Ramai Dikeluhkan Warganet, Ini Penyebab Hujan Lebih Sering Turun Sore dan Malam Hari
Warganet mempertanyakan fenomena hujan yang kerap turun pada sore hingga malam hari dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi tersebut dirasakan mengganggu aktivitas, terutama bagi mereka yang berangkat dan pulang kerja.
Keluhan itu ramai disampaikan melalui media sosial X. Sejumlah pengguna mengaku hujan terjadi nyaris sepanjang hari, mulai pagi, sore, hingga malam, sehingga membuat aktivitas harian terasa lebih berat.
“Hari ini dibawa doa kenceng2 soalnya ujan pagi sore dan malam. Tolong berkah sehat aja ya Tuhan, keujanan soale,” tulis akun @Lo****.
Keluhan serupa juga disampaikan warganet lainnya. “awet bener ujan nya dari malam smpe pagi. Bener bener maaaagerrrr bgt ngantor ya Lord," cuit seorang pengguna lainnya.
Sementara itu, akun @mel***, Rabu (21/1/2026), menuliskan, “ujan awet pisan anjir dari malem...”.
Kondisi ini pun memunculkan pertanyaan, mengapa hujan lebih sering turun pada sore dan malam hari?
Penjelasan BMKG soal Hujan Sering Terjadi Sore dan Malam Hari
Analis Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, Zauyik, menjelaskan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hujan lebih kerap terjadi pada sore hingga malam hari, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Pertama, aktivitas Monsun Asia yang saat ini masih memengaruhi wilayah Indonesia.
Angin monsun membawa uap air dari laut ke daratan sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan hujan.
Kedua, faktor topografi Jawa Tengah yang bervariasi, mulai dari wilayah pegunungan, dataran tinggi, hingga dataran rendah.
"Hal ini dapat menyebabkan udara naik dan mendingin, sehingga terjadi kondensasi dan hujan," jelas Zauyik kepada Kompas.com, Rabu (21/1/2026).
Ketiga, adanya aktivitas konveksi. Pada sore dan malam hari, udara di permukaan mulai mendingin, sementara lapisan udara di atasnya masih relatif hangat.
Perbedaan suhu ini memicu gerakan udara naik yang membawa uap air ke atmosfer dan membentuk awan hujan.
Apalagi posisi Jawa Tengah yang diapit Laut Jawa di utara dan Samudra Hindia di selatan juga menjadi sumber suplai uap air pembentuk awan hujan.
Faktor terakhir adalah pola angin di Jawa Tengah juga dapat mempengaruhi distribusi hujan.
"Angin laut yang bertiup ke darat dapat membawa uap air dan meningkatkan potensi hujan," pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang