Ranking FIFA Timnas Indonesia Melejit! Hajar Oman 3-0, Garuda Naik 4 Tingkat dan Dekati 100 Besar Dunia
Skuad Garuda sukses memanfaatkan FIFA Matchday Juni 2026 dengan hasil sempurna setelah mengalahkan Oman 3-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.
Hasil tersebut membuat Indonesia mendapatkan tambahan 6,56 poin FIFA, sekaligus mendongkrak posisi tim asuhan John Herdman empat tingkat ke peringkat 118 dunia. Sebelumnya, Indonesia menempati posisi ke-122.
Berdasarkan pembaruan ranking FIFA terbaru, Indonesia kini mengoleksi 1.151,45 poin. Menariknya, capaian ini menyamai posisi terbaik Garuda dalam beberapa tahun terakhir, yakni saat sempat menempati peringkat ke-118 pada Juli 2025.
Kenaikan empat tingkat menjadi sinyal positif bagi proyek pembangunan tim yang sedang dijalankan John Herdman. Terlebih, lawan yang dikalahkan bukan tim sembarangan. Oman saat ini masih berada di posisi ke-79 dunia, atau unggul 39 peringkat dari Indonesia.
Namun, posisi Indonesia masih sangat mungkin berubah. FIFA kini menerapkan sistem ranking secara real time sehingga setiap pertandingan internasional dapat langsung memengaruhi peringkat setelah laga selesai dimainkan.
Garuda bahkan berpeluang kembali memperbaiki posisinya saat menghadapi Mozambik pada FIFA Matchday berikutnya, Selasa, 9 Juni 2026. Saat ini Mozambik berada di peringkat 101 dunia. Jika kembali meraih kemenangan, Indonesia berpotensi mendekati bahkan menyalip negara-negara yang berada tepat di atasnya.
Lebih dari sekadar tambahan poin ranking, kemenangan atas Oman juga memiliki nilai historis. Untuk pertama kalinya dalam 38 tahun terakhir, Indonesia berhasil menundukkan tim berjuluk The Gulf Samba tersebut.
Terakhir kali Indonesia mengalahkan Oman terjadi pada ajang King's Cup 1988 di Thailand. Saat itu Garuda juga menang dengan skor identik, 3-0. Kemenangan di SUGBK sekaligus mengakhiri catatan buruk Indonesia dalam empat pertemuan terakhir melawan Oman yang berakhir dengan tiga kekalahan dan satu hasil imbang.
Secara keseluruhan, rekor pertemuan kedua tim kini menjadi lebih seimbang dengan catatan tiga kemenangan Indonesia, dua hasil imbang, dan tiga kemenangan Oman.
Garuda Tampil Dominan
Kemenangan Indonesia atas Oman bukan sekadar soal skor. Dari jalannya pertandingan, tim asuhan Patrick Kluivert tampil lebih efektif dan disiplin.
Berdasarkan statistik pertandingan, Indonesia unggul dalam penguasaan bola dengan 56 persen berbanding 44 persen milik Oman. Garuda juga mampu menciptakan enam tembakan dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang.
Meski Oman melepaskan lebih banyak percobaan tembakan, lini pertahanan Indonesia tampil solid. Emil Audero menjadi salah satu aktor penting setelah menggagalkan tendangan penalti Hatem Al Rushadi pada babak pertama.
Gol pertama Indonesia lahir pada menit ke-13 melalui sundulan Justin Hubner yang memanfaatkan skema bola mati dari Nathan Tjoe-A-On.
Keunggulan kemudian bertambah pada menit ke-27. Ole Romeny berhasil memanfaatkan celah di pertahanan Oman sebelum melepaskan penyelesaian yang gagal diantisipasi kiper lawan.
Momentum Oman untuk bangkit sebenarnya hadir menjelang turun minum saat mendapatkan hadiah penalti. Namun, Emil Audero tampil gemilang dengan membaca arah tendangan Al Rushadi dan menjaga keunggulan Indonesia tetap aman.
Memasuki babak kedua, Indonesia tidak mengendurkan tekanan. Ragnar Oratmangoen memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-57 sekaligus mengunci kemenangan Garuda.
Di sisa pertandingan, Oman beberapa kali berusaha memperkecil ketertinggalan. Namun, kokohnya pertahanan Indonesia membuat hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap bertahan 3-0.
Statistik Indonesia vs Oman
- Penguasaan bola: Indonesia 56 persen – Oman 44 persen
- Tembakan: Indonesia 6 – Oman 10
- Tembakan tepat sasaran: Indonesia 3 – Oman 5
- Tendangan sudut: Indonesia 3 – Oman 3
- Offside: Indonesia 0 – Oman 1
- Pelanggaran: Indonesia 12 – Oman 7
- Kartu kuning: Indonesia 3 – Oman 0