Top 10+ Tanda Tubuh Kebanyakan Gula dan Cara Menguranginya

10 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula dan Cara Menguranginya

Gula bukanlah zat yang sepenuhnya buruk. Tubuh tetap membutuhkannya sebagai sumber energi.

Namun, tidak semua gula diciptakan sama. Ada gula alami seperti fruktosa pada buah dan laktosa pada produk susu, gula yang hadir bersama serat, vitamin, dan mineral sehingga relatif aman.

Sebaliknya, ada gula bebas, yaitu gula tambahan dari makanan olahan, minuman manis, madu, sirup, hingga jus buah tanpa pemanis. Inilah jenis gula yang perlu dibatasi.

Berapa banyak gula yang aman dikonsumsi?

Pemerintah Inggris merekomendasikan konsumsi gula bebas tidak lebih dari 30 gram per hari bagi orang dewasa, sekitar 7 sendok teh.

Di Amerika Serikat, American Heart Association menyarankan batas lebih rendah: 6 sendok teh per hari untuk perempuan dan 9 sendok teh untuk laki-laki.

Sumber gula tambahan pun sangat banyak. Mulai dari minuman manis seperti soda dan jus kemasan, kue, biskuit, cokelat, selai, bahkan saus.

Satu kaleng soda bisa mengandung 9 sendok teh gula, melebihi batas harian hanya dari satu minuman.

10 tanda tubuh kebanyakan gula

tanda tak terduga yang mungkin Anda alami jika konsumsi gula Anda berlebihan:

1. Muncul banyak jerawat

Lonjakan gula meningkatkan insulin yang dapat mengacaukan hormon. Akibatnya, kulit lebih mudah berminyak dan berjerawat seperti saat remaja.

2. Mudah lelah, bahkan setelah tidur cukup

Gula dapat merusak kualitas tidur. Selain itu, naik-turunnya gula darah membuat energi cepat turun dan Anda terus merasa letih.

3. Bau badan berubah

Konsumsi gula berlebih memicu pertumbuhan bakteri dan ragi, membuat keringat beraroma manis atau bahkan asam.

10 Tanda Tubuh Kebanyakan Gula dan Cara Menguranginya

ilustrasi keringat berlebih di malam hari bisa jadi tanda kanker prostat.

Pada kondisi ekstrem, keringat berbau buah bisa menandakan ketoasidosis diabetik pada penderita diabetes.

4. Mood tidak stabil

Gula tinggi membuat energi naik drastis. Setelahnya, gula turun dan menjadikan mood ikut jatuh.

Inilah mengapa rasa mudah tersinggung atau moody bisa jadi tanda konsumsi gula berlebih.

5. Makanan alami terasa hambar

Jika stroberi terasa kurang manis, atau ubi manis terasa biasa saja, bisa jadi ambang manis Anda sudah meningkat. Tubuh mulai “ketagihan” rasa manis yang lebih kuat.


6. Lidah terasa berbulu atau kasar

Gula memberi makan bakteri di mulut. Ketidakseimbangan ini membuat lidah tampak putih, berlapis, dan terasa aneh.

7. Kulit gatal tanpa sebab jelas

Peradangan akibat konsumsi gula tinggi bisa muncul sebagai rasa gatal misterius pada kulit.

8. Brain fog

Sulit fokus, sering lupa, atau terasa linglung? Penelitian menunjukkan gula berlebih dapat memicu peradangan pada otak dan mengganggu fungsi kognitif.

9. Perut kembung dan sering buang gas

Kelebihan gula mengganggu keseimbangan bakteri baik dan buruk di usus (dysbiosis) yang akhirnya memicu gas, kembung, dan gangguan pencernaan lainnya.

10. Muncul hasrat ngidam gula

Gula memicu pelepasan dopamin, hormon rasa senang. Ini membuat kamu ingin makan lebih banyak, menciptakan siklus ngemil gula yang sulit dihentikan.

Cara mengurangi asupan gula

Tidak realistis untuk menghindari gula tambahan sepenuhnya, tetapi Anda bisa membatasinya dengan langkah sederhana:

  • Perbanyak makanan utuh (whole foods) yang minim proses.
  • Kurangi minuman manis dan beralih ke air, teh tanpa gula, atau infused water.
  • Perhatikan label kemasan, ada lebih dari 50 nama lain untuk gula.
  • Pilih karbohidrat tinggi serat atau gandum utuh.
  • Hindari menambahkan gula ke teh atau kopi jika tidak diperlukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang