Debut Bersejarah Mathew Baker, Bukti Komitmen untuk Timnas Indonesia

Mathew Baker, timnas Indonesia, Debut Bersejarah Mathew Baker, Bukti Komitmen untuk Timnas Indonesia

Kemenangan timnas Indonesia atas Oman dengan skor akhir 3-0 pada FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam, tidak hanya menghadirkan tiga poin penting dan tambahan kepercayaan diri bagi tim.

Di balik gol-gol Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen, terselip sebuah cerita yang akan dikenang dalam perjalanan sepak bola Indonesia.

Sebanyak 23.677 penonton menjadi saksi panggung debut bagi Mathew Baker, pemain muda berusia 17 tahun yang resmi mencatatkan namanya dalam sejarah timnas Indonesia.

Pengamat sepak bola nasional Rizal Pahlevi menilai kesempatan yang diraih pemain klub Australia itu bukan sesuatu yang datang begitu saja.

“Tentu menurut saya jelas sekali butuh sesuatu spesial. Untuk mendapatkan debut di level timnas senior di usia 17 tahun itu membutuhkan suatu spesial dan Mathew Baker jelas memiliki hal tersebut,” ujarnya kepada Kompas.com.

Mathew Baker masuk ke lapangan pada menit ke-80 menggantikan Rizky Ridho. Meski hanya bermain beberapa menit, momen tersebut menjadi langkah besar dalam karier sepak bolanya.

Rekor yang Terus Bertambah

{erjalanannya selama beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang sangat konsisten.

Pemain berposisi bek muda itu terus mencatatkan kemajuan dari level usia muda hingga akhirnya menembus timnas Indonesia senior.

“Jadi ini bisa dikatakan tahun demi tahun dia mencatatkan rekor yang begitu positif. Bagaimana dia begitu konsisten bermain di level kelompok U16, U17 bahkan tampil di Piala Dunia U17 dan hari ini dia melakukan debutnya untuk Timnas senior,” tutur Rizal Pahlevi.

Debut tersebut juga menghadirkan sebuah catatan sejarah baru. Mathew Baker resmi menjadi pemain termuda yang pernah tampil bersama timnas Indonesia senior.

Ia bahkan mengaitkan momen itu dengan salah satu kenangan yang selalu melekat saat laga Indonesia menghadapi Oman.

“Bahkan ketika Indonesia bertemu Oman tahun 2010 dan ada kejadian penonton masuk ke atas lapangan, Hendri Mulyadi itu dia usianya masih belum mencapai satu tahun ya,” ujar pengamat yang biasa disapa Rizal itu.

“Jadi ini sesuatu yang menurut saya cukup memorable, mengingat lawan Timnas Oman selalu di benak saya ada momen pitch invader seperti itu dan saat ini menjadi saksi bagaimana Mathew Baker menjalani debutnya di usia begitu muda,” sambungnya.

Mathew Baker, timnas Indonesia, Debut Bersejarah Mathew Baker, Bukti Komitmen untuk Timnas Indonesia

Aksi Mathew Baker dalam laga Timnas Indonesia vs Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Baginya, rekor tersebut bukan sekadar angka.

Debut di usia 17 tahun menjadi simbol bahwa pemain yang kini berkarier bersama Melbourne City memang memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting timnas Indonesia di masa depan.

“Bahkan bisa dibilang rekor untuk seorang pemain debut di timnas senior dan saya rasa dia layak mendapatkan debut ini,” ujarnya lagi.

Awal Pekan yang Tak Terlupakan

Debutnya melawan Oman menjadi bagian dari pekan yang sangat spesial bagi Mathew Baker. Setelah memperkuat tim senior, ia juga akan kembali menjalani tugas bersama Timnas U19 Indonesia pada ajang ASEAN U19 Championship 2026.

Kondisi tersebut membuatnya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam waktu yang berdekatan.

“Sehingga ini menjadi momen yang membahagiakan untuk seorang Mathew Baker,” kata Rizal Pahlevi.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa debut ini baru permulaan. Jalan panjang masih menanti pemain muda tersebut jika ingin terus berkembang dan mempertahankan tempatnya di level tertinggi.

“Tapi menurut saya ini adalah sebuah awal dan akan semakin banyak lagi perjuangan yang harus ditunjukkan Mathew Baker ke depannya. Ini sudah menjadi awalan yang baik,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang