Jangan Dianggap Sepele, GTM Bisa Sebabkan Anak Berisiko Kekurangan Gizi

Ilustrasi anak GTM
Ilustrasi anak GTM

Masalah Gerakan Tutup Mulut (GTM) kerap menjadi tantangan bagi para ibu yang memiliki anak batita. Kondisi ini muncul ketika anak menolak makan atau berhenti makan secara tiba-tiba, meski sebelumnya terlihat lapar. GTM bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari tekstur dan rasa makanan yang kurang disukai, hingga gangguan kesehatan ringan.

Jika dibiarkan, anak berisiko kekurangan gizi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami penyebab GTM serta menerapkan strategi kreatif dalam menyiapkan makanan, agar anak tetap lahap makan, terpenuhi gizinya, dan proses pemberian makan menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Dijelaskan oleh spesialis anak, dr. Centaura Naila Alfin Camielle, Sp.A, M.Biomed bahwa GTM tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung pada pemenuhan gizi anak, terutama di masa awal pertumbuhan yang krusial.

“Kebutuhan gizi anak sangat tinggi, sementarakapasitas lambung bayi masih terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian saja, bayi membutuhkan asupan yang cukup besar setara dengan 11 potong daging ayam,” jelas dr. Centa.

Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua adalah menyiapkan MPASI dengan kreasi rasa, tekstur, dan aroma yang menarik, karena hal ini dapat membuat anak lebih lahap makan dan mengurangi risiko GTM. Kondisi ini menegaskan betapa pentingnya peran orang tua dalam kreativitas dan perhatian terhadap pemberian makan anak.

”Di sinilah peran orang tua penting untuk menyiapkan makanan padat gizi sekaligus membuat anak mau makan,” sambung dia.

Talkshow

Talkshow

Memasuki tahun 2026, SUN, brand makanan pendamping ASI (MPASI) dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, kembali melanjutkan komitmennya melalui Gerakan Lahap Makan SUN. Program ini telah mengedukasi lebih dari 90 ribu ibu dan kader Posyandu sejak 2025. Melalui ini juga, para ibu akan mendapatkan edukasi langsung dari dokter anak serta dukungan dari ibu kader PKK sebagai Duta Lahap Makan SUN.

Gerakan ini bertujuan memberikan edukasi praktis bagi ibu tentang cara membuat anak lebih lahap makan, termasuk:

  1. Pemberian makan saat anak lapar dan tidak mengantuk.
  2. Variasi rasa dan tekstur sesuai usia.
  3. Cara pemberian makan yang tepat.

”Gerakan Tutup Mulut pada anak atau yang sering dikenal dengan GTM merupakan kondisi yang seringterjadi dan bisa muncul berulang pada fase tumbuh kembang yang berbeda. Melalui gerakan ini, kami ingin hadir sebagai sahabat bagi para ibu untuk belajar bersama, saling berbagi, dan menemukan solusi yang bisaditerapkan untuk mendukung upaya pemenuhan gizi anak,” kata Manager Indofood Nutrition and Special Foods Division PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Etyk Hartuti.

Produsen makanan bayi ini juga mendorong ibu untuk mengembangkan kreativitas dalam menyiapkan MPASI, misalnya dengan menggunakan bumbu dan rempah Indonesia yang aman untuk bayi, seperti bawang merah, bawang putih, dan daun jeruk, dengan takaran yang sesuai.

“Kami mengajak ibu untuk tidak ragu mengenalkan MPASI dengan rasa masakan Indonesia sejak dini. Bumbu seperti bawang merah dan bawang putih memberikan rasa gurih alami, sementara daun jeruk menghadirkan aroma segar. Tentunya digunakan dengan takaran dan pengolahan yang sesuai untuk bayi,” ujar Etyk.

Senada dengan itu, dokter spesialis anak, dr. Ayuca Zarry, Sp.A menjelaskan bahwa anak akan lebih lahap jika diberikan menu yang memiliki variasi rasa dan aroma yang menggugah selera.

“MPASI yang dikreasikan dengan menarik akan memberikan pengalaman makan yang menyenangkan bagi anak sehingga kebutuhan gizinya pun lebih mudah terpenuhi,” jelas dr. Ayuca.

Tak hanya soal tampilan, penggunaan bumbu dan rempah juga menjadi sorotan. Menurut dr. Ayuca, bumbu rempah aman dikenalkan sejak dini asal dikelola dengan benar. Harapannya, dengan aroma yang lebih 'berani' anak menjadi lebih antusias dan kebutuhan gizinya tercukupi dengan optimal.

Sebagai bubur bayi yang telah dipercaya oleh para ibu Indonesia selama lebih dari 30 tahun, produsen bubur anak ini terus menghadirkan inovasi produk untuk membantu bayi makan lebih lahap. Misalnya SUN Cinta Rasa Indonesia yang terinspiraasi dari cita rasamasakan Indonesia: Liwet Ayam Kampung, Soto Ayam, dan Opor Ayam, menjadi solusi MPASI yang praktis di tengah keterbatasan waktu dan proses memasak, serta kekhawatiran Ibu akan penggunaan bumbu dan rempah.

Bubur ini jugaaman dan bernutrisi, diperkaya Esenutri dengan kandungan tinggi zat besi dan omega 3 dan 6 untuk mendukung tumbuh kembang optimal anak.

Sebagai infomrasi seluruh produk keluaran perusahaan ini telah tersertifikasi BPOM dan memenuhi standar The Codex Alimentarius Commission sebagai acuan internasional keamanan pangan, tanpa pengawet dan tanpa perisa tambahan.