Sosok Mathew Baker, Pemain Blasteran Australia Berdarah Batak yang Jadi 'Amunisi Baru' Timnas Indonesia
Debut Mathew Baker bersama Timnas Indonesia senior menjadi salah satu sorotan dalam kemenangan Skuad Garuda atas Oman pada laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat 5 Juni 2026.
Meski baru berusia 17 tahun, pemain bertahan berdarah Indonesia-Australia tersebut berhasil mencuri perhatian publik sepak bola Tanah Air berkat penampilannya yang tenang serta perjalanan kariernya yang menjanjikan.
Mathew Baker menjalani debut resminya bersama Timnas Indonesia senior ketika masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-79 menggantikan kapten tim, Rizky Ridho. Penampilan tersebut menjadi momen bersejarah bagi pemain muda yang selama ini dikenal sebagai salah satu talenta terbaik di kelompok usia Timnas Indonesia.
Usai pertandingan, Baker mengaku sangat terkesan dengan atmosfer tim senior yang menurutnya memiliki kualitas luar biasa. Ia merasa mendapatkan banyak pelajaran selama menjalani pemusatan latihan bersama skuad asuhan John Herdman.
"Kualitas tim ini luar biasa. Sejak saya dibawa ke sini, level latihan yang dijalani orang-orang ini sangat hebat dan saya telah belajar banyak selama beberapa hari terakhir bersama tim," kata Baker.
Tak hanya itu, pemain muda tersebut juga mengungkapkan kebahagiaannya setelah akhirnya mendapat kesempatan tampil bersama tim senior Indonesia di hadapan puluhan ribu suporter yang memenuhi Stadion Gelora Bung Karno.
"Perasaan saat saya masuk sebagai pengganti hari ini tidak bisa dijelaskan, bahkan sampai sekarang. Masih terasa nyata. Saya rasa kalian bisa melihat saat kita menyanyikan 'Tanah Airku', semua emosi saya keluar di sana. Saya sangat senang. Kata 'senang' saja tidak cukup menggambarkan perasaan saya, saya sangat bahagia," ujarnya.
Selain mendapatkan pengalaman berharga di tim senior, Baker juga mengungkapkan bahwa Kevin Diks menjadi salah satu sosok yang banyak membantunya selama mengikuti pemusatan latihan. Kehadiran pemain yang berkarier di Bundesliga tersebut membuat proses adaptasinya berjalan lebih mudah.
Profil Mathew Baker
Mathew Baker memiliki nama lengkap Matthew Sitorus Baker. Ia lahir di Melbourne, Australia, pada 13 Mei 2009. Meski tumbuh dan besar di Negeri Kanguru, Baker memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang berasal dari Jakarta dan bermarga Sitorus, salah satu marga Batak yang cukup dikenal di Indonesia.
Di usia yang masih sangat muda, Baker sudah menunjukkan kemampuan bermain yang cukup lengkap. Pemain dengan tinggi sekitar 172 sentimeter tersebut dapat beroperasi sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan. Kemampuannya membaca permainan, ketenangan saat menguasai bola, serta distribusi umpan yang baik membuatnya dinilai sebagai salah satu bek modern yang memiliki prospek cerah.
Saat ini Baker tercatat memperkuat Melbourne City U-18 dengan nomor punggung 57. Klub tersebut merupakan bagian dari jaringan sepak bola yang terafiliasi dengan Manchester City, sehingga dikenal memiliki sistem pembinaan pemain muda yang berkualitas.
Perjalanan Karier dan Pilihan Membela Indonesia
Karier sepak bola Baker dimulai sejak usia dini ketika bergabung dengan akademi Malvern City pada 2016. Dua tahun kemudian, ia melanjutkan proses pembinaan di Box Hill United sebelum akhirnya direkrut Melbourne City U-18 pada 2021.
Bersama Melbourne City, perkembangan Baker terus mendapat perhatian. Fleksibilitasnya bermain di beberapa posisi membuatnya menjadi salah satu pemain muda yang cukup menonjol di kelompok usianya.
Nama Baker mulai dikenal luas oleh publik Indonesia setelah mendapat panggilan dari pelatih Nova Arianto untuk memperkuat Timnas Indonesia U-16 pada ajang ASEAN U-16 Boys Championship 2024 di Solo. Kehadirannya langsung memberi warna baru di lini belakang Garuda Muda yang tampil lebih solid sepanjang turnamen.
Salah satu keputusan yang membuat namanya semakin mendapat simpati dari suporter Indonesia adalah ketika ia menolak panggilan mengikuti kamp pelatihan Australia U-17 pada Agustus 2024. Meski lahir dan besar di Australia, Baker memilih untuk melanjutkan perjalanan karier internasionalnya bersama Timnas Indonesia.
Keputusan tersebut menjadi bukti komitmennya terhadap Merah Putih dan semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain muda yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.
Sudah Mengoleksi Prestasi Sejak Usia Muda
Meski usianya masih belia, Mathew Baker sudah mencatat sejumlah pencapaian yang cukup membanggakan. Bersama Timnas Indonesia U-16, ia turut membantu Garuda Muda meraih peringkat ketiga pada ASEAN U-16 Championship 2024.
Tak hanya itu, performa konsistennya juga membuat Baker mendapatkan penghargaan FOOTFOCUS Awards Best Player U17 Indonesia National Football Team 2024. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa dirinya merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia saat ini.
Kini, setelah berhasil mencatat debut bersama Timnas Indonesia senior, langkah karier Mathew Baker diperkirakan akan semakin menarik untuk diikuti. Dengan usia yang masih 17 tahun dan pengalaman yang terus bertambah, ia memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu bek andalan Skuad Garuda pada masa mendatang.