Amazon Mulai Pangkas Pekerja di Singapura, Ratusan Karyawan Jadi Korban

Ilustrasi kantor Amazon
Ilustrasi kantor Amazon

Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah perubahan strategi bisnis perusahaan. Kali ini, langkah tersebut terjadi di Singapura usai perusahaan memutuskan mengalihkan fokus dari layanan grocery lokal ke pengiriman produk internasional.

Amazon mengungkap, sejumlah kecil posisi akan terdampak PHK. Meski tidak menyebut angka pasti, jumlah pekerja yang terkena PHK diperkirakan kurang dari 10 persen dari total sekitar 2.500 karyawan Amazon di Singapura.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan mengatakan sebagian pekerja terdampak akan ditawarkan relokasi ke posisi baru di dalam perusahaan. Sementara karyawan yang tidak mendapat posisi baru atau memilih keluar akan memperoleh pesangon serta bantuan transisi karier.

Langkah ini sendiri menandai perubahan arah bisnis Amazon.sg yang pertama kali diluncurkan pada 2019. Saat itu, Amazon menghadirkan platform lokal khusus Singapura dengan mata uang lokal, promo khusus, hingga keuntungan membership Prime.

Selain menjual produk internasional, Amazon.sg juga menyediakan produk lokal melalui layanan grocery Amazon Fresh dan mitra pengiriman bahan makanan. Namun seiring waktu, perusahaan melihat perubahan perilaku konsumen. 

Pelanggan dinilai kini lebih tertarik membeli produk dari toko internasional Amazon di Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman dibanding layanan grocery lokal.

“Kami melihat permintaan yang kuat untuk produk dari toko internasional, dan kami merespons dengan meningkatkan investasi pada hal yang paling diinginkan pelanggan, yakni pilihan produk global dengan harga menarik serta pengiriman cepat dan andal,” kata Country Manager Amazon Singapura, Peter Li, sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Selasa, 12 Mei 2026.

Amazon juga mengatakan pihaknya sedang membantu vendor dan penjual lokal agar tetap bisa melayani pelanggan selama masa transisi bisnis berlangsung.

Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, perusahaan menegaskan tetap berkomitmen berinvestasi di Singapura, termasuk pada sektor retail, hiburan, perangkat elektronik, dan layanan cloud.

PHK ini turut mendapat perhatian serikat pekerja di Singapura. Sekretaris Jenderal Singapore Manual and Mercantile Workers’ Union, Andy Lim, mengatakan pihaknya memahami Amazon sedang menyederhanakan operasional sesuai kebutuhan pasar.

Menurut dia, langkah tersebut akan berdampak pada pekerja operasional maupun staf pendukung. Serikat pekerja mengaku baru menerima pemberitahuan PHK sehari sebelum pengumuman resmi dilakukan. 

Andy Lim menilai perusahaan seharusnya memberikan waktu lebih panjang agar serikat pekerja bisa memberi dukungan lebih optimal kepada pekerja terdampak.

Ia juga mengatakan pekerja yang terkena PHK akan menerima paket kompensasi yang layak. Selain itu, mereka yang membutuhkan bantuan tambahan dapat menghubungi serikat pekerja.

Pemerintah Singapura juga turun tangan membantu pekerja terdampak. Economic Development Board menyebut pihaknya bekerja sama dengan Amazon, Workforce Singapore, dan Employment and Employability Institute untuk membantu penempatan kerja baru bagi karyawan yang terkena PHK.

Sementara itu, Taskforce for Responsible Retrenchment and Employment Facilitation mengatakan Amazon telah memberikan pemberitahuan dua bulan kepada pekerja terdampak sebelum pengurangan karyawan dilakukan.

“Prioritas kami adalah membantu pekerja terdampak mendapatkan fasilitasi pekerjaan baru,” kata juru bicara satuan tugas tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

PHK di Singapura menjadi bagian dari efisiensi global Amazon yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Pada Oktober 2025, perusahaan memangkas sekitar 14 ribu pekerjaan kantoran di berbagai negara.

Amazon bahkan dikabarkan menargetkan pengurangan hingga 30 ribu posisi atau hampir 10 persen dari total sekitar 350 ribu pegawai korporasi di seluruh dunia.