Debut di Timnas Indonesia Vs Oman, Mathew Baker Masih Bisa Bela Australia? Ini Kata FIFA
Mathew Baker resmi debut bersama Timnas Indonesia di pertandingan melawan Oman. Namun, pemain Melbourne City ini belum sepenuhnya aman karena masih bisa membela Timnas Australia pada masa depan jika syaratnya terpenuhi.
Mathew Baker debut bersama Timnas Indonesia senior saat menghadapi Oman dalam FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Momen itu terjadi ketika bek muda Melbourne City tersebut masuk pada menit ke-80 menggantikan Rizky Ridho.
Momen tersebut terasa semakin spesial karena Timnas Indonesia berhasil menang telak 3-0 atas Oman. Namun, di balik euforia kemenangan itu, muncul pertanyaan menarik soal masa depan internasional Baker.
Apakah Mathew Baker masih memungkinkan membela Australia pada masa depan setelah menjalani debut bersama Timnas Indonesia senior? Jawabannya, secara aturan FIFA, peluang itu masih ada, tetapi tidak bisa disebut sederhana.
Timnas Indonesia Vs Oman
Hal itu karena laga Indonesia vs Oman berstatus FIFA Matchday atau pertandingan persahabatan internasional. Dengan kata lain, laga tersebut bukan pertandingan resmi kompetitif seperti Kualifikasi Piala Dunia, Piala Asia, atau turnamen resmi konfederasi.
Dalam aturan FIFA terkait eligibility pemain, ada penjelasan penting mengenai status laga persahabatan. FIFA menulis, “Karena itu, pertandingan persahabatan bukanlah pertandingan dalam kompetisi resmi.” Artinya, debut Baker melawan Oman tidak otomatis mengunci permanen dirinya untuk Timnas Indonesia.
Meski begitu, caps melawan Oman tetap bisa dihitung sebagai penampilan di level senior A. Inilah yang membuat kasus Baker tetap menarik untuk dibahas lebih jauh.
Banyak yang menyebut seorang pemain masih bisa pindah asosiasi jika belum bermain dalam tiga pertandingan di tim senior. Pernyataan itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak boleh dipahami secara mentah.
Pemain Timnas Indonesia Mathew Baker
Dalam regulasi FIFA, pemain memang masih bisa mengajukan perubahan asosiasi meski sudah tampil di level senior A, selama jumlah penampilannya tidak lebih dari tiga pertandingan. Namun, aturan itu tetap memiliki syarat lain, termasuk usia pemain saat tampil, jenis pertandingan, masa tunggu, dan belum pernah tampil di putaran final turnamen besar senior.
Dengan kondisi saat ini, Baker baru mencatatkan satu caps senior bersama Timnas Indonesia melalui laga persahabatan melawan Oman. Karena belum tampil di kompetisi resmi senior, peluangnya untuk membela Australia secara regulasi belum tertutup total.
Namun, Australia tidak bisa begitu saja memanggil Baker tanpa proses. Sebab, pemain kelahiran Melbourne pada 13 Mei 2009 itu sudah lebih dulu memperkuat Indonesia di level usia muda.
Baker diketahui pernah membela Indonesia U-17 pada ajang resmi kelompok umur. Riwayat tersebut membuat status sporting nationality-nya tetap harus diperhatikan jika suatu hari Australia ingin menggunakan jasanya.
Pemain Timnas Indonesia U-17 Mathew Baker
Karena itu, jalur yang mungkin ditempuh adalah change of association atau perubahan asosiasi melalui FIFA. Proses ini harus memenuhi syarat administrasi dan regulasi yang berlaku.
Bagi Timnas Indonesia, debut Baker jelas menjadi langkah penting untuk memperkuat ikatan sang pemain dengan skuad Garuda. John Herdman tampaknya ingin memberi pengalaman internasional senior lebih cepat kepada pemain muda yang dinilai punya masa depan cerah.
Masuknya Baker pada menit ke-80 juga menunjukkan bahwa ia mulai masuk dalam rencana jangka panjang Timnas Indonesia. Meski hanya tampil sekitar 10 menit waktu normal, pengalaman tersebut sangat berharga bagi pemain yang masih berusia 17 tahun.
Di sisi lain, Australia masih punya ruang secara teori untuk mencoba membawa Baker kembali ke sistem mereka. Apalagi, Baker lahir dan berkembang dalam lingkungan sepak bola Australia bersama Melbourne City.
Namun, secara emosional dan karier internasional, Baker sudah semakin dekat dengan Indonesia. Debut senior di SUGBK saat Garuda menang 3-0 atas Oman tentu menjadi momen yang tidak mudah dilupakan.
Kesimpulannya, Mathew Baker masih memungkinkan membela Australia pada masa depan, tetapi tidak semudah pemain yang belum pernah tampil bersama Indonesia. Debut melawan Oman belum mengunci permanen, tetapi semakin sering ia dimainkan Indonesia di level senior, terutama di laga resmi, maka peluang pindah asosiasi akan semakin rumit. (fan)