Bertemu KDM, Ustaz Deni Guru Ngaji Viral Tak Mampu Beli Beras Diangkat Jadi Pegawai Gedung Sate

Guru ngaji viral nahan lapar di Bandung bertemu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Guru ngaji viral nahan lapar di Bandung bertemu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

 Sosok guru ngaji bernama Ustaz Deni Firmansyah di Bandung, Jawa Barat, yang viral karena ketulusannya mengajar ngaji tanpa menarik bayaran ke murid-muridnya hingga menahan lapar ditemui oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pertemuan berlangsung di kediaman Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang, Rabu, 4 Februari 2026.

Ustaz Deni tinggal di sebuah gang sempit di kawasan  Abid,Bojong Loa Kaler, Kota Bandung. Di tengah keterbatasan ekonomi, pria yang bekerja serabutan ini bahkan tak jarang harus menahan lapar bersama istri dan anaknya. Penghasilan yang tak menentu membuat kehidupan keluarganya jauh dari kata layak. Ia bahkan sempat harus berpindah kontrakan karena tak mampu membayar biaya sewa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Video viral yang beredar memperlihatkan Ustadz Deni mengajar mengaji di sebuah ruangan sederhana di gang sempit kawasan Bojong Loa Kaler, Bandung, Jawa Barat. Dalam video tersebut, ia terlihat sabar membimbing suatu per satu muridnya meski kondisi hidupnya sendiri serba kekurangan.

Sosok guru ngaji Deni Firmansyah di Bandung yang viral karena tak pungut bayaran ke murid ngaji

Meski tidak memiliki penghasilan tetap dari kegiatan mengajar, Ustadz Deni tetap memilih mengabdikan dirinya untuk mengajar mengaji secara gratis. Demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, ia bekerja serabutan, mulai dari memperbaiki atap bocor, mengecat rumah, hingga memasang kanopi.

Namun setelah pekerjaan selesai, Deni selalu kembali ke rutinitas utamanya, yakni mengajar mengaji anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.

Ustaz Deni mengungkapkan, pada awalnya kegiatan mengaji tersebut sempat menerapkan sistem infak. Namun seiring waktu, hanya segelintir orang tua murid yang mampu berkontribusi. 

"Akhirnya saya  memutuskan untuk menggratiskan seluruh kegiatan mengaji agar anak-anak tetap bisa belajar tanpa terbebani biaya sejak lima bulan ini," kata Ustaz Deni, Rabu.

Keterbatasan ekonomi juga sempat memaksa guru ngaji di Bandung ini berpindah tempat kontrakan. Ia tak mampu membayar tempat yang sekaligus digunakan sebagai tempat tinggal dan lokasi mengaji bersama keluarganya. Bahkan, ia dan keluarganya kerap kali harus menahan lapar akibat penghasilan yang tidak menentu.

Kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM), Ustaz Deni memberi sedikit klarifikasi bahwa video yang viral itu bukan karena ia seterusnya kelaparan, hanya pada waktu video itu dibuat memang kondisinya menahan lapar seharian karena tak punya uang membeli beras.

"Waktu hari itu saya tidak punya uang buat beli beras, buat beli pangan, seperti itu. Jadi viralnya yang menjadi besar kayak saya itu nggak makan sehari-hari," kata Ustaz Deni dikutip dari unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Rabu.

Dedi Mulyadi menuturkan Ustaz Deni sebelumnya sempat berusaha berjualan jajaran ringan basreng (baso goreng), namun bangkrut bahkan terlilit utang hingga Rp80 juta. 

Meski dengan segala keterbatasan, Ustaz Deni tetap tulus mengajar ngaji anak-anak tanpa menarik bayaran sepeser pun. Walaupun sesekali murid-muridnya ada yang memberikan infak, Ustaz Deni berencana menggratiskan anak-anak yang belajar mengaji. "Cuma sekarang saya mau program gratisin," ujarnya

Dalam kesempatan itu, KDM juga mengklarifikasi sikap tetangga Ustaz Deni ihwal keterbatan ekonomi yang dimilikinya bahkan seringkali tak bisa makan. "Tetangga baik?" tanya KDM

"Tetangga baik. Justru ini saya tunggu-tunggu ingin klarifikasi..jangankan ke Gedung Pakuan, ngomong ke tetangga juga dikasih. Saya berusaha ikhtiar dulu, gak ngomong dulu. Memang saya tertutup kalau urusan privasi," ujar Ustaz Deni

Sebagai responsnya atas viralnya Ustaz Deni, Kang Dedi Mulyadi memutuskan untuk mengangkat Ustaz Deni sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate, Kota Bandung, agar memiliki pekerjaan tetap dan bergaji bulanan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya sudah bertemu, Pak Ustadznya mau umroh dulu. Terhitung 1 Maret 2026, nanti kerja sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate," kata KDM. "Nanti kan bantu-bantu pekerjaan di Gedung Sate ya. Bergaji tiap bulan. (Harus) Jujur dan kerjanya profesional, 

Laporan: Cepi Kurnia/tvOne Bandung