Kurniawan Ubah Beban Jadi Motivasi, Timnas U17 Indonesia Siap Lanjutkan Tradisi

Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, ASEAN U17 Championship 2026, Mierza Firjatullah, Kurniawan Ubah Beban Jadi Motivasi, Timnas U17 Indonesia Siap Lanjutkan Tradisi

Menjadi pelatih timnas u17 Indonesia bukan sekadar soal meracik strategi atau memilih pemain terbaik. Ada beban sejarah yang ikut menyertai dari generasi sebelumnya yang berhasil mencatatkan pencapaian membanggakan dengan menembus panggung Piala Dunia U17. 

Tongkat estafet Timnas U17 Indonesia kini berada di tangan Kurniawan Dwi Yulianto setelah dipegang Nova Arianto.

Alih-alih membiarkan beban itu menekan para pemain muda, Kurniawan DY mencoba mengubahnya menjadi energi positif.

“Jadi memangkan kan kita ingin tradisi terus terjadi. Saya secara pribadi tentu ini menjadi challenge untuk mengulangi hasil sama," kata mantan pelatih klub Malaysia Sabah.

"Saya tekankan pemain bahwa mereka pemain muda dan ingin hal itu tidak membebani tapi menjadi motivasi tersendiri untuk diarahkan ke hal positif. Jadi saya selalu menekankan mereka minimalnya mengikuti abang-abangnya periode sebelumnya,”

Pendekatan ini menjadi kunci dalam membangun suasana tim.

Sehingga pemain tidak dibebani terhadap ekspektasi berlebihan tetapi tetap diarahkan untuk memiliki standar tinggi dengan diajak melihat prestasi masa lalu sebagai inspirasi, bukan tekanan.

Saat ini turnamen ASEAN U17 Championship 2026 yang akan digelar di Jawa Timur mulai 11-24 April 2026 menjadi panggung pertama pembuktian.

Bermain di kandang sendiri tentu menghadirkan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.

Indonesia tergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Secara peta kekuatan, grup ini tidak bisa dianggap mudah.

Kurniawan menanamkan satu prinsip sederhana kepada pemain bahwa semua lawan adalah sama berat.

Timnas U17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, ASEAN U17 Championship 2026, Mierza Firjatullah, Kurniawan Ubah Beban Jadi Motivasi, Timnas U17 Indonesia Siap Lanjutkan Tradisi

Jelang ASEAN U17 Championship 2026, pelatih Timnas U17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto memimpin latihan bersama di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026) malam.

"Saya selalu mengingatkan pemain bahwa setiap pertandingan adalah final, maka kita tidak boleh menganggap remeh semua lawan jadi kita respect lawan,” kata Kurniawan DY.

Baginya, turnamen usia muda bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal mental. Siapa yang mampu menjaga fokus dan konsistensi, dialah yang akan melangkah lebih jauh.

"Setiap pertandingan hanya tim yang kerja keras dan fight yang akan memenangkan pertandingan," pungkasnya.

Apalagi komposisi timnas u17 Indonesia saat ini mencerminkan proses regenerasi.

Banyak wajah baru berdampingan dengan beberapa pemain yang sudah memiliki pengalaman internasional.

Kombinasi ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan di dalam tim.

Di lini depan, nama seperti Mierza Firjatullah yang pernah bermain di PIala Dunia U17 2025 lalu diharapkan menjadi tumpuan.

Sementara di lini belakang, pengalaman Putu Ekayana di Piala Asia U17 menjadi aset penting dalam menjaga stabilitas permainan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang