Evaluasi Kurniawan Dwi Yulianto Usai Timnas U17 Indonesia Kalah dari Malaysia
Pelatih Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, memberikan keterangan resminya setelah tim asuhannya menelan kekalahan tipis pada laga kedua Grup A ASEAN U17 Boys Championship 2026.
Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026) malam di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, tersebut menjadi catatan penting bagi skuad Garuda Asia.
Kekalahan dari Malaysia melalui gol tunggal Muhammad Fareez Danial pada menit ke-33 membuat posisi Kurniawan Dwi Yulianto dan anak asuhnya di klasemen sementara cukup terancam.
Meski secara poin Indonesia masih tertahan di peringkat kedua dengan koleksi tiga angka, Malaysia kini membayangi di urutan ketiga dengan perolehan poin yang sama.
Usai laga bertajuk derbi serumpun tersebut, pelatih yang akrab disapa Si Kurus ini menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola tanah air.
Kekalahan ini ditengarai akibat hilangnya konsentrasi barisan belakang saat mengantisipasi situasi bola mati lawan.
"Pertama, saya pribadi mohon maaf dengan hasil yang tidak memuaskan ini," ujar Kurniawan Dwi Yulianto.
Ia menekankan pentingnya menjaga fokus sepanjang pertandingan berjalan agar kesalahan serupa tidak terulang di laga krusial berikutnya.
"Tapi saya harus tetap memberikan apresiasi kepada semua pemain karena kerja keras mereka menjadi bahan evaluasi bahwa kita harus fokus selama 90 menit karena tadi kesalahan dari kita sehingga membuahkan gol untuk lawan," lanjutnya.
Masalah Penyelesaian Akhir dan Mentalitas
Selain sektor pertahanan, lini serang juga menjadi bahan evaluasi serius.
Pemain timnas u17 Indonesia Sean Rahman Kastor bersiap menendang bola saat laga kedua babak penyisihan Grup A ASEAN U17 Championship 2026 melawan Malaysia yang berakhir dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, Jawa Timur, Kamis (16/4/2026) malam.
Timnas U17 Indonesia sebenarnya mendominasi jalannya laga, tetapi buruknya efektivitas dalam mengonversi peluang menjadi gol membuat skor tetap tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
"Kemudian banyak peluang juga, nah ini menjadi bahan evaluasi juga ke depannya. Tapi yang pasti saya tetap menghargai kerja keras pemain," tutur pria alumnus program Primavera tersebut.
Lebih lanjut, ia berharap para penggemar tetap memberikan dukungan positif kepada para pemain muda ini.
Baginya, menjaga kondisi psikologis pemain di bawah usia 17 tahun sangatlah penting agar performa mereka tidak anjlok akibat tekanan dari hasil satu pertandingan.
"Dan saya mohon apa namanya kita tetap support adek-adek kita ini karena mereka masih di bawah 17 tahun," jelas sang pelatih.
"Saya tidak mau kekalahan ini akhirnya menjatuhkan mental mereka karena usia tumbuh kembang mereka masih sensitif."
Menutup keterangannya, pelatih kepala ini menyatakan kesiapannya untuk pasang badan atas hasil minor yang diraih anak asuhnya.
"Dan kalaupun ada apa-apa, saya semuanya yang akan bertanggung jawab."
"Karena kita berharap pemain-pemain ini akan terus berkembang ke depannya untuk sepak bola Indonesia," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang