Belanak, dan Tanak Rarang dengan total 130 KK terdampak.

Selain itu, Desa Kuta dan Pengembur di Kecamatan Pujut mencatat 97 KK terdampak, Desa Puyung di Kecamatan Jonggat sebanyak 5 KK, serta Desa Pemepek di Kecamatan Pringgarata dan Desa Kidang di Kecamatan Praya Timur dengan total 80 KK terdampak.

“Di beberapa titik, banjir hingga kini masih belum surut. Tim sudah melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, di Kabupaten Lombok Utara, bencana angin kencang terjadi sejak Selasa (20/1) hingga Rabu (21/1) dini hari. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang yang menghalangi akses jalan serta merusak rumah warga.

Tercatat tujuh desa di empat kecamatan terdampak, yakni Desa Akar-Akar dan Mumbul Sari di Kecamatan Bayan, Desa Sambil Bangkol di Kecamatan Gangga, Desa Pemenang, Gili Meno, dan Gili Air di Kecamatan Pemenang, serta Desa Sigar Penjalin di Kecamatan Tanjung.

Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Sumbawa Barat. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang, akses jalan terhambat, serta rumah warga mengalami kerusakan di Desa Manemeng dan Mura, Kecamatan Brang Ene, Desa Labuhan Lalar, Banjar, Lamunga, Kelurahan Telaga Bertong di Kecamatan Taliwang, serta Desa Maluk dan Mantun di Kecamatan Maluk.

Di Kota Mataram, angin kencang hingga angin puting beliung dilaporkan merusak sejumlah rumah warga dan menumbangkan pohon di beberapa kelurahan, di antaranya Ampenan, Bintaro, Pajarakan Karya, Karang Baru, dan Monjok Timur di Kecamatan Selaparang, serta Kelurahan Cakranegara, Sapta Marga, dan Cilinaya di Kecamatan Cakranegara.

Sadimin mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat NTB telah memasuki musim hujan dan sebagian wilayah berada pada fase puncak.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” katanya. (Sumber ANTARA)