Pengamat Lihat Komitmen Penuh Mathew Baker untuk Timnas Indonesia

Mathew Baker menjadi sorotan setelah menuai debut bersama Timnas Indonesia dalam laga melawan Oman, Jumat (5/6/2026).
Sebelum ini, nama Mathew Baker pernah beberapa kali jadi bahan pembicaraan hangat publik sepak bola Indonesia.
Namanya sempat muncul dalam daftar pemain timnas kelompok umur Australia. Hal itu memunculkan spekulasi mengenai negara yang akan dibelanya di masa depan.
Namun, seiring berjalannya waktu, pemain Melbourne City itu justru semakin menunjukkan kedekatannya dengan Indonesia.
Mathew Baker jadi andalan Timnas U17 Indonesia kala mentas di Piala Asia dan Piala Dunia U17 2025 silam.
Kini, sejarah baru dituliskannya. Mathew Baker yang baru berumur 17 tahun, mencatat penampilan perdananya bersama Timnas Indonesia di level senior dalam partai uji coba melawan Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (5/6/2026).
Menurut pengamat sepak bola nasional, Rizal Pahlevi, perjalanan yang dilalui Mathew Baker bersama timnas Indonesia di berbagai kelompok umur menjadi bukti kuat bahwa pemain muda tersebut memiliki komitmen yang serius terhadap Merah Putih.
“Kita tahu sendiri di momen tahun lalu namanya tercatut di situs timnas kelompok umur Australia. Bagaimana diikutsertakan dan itu menjadi tanda tanya apakah dia akan memperkuat Australia,” ujar pengamat yang biasa disapa Rizal itu kepada Kompas.com.
“Tapi saya rasa momen seperti ini yang sudah ditunjukkan dalam beberapa turnamen saya rasa dia memiliki ketertarikan yang sangat jelas dan komitmennya full untuk Indonesia,” imbuhnya.
Penilaian tersebut semakin menguat setelah Baker terus hadir dalam berbagai agenda Timnas Indonesia kelompok umur dan kini berhasil menjalani debut bersama skuad level senior.
Masih Bisa Memilih, Tapi Hatinya Dinilai Sudah Menentukan
Secara regulasi FIFA, seorang pemain masih bisa berganti tim nasional meski sudah pernah membela timnas sebuah negara.
Ini bisa terjadi untuk pemain yang terakhir membela timnas senior pada usia di bawah 21 tahun dan belum pernah mentas dalam kategori turnamen internasional level A.
Kendati demikian, Rizal Pahlevi melihat ikatan kuat Mathew Baker dengan Indonesia.
“Jadi memang kalau secara peraturan kalau belum tiga penampilan senior pemain tersebut bisa saja memilih ke timnas negara lain,” ujar Rizal Pahlevi.
“Saya rasa apa yang sudah ditunjukkan Mathew Baker beberapa momen yang bagaimana dia menunjukkan begitu cinta dengan Indonesia,” sambungnya.
Pemain berusia 17 tahun itu sendiri menjadi salah satu simbol regenerasi yang tengah berlangsung di tubuh timnas Indonesia.
Kehadiran pemain muda berkualitas yang berani bersaing di level senior memberikan optimisme besar bagi masa depan skuad Garuda.
Ekspresi emosional bek Timnas Indonesia Mathew Baker saat menyanyikan lagu Indonesia Pusaka usai laga melawan Oman di ajang FIFA Matchday pada Jumat (5/6/2026).
Masa Depan Cerah Timnas Indonesia
Debut Mathew Baker bukan hanya menjadi pencapaian pribadi sang pemain, melainkan juga menjadi kabar baik bagi masa depan timnas Indonesia.
Apalagi dalam usia yang masih sangat muda, ia sudah mendapatkan pengalaman bermain di Piala Dunia U17, kompetisi internasional kelompok umur, hingga akhirnya mencicipi atmosfer pertandingan Timnas Indonesia senior yang dipadati 23.677 suporter.
Bahkan usai pertandingan, ia tampak emosional ketika merayakan kemenangan bersama anggota tim dan suporter.
Momen tersebut memperlihatkan betapa besar arti laga debut itu bagi dirinya.
“Saya rasa kita sudah memiliki masa depan yang begitu baik dengan Mathew Baker yang tampaknya komitmen begitu penuh untuk Timnas Indonesia,” kata Rizal Pahlevi.
“Saya sangat bangga dengan turunnya dia di atas lapangan untuk mendapatkan debutnya di usia 17 tahun ini,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang