Drone Laut Jadi Pahlawan di Selat Hormuz

Drone laut
Drone laut

 Selama ini drone identik dengan fungsi pengintaian, pemantauan wilayah, hingga operasi militer untuk menyerang target tertentu. Namun perkembangan teknologi tanpa awak kini mulai menunjukkan sisi lain yang tak kalah penting, yakni menyelamatkan nyawa manusia dalam situasi darurat.

Hal itu baru saja dibuktikan oleh militer Amerika Serikat dalam sebuah operasi penyelamatan di perairan dekat Selat Hormuz. Dua pilot helikopter tempur AH-64 Apache yang jatuh ke laut berhasil dievakuasi dengan bantuan kapal tanpa awak atau unmanned surface vessel (USV), menjadikannya salah satu contoh nyata pemanfaatan drone untuk misi penyelamatan di laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peristiwa tersebut terjadi setelah helikopter Apache yang diawaki dua personel Angkatan Darat AS mengalami insiden di lepas pantai Oman. Dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang berlangsung cepat, disadur dari Arstechnica, Kamis 11 Juni 2026, sebuah kapal drone milik Angkatan Laut AS diterjunkan untuk membantu menemukan dan menjangkau kedua pilot yang berada di perairan.

Kapal tanpa awak yang digunakan adalah Corsair, kendaraan otonom buatan perusahaan teknologi pertahanan Saronic Technologies. Berbeda dengan drone udara yang umum dikenal masyarakat, Corsair beroperasi di permukaan laut dan mampu menjalankan berbagai misi secara mandiri.

Dengan panjang sekitar 7 meter, Corsair dirancang untuk berlayar tanpa awak dalam jarak jauh. Sistem navigasi otomatis yang dimilikinya memungkinkan kapal tetap beroperasi bahkan dalam kondisi komunikasi terbatas. Teknologi tersebut membuatnya cocok ditempatkan di wilayah strategis yang membutuhkan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan situasi darurat.

Dalam insiden terbaru itu, kapal drone tersebut membantu menjangkau lokasi pilot yang berada di laut sebelum proses evakuasi lanjutan dilakukan oleh unsur militer lainnya. Keberhasilan operasi tersebut menjadi bukti bahwa teknologi tanpa awak kini tidak hanya berperan sebagai alat tempur, tetapi juga dapat mendukung misi kemanusiaan dan penyelamatan.

Penggunaan drone dalam operasi search and rescue sebenarnya terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya drone udara banyak dimanfaatkan untuk mencari korban bencana atau orang hilang, kini kendaraan tanpa awak di laut mulai menunjukkan potensi yang sama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keunggulan utama teknologi tersebut adalah kemampuannya masuk ke area berisiko tanpa membahayakan personel penyelamat. Selain itu, kendaraan otonom dapat ditempatkan lebih awal di lokasi-lokasi strategis sehingga waktu respons saat terjadi keadaan darurat menjadi lebih singkat.

Keberhasilan misi penyelamatan pilot Apache ini diperkirakan akan mendorong penggunaan kapal drone dalam operasi serupa di masa depan. Bukan hanya untuk kepentingan militer, teknologi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan untuk penyelamatan nelayan, korban kecelakaan kapal, hingga operasi pencarian di wilayah laut yang sulit dijangkau manusia.