Bung Ropan Bongkar Kunci Sukses John Herdman Saat Timnas Indonesia 'Pecundangi' Oman

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dan Witan Sulaeman, Pergantian Pemain Herdman Berjalan Sempurna, Joey Pelupessy dan Ivar Jenner Jadi Kunci Keseimbangan, Elkan Baggott Jawab Kepercayaan Pelatih, Emil Audero Jadi Tembok Kokoh Garuda, Herdman Mulai Bangun Masa Depan Timnas, Jalannya Pertandingan
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dan Witan Sulaeman

Timnas Indonesia tampil luar biasa saat menghancurkan Oman dengan skor telak 3-0 dalam laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 5 Juni 2026. Kemenangan ini bukan hanya menjadi hasil positif bagi skuad Garuda, tetapi juga menunjukkan perkembangan signifikan di bawah arahan pelatih anyar, John Herdman.

Tiga gol yang dicetak Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen membawa Indonesia meraih kemenangan meyakinkan atas tim yang memiliki ranking FIFA jauh lebih tinggi. Oman datang ke Jakarta dengan status penghuni peringkat 79 dunia, sementara Indonesia pada saat sebelum bertanding masih berada di posisi 122 FIFA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi pengamat sepak bola Bung Ropan, kemenangan ini bukan terjadi secara kebetulan. Ia melihat ada sejumlah faktor penting yang menjadi kunci keberhasilan John Herdman meracik permainan Timnas Indonesia hingga mampu mendominasi Oman sepanjang pertandingan.

Menurut Bung Ropan, salah satu aspek yang paling menonjol adalah keberanian Indonesia untuk tampil menyerang sejak menit pertama tanpa merasa inferior menghadapi lawan yang secara ranking berada jauh di atas.

Timnas Indonesia Vs Oman

"Tim asuhan John Herdman bermain dengan sangat baik dan sangat percaya diri untuk bisa mengalahkan Oman," ujar Bung Ropan dalam kanal YouTube Bung Ropan.

Menariknya, Bung Ropan mengaku cukup terkejut dengan penampilan Oman. Sebab sebelumnya tim asal Timur Tengah tersebut mampu memberikan perlawanan sengit saat menghadapi negara-negara kuat Asia.

Ia mencontohkan bagaimana Oman mampu menahan Qatar dengan skor imbang saat bermain di kandang lawan. Namun saat menghadapi Indonesia, permainan Oman justru terlihat kesulitan berkembang. Menurut Bung Ropan, hal itu terjadi karena tekanan yang diberikan para pemain Indonesia berjalan sangat efektif.

"Oman tidak tampil seperti yang saya harapkan. Mereka pernah menahan Qatar 0-0 di Qatar dan bermain bagus. Tapi kali ini mereka berada di bawah tekanan pemain-pemain kita yang bermain lebih baik," beber Bung Ropan..

Oman mencoba mengandalkan pola permainan pragmatis dan serangan balik. Namun strategi tersebut gagal berjalan karena Indonesia mampu mengontrol tempo pertandingan dan menutup ruang gerak lawan sejak awal.

Pergantian Pemain Herdman Berjalan Sempurna

Faktor lain yang mendapat pujian Bung Ropan adalah keputusan-keputusan taktis yang dibuat John Herdman selama pertandingan berlangsung. Ketika sejumlah pergantian pemain dilakukan, permainan Indonesia tidak mengalami penurunan kualitas. Bahkan dominasi Garuda tetap terjaga hingga laga berakhir. Menurut Bung Ropan, hal tersebut menunjukkan bahwa Herdman memiliki pemahaman yang baik terhadap karakter pemain yang dimilikinya.

"Pergantian-pergantian pemain yang dilakukan oleh John Herdman berjalan dengan baik," ujar Bung Ropan.

Situasi ini menjadi sinyal positif bagi Timnas Indonesia. Sebab selama beberapa tahun terakhir, pergantian pemain kerap menjadi titik lemah yang membuat performa tim menurun di babak kedua. Namun saat menghadapi Oman, siapa pun pemain yang masuk mampu menjalankan tugasnya dengan baik sesuai kebutuhan tim.

Joey Pelupessy dan Ivar Jenner Jadi Kunci Keseimbangan

Selain memuji pelatih, Bung Ropan juga memberikan sorotan khusus kepada duet gelandang Joey Pelupessy dan Ivar Jenner. Menurutnya, kedua pemain tersebut memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan permainan Indonesia.

