Timnas Putri Indonesia Vs Singapura 0-2, Alasan Pemain Diaspora Dicadangkan
Timnas Putri Indonesia harus mengakui ketangguhan Timnas Putri Singapura pada pertandingan FIFA Women’s Matchday Juni yang digelar di Bandung.
Hasil Timnas Putri Indonesia vs Singapura berakhir dengan skor 0-2, pada Rabu (3/6/2026) di Stadion Arcamanik, Bandung.
Timnas Putri Indonesia lengah di awal babak pertama, gol cepat langsung dilesakkan Singapura menit sembilan lewat Danielle Tan, kemudian Nicolle Lim menggandakan skor menit ke-22.
Pelatih Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki ungkap faktor kekalahan, Garuda Pertiwi kesulitan mendapatkan ritme permainan yang bagus sejak babak pertama.
“Kalau kita mau bedah lebih jelas lagi, mungkin agak sulit dijelaskan. Kalau dilihat dari latihan terakhir, pemain sudah bisa bermain dan membawa bola dengan baik,” tutur Mochi.
“Tapi mungkin hari ini pemain kesulitan dalam memulai pertandingan untuk mendapatkan ritme yang bagus,” sebutnya.
Harus Lebih Tenang
Penjaga gawang Timnas Putri Singapura Nur Izairida berduel merebut bola di dalam kotak penalti dengan pemain Timnas Putri Indonesia Sheva Imut pada pertandingan FIFA Women?s Match Day, Rabu (3/7/2026) di Stadion Arcamanik, Bandung.
2 di babak pertama membuat Viny Silfianus dkk meningkatkan intensitas penyerangan, mengontrol total permainan.
Namun, tak banyak kesempatan yang bisa membahayakan gawang lawang. Hal tersebut jadi catatan tersendiri bagi Mochi agar pemainnya bisa menemukan ritme terbaiknya dalam 90 menit.
“Mungkin baiknya saya bisa memberikan saran supaya pemain bisa lebih tenang lagi dalam bermain.”
“Memang dalam sepak bola, ketika kita sudah kehilangan ritme, sulit untuk bisa membangun ritme kembali, saya cukup menyesalinya pemain harus bisa lebih tenang,” paparnya.
Alasan Pemain Diaspora Dicadangkan
Pemain Timnas Putri Indonesia Isabell Kopp berduel dengan pemain Singapura Ee Pei Ying pada pertandingan FIFA Women?s Match Day, Rabu (3/7/2026) di Stadion Arcamanik, Bandung.
Beberapa pemain diaspora justru disimpan Coach Mochi di bangku cadangan seperti penjaga gawang Iris de Rouw, Isabell Kopp, Pauline van De Pol, Isa Warps, dan Isabelle Nottet.
Pemain-pemain tersebut dimasukkan ketika babak kedua, Mochi punya alasan mengapa mereka tak menghuni 11 pemain pertama.
“Kami banyak pemain yang sudah TC dari awal. Pemain lokal pun sudah TC lama, sebulan, dan kondisinya menaik dan sedang bagus. Kami mencoba memainkan pemain yang kondisinya sedang bagus,” tegas Mochi.
Selain itu pelatih asal Jepang ini ingin memberikan pengalaman dan jam terbang untuk para pemainnya di level pertandingan seperti FIFA Women’s Match Day.
“Kami hanya punya delapan slot pergantian pemain, kami ingin memberikan pengalaman bermain kepada mereka.”
“Jadi pemain pasti bukan hanya uji coba dan latihan, dengan melalui pertandingan internasional seperti inilah mereka bisa berkembang,” urainya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang