Dapur Gizi di Deli Serdang Siapkan Makanan Sehat untuk Ribuan Siswa, Jadi Harapan Atasi Stunting
Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi salah satu daerah yang masih menghadapi tantangan gizi dan kesehatan anak. Di tengah upaya menekan angka stunting yang cukup tinggi, berbagai pihak mulai menaruh perhatian pada penyediaan makanan sehat dan bergizi.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui keberadaan dapur gizi masyarakat atau Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) yang beroperasi di daerah tersebut.
Sekretaris Jenderal DPP ARUN (Advokasi Rakyat untuk Nusantara) Bungas T. Fernando Duling menekankan pentingnya peran dapur SPPG dalam menyediakan makanan bersih, sehat, dan bergizi bagi masa depan Indonesia.
Hal itu disampaikan saat ia berkunjung ke Dapur SPPG milik Yudi Ramadan, Ketua Yayasan Binar Bersama Hirasma, di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam kunjungan ini, Bungas yang juga menjabat sebagai Komisaris KAI Logistik mengatakan ingin melihat secara langsung proses pengolahan makanan bergizi di dapur tersebut. Ia meninjau tahap memasak, tata kelola pengemasan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat program Makanan Bergizi (MBG) yang tersebar di 11 sekolah dengan total 2.184 siswa penerima manfaat.
Bungas T. Fernando Duling, yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Surya Jaga Pangan Nusantara, menyampaikan komitmennya untuk mendorong terbentuknya Aliansi Yayasan Nasional.
"Yayasan ini akan fokus mendukung program prioritas astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang peningkatan gizi dan ketahanan pangan nasional, dalam semangat Pasal 33 UUD 45," kata Bungas, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu, 22 Oktober 2025.
Ia juga menyoroti data yang menunjukkan bahwa Kecamatan Hamparan Perak merupakan salah satu wilayah dengan angka stunting yang cukup tinggi di Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, dapur gizi seperti SPPG bisa menjadi langkah nyata dalam memperbaiki kondisi tersebut.
"Berdasarkan kondisi tersebut, harapan saya, Yayasan Binar Bersama Hirasma bisa secara konsisten berkomitmen melaksanakan program MBG di wilayah ini dengan harapan dapat memperbaiki kondisi gizi anak-anak secara bertahap dan berkelanjutan," ungkapnya.
Bungas menambahkan, upaya peningkatan gizi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, baik pemerintah, yayasan, maupun masyarakat.
"Program ini bukan hanya tentang memberi makan, tetapi tentang membangun masa depan anak-anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat," ungkapnya lagi.
Ia menilai dapur SPPG dapat menjadi pusat pembelajaran gizi masyarakat yang berperan dalam membantu menurunkan angka stunting dan mendorong partisipasi banyak pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Dari dapur SPPG inilah, makanan yang disediakan bukan hanya bergizi tapi juga aman dan berkualitas. Selain itu, dapur SPPG ini diharapkan bisa menjadi pusat pembelajaran yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang untuk mencegah stunting," pungkasnya.
Dengan inisiatif tersebut, dapur gizi di Hamparan Perak diharapkan tidak hanya menjadi tempat memasak, tetapi juga sarana untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak. Upaya ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam menurunkan angka stunting dan membangun generasi muda yang lebih sehat di masa depan.