Bahkan Bung Ropan menilai keberadaan mereka menjadi alasan mengapa Indonesia mampu mendominasi penguasaan bola sekaligus meredam serangan-serangan Oman.

"Kuncinya juga ada di Ivar Jenner dan Joey Pelupessy. Dua pemain kita yang sangat baik sekali untuk bisa bermain sepanjang laga," ujarnya.

Duet tersebut berhasil menghubungkan lini belakang dan lini depan dengan sangat efektif. Saat menyerang mereka aktif membangun permainan, sementara ketika kehilangan bola mereka langsung melakukan tekanan untuk merebut kembali penguasaan. Peran mereka membuat pemain-pemain kreatif seperti Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, dan Beckham Putra bisa lebih leluasa menyerang.

Elkan Baggott Jawab Kepercayaan Pelatih

Nama lain yang mendapat apresiasi tinggi dari Bung Ropan adalah Elkan Baggott. Bek jangkung tersebut dipercaya mengisi posisi penting di jantung pertahanan dan sukses tampil solid sepanjang pertandingan. Menurut Bung Ropan, performa Elkan saat melawan Oman bahkan layak disebut sebagai salah satu yang terbaik selama berseragam Timnas Indonesia.

"Kalau bisa saya katakan ini penampilan terbaik dari seorang Elkan Baggott. Dia membayar kepercayaan itu dengan baik," katanya.

Bersama Rizky Ridho dan Justin Hubner, Elkan mampu membuat lini serang Oman kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Emil Audero Jadi Tembok Kokoh Garuda

Meski Indonesia menang dengan skor meyakinkan, Bung Ropan menilai ada satu momen yang sangat menentukan jalannya pertandingan. Momen tersebut terjadi ketika Oman mendapatkan hadiah penalti pada babak pertama saat skor masih 2-0.

Jika penalti tersebut berbuah gol, momentum pertandingan bisa berubah. Namun Emil Audero tampil gemilang dengan menggagalkan eksekusi lawan. Bung Ropan bahkan menilai penjaga gawang keturunan Indonesia-Italia itu layak disebut sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut.

"Emil Audero tampil luar biasa dan layak menjadi man of the match. Ketika ada penalti dari Oman, dia mampu membaca dan menahan penalti tersebut," ujar Bung Ropan.

Herdman Mulai Bangun Masa Depan Timnas

Di luar kemenangan atas Oman, Bung Ropan juga melihat langkah Herdman memasukkan Mathew Baker sebagai bagian dari proyek jangka panjang Timnas Indonesia. Pemain berusia 17 tahun tersebut menjalani debut bersama tim senior dan tampil cukup menjanjikan.

Menurut Bung Ropan, keberanian Herdman memberikan kesempatan kepada pemain muda menjadi bukti bahwa pelatih asal Inggris tersebut tidak hanya memikirkan hasil saat ini, tetapi juga masa depan Timnas Indonesia.

Debut Mathew Baker dinilai sebagai investasi penting yang bisa memberikan manfaat besar dalam beberapa tahun mendatang.

Jalannya Pertandingan

Timnas Indonesia langsung tampil menekan sejak awal pertandingan. Peluang pertama hadir pada menit ketujuh melalui Nathan Tjoe-A-On, tetapi sundulannya masih mampu ditepis Ahmed Faraj.

Indonesia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-13. Berawal dari bola mati yang dieksekusi Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner sukses menanduk bola ke dalam gawang Oman dan membawa Garuda unggul 1-0.

Tekanan Indonesia terus berlanjut. Ole Romeny menggandakan keunggulan pada menit ke-28 setelah memanfaatkan umpan panjang Rizky Ridho dan menaklukkan Ahmed Faraj melalui sepakan mendatar.

Oman sempat memperoleh peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan melalui penalti pada menit ke-38. Namun Emil Audero tampil heroik dengan menggagalkan eksekusi Hatem Sultan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada babak kedua, Indonesia semakin nyaman mengendalikan permainan. Ragnar Oratmangoen mencetak gol ketiga pada menit ke-55 setelah memanfaatkan umpan silang Ivar Jenner.

John Herdman kemudian melakukan sejumlah rotasi, termasuk memberi kesempatan debut kepada Mathew Baker pada menit ke-80. Meski banyak pergantian dilakukan, dominasi Indonesia tidak berkurang. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Timnas Indonesia.