Starbucks Tutup Ratusan Gerai di Amerika Serikat, PHK 900 Karyawan
Raksasa kopi dunia, Starbucks, baru saja menutup lebih dari 450 gerai di Amerika Serikat dalam sepekan terakhir.
Keputusan ini merupakan bagian dari restrukturisasi besar-besaran senilai 1 miliar dollar AS yang diumumkan CEO Starbucks, Brian Niccol.
Penutupan ratusan gerai ini dilakukan setelah perusahaan mencatat penurunan penjualan selama enam kuartal berturut-turut.
Imbasnya, sekitar 900 karyawan juga terkena PHK dalam upaya efisiensi dan perombakan bisnis.
Sebelumnya, Starbucks sudah mengumumkan akan menutup 96 gerai khusus Pick Up-only. Namun, yang mengejutkan publik, ternyata penutupan juga menyasar gerai reguler.
Niccol menjelaskan bahwa sebagian besar gerai yang ditutup tidak mampu memenuhi standar finansial maupun pengalaman pelanggan dan karyawan.
“Kami mengidentifikasi coffeehouse yang tidak bisa menghadirkan lingkungan sesuai harapan pelanggan dan mitra, atau yang tidak memiliki prospek kinerja finansial. Lokasi-lokasi ini akan ditutup,” jelas Niccol dilansir dari Delish (2/10/2025).
Cuma 1 persen dari jaringan Starbucks di AS
Meski jumlah yang ditutup terlihat besar dan mencapai ratusan gerai, sejatinya angka tersebut hanya sekitar 1 persen dari total jaringan Starbucks di seluruh AS.
Ilustrasi gerai kopi Starbucks.
Dengan banyaknya gerai yang tersebar di pusat perbelanjaan, supermarket, hingga Target, pelanggan dinilai masih memiliki akses yang sangat mudah ke produk Starbucks.
Niccol menegaskan, penutupan gerai bukan akhir, melainkan strategi untuk mengalokasikan sumber daya pada hal-hal yang terbukti efektif.
“Kami ingin memperkuat apa yang sudah berjalan dan memprioritaskan sumber daya untuk itu,” katanya.