Timnas Indonesia Diklaim Untung, Media Vietnam Kirim Pesan Peringatan kepada John Herdman Jelang Piala AFF 2026
Media Vietnam menyampaikan pesan peringatan kepada John Herdman jelang Piala AFF 2026. Timnas Indonesia dinilai memiliki keuntungan besar.
Skuad Garuda sedang bersiap untuk FIFA Matchday pada Juni ini. Mereka akan menghadapi Oman dan juga Mozambik pada tanggal 5 dan 9 Juni mendatang.
Itu merupakan laga persiapan untuk Herdman sebelum Piala Asia 2027. Setelahnya, dia akan kembali mempersiapkan tim untuk Piala AFF 2026.
Ajang antarnegara Asia Tenggara itu akan digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Herdman pun sudah mulai mengumpulkan pemain untuk pemusatan latihan sejak akhir Mei lalu.
Beberapa di antaranya ada yang mengikuti laga-laga melawan Oman dan Mozambik nanti. Namun, yang jelas, sebagian besar pemain di ajang Piala AFF adalah mereka yang berkarier di Super League.
Pemain diaspora tidak diharapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Meski begitu, beberapa pemain naturalisasi yang sudah berkarier di Super League, seperti Thom Haye, Jordi Amat, dan Eliano Reijnders, tetap diharapkan hadir di Piala AFF.
Skuad Garuda bakal tergabung di Grup A nantinya. Saingan terberat adalah Vietnam, kemudian Singapura, Kamboja, dan salah satu di antara Brunei Darussalam dan Timor Leste yang sedang melangsungkan playoff saat ini.
Secara target, Timnas Indonesia diharapkan untuk bisa menjadi juara. Hal ini juga telah disampaikan oleh Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, pada Senin (1/6/2026) lalu.
"Ingat ya, kembali bahwa target kita tidak main-main, kita kepengin target kita adalah meraih juara untuk AFF ini, senior. Kami merindukan itu," katanya kepada awak media.
Namun demikian, perjuangan Timnas Indonesia akan mendapatkan tantangan kuat dari Vietnam. Media Vietnam menekankan bahwa pelatih Timnas Vietnam, Kim Sang-sik, ingin memecahkan kutukan.
“Pelatih Kim Sang-sik ingin mengakhiri kutukan tim nasional Vietnam di Piala AFF 2026,” demikian judul yang diberikan oleh media Vietnam, Soha.
Mereka menekankan bahwa Vietnam tidak pernah berhasil menjadi juara Piala AFF untuk dua edisi beruntun. The Golden Stars Waarriors merupakan juara bertahan usai meraih trofi pada edisi 2024, namun mereka berupaya untuk mempertahankannya pada tahun ini.
Vietnam berhasil meraih gelar juara Piala AFF dalam tiga kali kesempatan. Namun, itu tidak pernah diraih secara beruntun, karena tersebar di tahun 2008, 2018, dan 2024 lalu.
Di bawah asuhan Kim Sang-sik, kini Soha percaya diri bahwa mereka bisa mengakhiri kutukan tersebut. Terutama, karena kehadiran striker naturalisasi Nguyen Xuan Son.
“Piala ASEAN 2024 sangat dipengaruhi oleh pelatih Kim Sang-sik. Pelatih asal Korea Selatan ini membangun gaya bermain pragmatis dan terorganisir dengan baik yang memaksimalkan kekuatan setiap pemain. Secara khusus, striker naturalisasi Nguyen Xuan Son menjadi sensasi turnamen dengan 7 gol, memberikan kontribusi signifikan pada kemenangan Vietnam di kejuaraan,” tambahnya.
Yang diperhatikan oleh Soha, sejumlah penantang dalam perburuan gelar di antaranya termasuk Timnas Indonesia. Skuad Garuda dinilai mendapatkan keuntungan dari program naturalisasi berskala besar.
“Meskipun demikian, tantangan yang dihadapi tetap sangat besar. Sepak bola Thailand bertekad untuk merebut kembali posisinya sebagai ‘kakak besar’ Asia Tenggara, sementara Indonesia terus mendapat keuntungan dari kebijakan naturalisasi skala besar. Malaysia, Singapura, dan Filipina juga bukan lagi lawan yang mudah seperti dulu,” tulisnya.
Vietnam dan Indonesia akan bersua di fase grup pada tanggal 3 Agustus mendatang. Skuad Garuda akan menjadi tuan rumah dalam kesempatan itu. (rda)