Peringatan Bos ChatGPT, Pekerjaan Ini Bisa Kena PHK gara-gara AI
Sam Altman, CEO induk perusahaan ChatGPT, OpenAI, mengingatkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (AI) berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor. Beberapa pekerjaan bahkan disebut sangat rentan digantikan oleh teknologi.
Dalam wawancara di acara The Tucker Carlson Show baru-baru ini, Altman menyebut pekerjaan di bidang layanan pelanggan (customer service) sebagai salah satu yang paling mudah diotomatisasi AI.
"Saya yakin bahwa banyak layanan pelanggan saat ini yang dilakukan melalui telepon atau komputer, akan membuat orang-orang tersebut kehilangan pekerjaan, dan hal itu akan lebih mudah dilakukan oleh AI," kata Altman, dikutip KompasTekno dari Tech Radar, Kamis (25/9/2025).
Selain bidang customer service, ia Altman menilai pekerjaan di sektor teknologi informasi (TI) seperti programmer dan developer juga berisiko besar tergantikan.
Pasalnya, sejumlah model AI kini sudah mampu menulis, mengoreksi, hingga mengoptimalkan kode pemrograman dengan tingkat akurasi tinggi.
Resah dengan ciptaannya sendiri
Altman sendiri mengaku cemas dengan dampak yang ditimbulkan oleh teknologi yang ia kembangkan. Ia bahkan kerap kesulitan tidur memikirkan bagaimana AI dapat benar-benar mengambil alih pekerjaan manusia.
Menurut Altman, keresahan itu tidak hanya soal satu orang kehilangan pekerjaan, melainkan juga keputusan-keputusan kecil yang dibuat AI dan bisa berdampak langsung pada kehidupan manusia.
Kekhawatiran tersebut muncul seiring dengan langkah sejumlah perusahaan besar yang mulai beralih menggunakan AI.
Sebagai CEO OpenAI, Altman mengaku bahwa dirinya mulai merasakan beratnya tanggung jawab etika dan moral atas konsekuensi yang dialami jutaan orang ketika lapangan kerja mereka digantikan oleh AI.
Salesforce, misalnya, dilaporkan memangkas sekitar 4.000 karyawan di divisi layanan pelanggan. Pemangkasan itu disebut sebagai langkah efisiensi karena perusahaan ingin mengintegrasikan AI ke dalam layanannya.
CEO Salesforce, Marc Benioff, bahkan berpendapat pemimpin perusahaan di masa depan tidak hanya harus mampu mengelola tim manusia, tetapi juga tim digital yang terdiri dari agen AI.
AI percepat transformasi pekerjaan
Altman menambahkan, pergeseran jenis pekerjaan akibat otomatisasi sebenarnya bukan fenomena baru. Berdasarkan studi yang ia pelajari, ada sekitar 50 jenis pekerjaan yang akan mengalami perubahan signifikan dalam kurun 75 tahun atau lebih.
Namun, hadirnya AI membuat proses perubahan itu berjalan jauh lebih cepat. Dampaknya, para pekerja memiliki waktu lebih singkat untuk beradaptasi dengan pergeseran tersebut.
Meski begitu, Altman menegaskan tidak semua profesi dapat digantikan AI. Pekerjaan yang membutuhkan empati dan interaksi manusia, seperti perawat atau tenaga kesehatan, dinilai lebih aman dari ancaman otomatisasi.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.