Pernah Bikin Malu Berat! Diego Michiels Kenang Momen Kelam saat Timnas Indonesia Dibantai Bahrain 10-0
Timnas Indonesia telah melewati berbagai fase dalam perjalanan sepak bolanya, mulai dari masa kejayaan hingga periode sulit yang masih dikenang para pemain maupun suporter. Salah satu momen yang paling membekas dalam sejarah sepak bola nasional adalah kekalahan telak 0-10 dari Bahrain pada Kualifikasi Piala Dunia 2014.
Bagi mantan pemain Timnas Indonesia, Diego Michiels, pertandingan tersebut bukan hanya sekadar kekalahan besar. Ia mengaku peristiwa itu menjadi salah satu pengalaman paling memalukan sepanjang kariernya sebagai pesepak bola profesional.
Dalam sebuah podcast bersama Oki Rengga, Diego mengenang bagaimana situasi kacau yang terjadi saat laga berlangsung hingga dampaknya terhadap mental para pemain setelah pertandingan usai.
Mantan bek Timnas Indonesia itu mengaku dirinya masih sulit memahami apa yang sebenarnya terjadi pada pertandingan tersebut. Menurutnya, situasi di lapangan berlangsung sangat cepat dan membuat para pemain kehilangan arah.
"Saya juga bingung sekali. Serius. Saya masuk di lapangan tiba-tiba, saya enggak tahu. Saya bingung sekali,” kata Diego yang dikutip dari YouTube Vivagoal Indonesia pada Kamis, 4 Juni 2026.
Kondisi semakin buruk ketika Timnas Indonesia harus kehilangan pemain akibat kartu merah dan menghadapi tekanan besar dari tim tuan rumah.
Diego mengaku suasana pertandingan terasa sangat berat dan membuat seluruh tim kesulitan mengembangkan permainan.
"Saya bingung sekali. Aduh, apa yang terjadi ini?" katanya lagi.
Tak hanya di lapangan, suasana muram juga terasa hingga ke ruang ganti. Diego mengungkapkan bahwa para pemain seolah kehilangan semangat setelah melihat skor yang terus bertambah untuk Bahrain. Ia bahkan mengaku baru masuk ke ruang ganti setelah cukup lama berada di lapangan.
"Saya lama di lapangan. Mungkin setelah 30 menit baru masuk ke ruang ganti. Saya bingung, ada apa ya. Itu parah sekali, kayak gelap aja, sudah hilang total,” ujar Diego bercerita.
Yang menarik, Diego juga mengungkap fakta yang jarang diketahui publik. Setelah pulang ke Indonesia, para pemain Timnas disebut sempat dimintai keterangan terkait pertandingan tersebut. Menurut Diego, seluruh anggota tim dipanggil untuk memberikan penjelasan.
"Yang lucu ini, kita pulang ke Indonesia, kita diinterogasi sama Interpol waktu itu,” ujarnya lagi.
Ia menduga pemeriksaan dilakukan karena skor pertandingan yang sangat mencolok sehingga menimbulkan berbagai spekulasi.
"Mungkin mereka pikir match fixing kah atau apa,” tambahnya.
Dampak terbesar yang dirasakan Diego ternyata bukan hanya kritik dari publik, melainkan rasa malu yang terus menghantuinya setelah pertandingan.
Saat itu dirinya masih aktif bermain di level klub dan harus menghadapi sorotan tajam dari masyarakat sepak bola Indonesia.
Dengan jujur, Diego mengaku sempat mengurung diri di rumah karena merasa sangat malu atas hasil tersebut.
"Saya lama tidak keluar dari rumah waktu itu,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah dirinya mengalami trauma, Diego menjelaskan bahwa yang dirasakannya lebih kepada rasa malu yang sangat besar.
"Bukan trauma sih, cuma malu aja. Malu sekali,” ucapnya lagi.
Meski menjadi salah satu bab paling kelam dalam sejarah Timnas Indonesia, pengalaman tersebut kini menjadi bagian dari perjalanan karier Diego Michiels yang bisa dijadikan pelajaran berharga.