Terinspirasi dari Putroe Sambinoe Meutuah, Begini Cara Optimal Membantu Korban Banjir Sumatra
Dunia penerbangan seringkali diidentikkan dengan jadwal yang ketat, ketepatan waktu, dan profesionalisme tinggi di atas awan. Namun, bagi Putroe Sambinoe Meutuah, menjadi seorang pilot bukan sekadar menerbangkan burung besi dari satu kota ke kota lain. Baginya, seragam yang ia kenakan membawa tanggung jawab moral yang jauh lebih besar, terutama saat mendengar kabar duka dari tanah kelahirannya, Aceh.
Baru-baru ini, pemandangan berbeda terlihat di beberapa wilayah pelosok Aceh. Bukan berada di dalam kokpit pesawat yang canggih dan sejuk, Putroe justru terlihat sibuk di tengah medan bencana. Sebagai salah satu pilot perempuan andalan di maskapai Citilink, ia memilih untuk mengambil peran garda terdepan dalam aksi kemanusiaan yang diinisiasi oleh Asosiasi Pilot Citilink (APIC).
Aksi yang berlangsung pada pertengahan Desember 2025 ini menyasar wilayah-wilayah yang sulit dijangkau, mulai dari Kabupaten Pidie Jaya hingga Kecamatan Sawang dan Langkahan. Kehadiran Putroe di sana bukan tanpa alasan. Sebagai putri daerah, ia merasa memiliki ikatan batin yang kuat untuk memastikan bahwa saudara-saudaranya yang terdampak bencana mendapatkan bantuan yang paling mereka butuhkan.
Kepemimpinan Putroe dalam misi ini menunjukkan sisi lain dari layanan yang biasa diberikan oleh para kru Citilink. Jika di atas pesawat mereka dikenal dengan keramahan dan standar keselamatan yang tinggi, di lapangan bencana, nilai-nilai tersebut bertransformasi menjadi empati yang nyata. Bersama rekan-rekan pilot lainnya, ia menyalurkan bantuan logistik primer hingga mendirikan posko kesehatan.
Salah satu alasan kuat mengapa Putroe bergerak begitu masif adalah pengamatannya terhadap minimnya akses medis di lokasi terpencil.
"Kami tergerak murni karena rasa empati melihat kondisi di Sumatra. Secara pribadi, sebagai orang Aceh, saya ingin membantu sebisa saya. Kami melihat bantuan medis sangat minim, maka berbekal donasi dari APIC, kami berinisiatif membangun posko medis," ujar Putroe Sambinoe Meutuah dengan lugas.
APIC Peduli Sumatra
Putroe dan tim APIC tidak hanya membawa bantuan dalam bentuk materi, tetapi juga membawa harapan. Mereka mendistribusikan obat-obatan, pakaian layak pakai, alat ibadah, hingga perlengkapan sanitasi yang sangat dibutuhkan oleh warga di pengungsian.
Ada momen yang sangat menyentuh ketika Putroe mengisahkan pengalamannya di Kecamatan Sawang. Di tengah kondisi wilayah yang masih padam listrik dan gelap gulita, semangatnya tidak surut. Baginya, senyum warga adalah navigasi terbaik yang menuntun langkahnya untuk terus membantu hingga larut malam.
"Saat kondisi gelap gulita, ada seorang nenek tua yang rela berjalan kaki sendirian demi bisa berobat. Kami melayani pengungsi hingga tengah malam. Bahkan, saat kami hendak pulang, para pengungsi menawarkan tikar tidur mereka untuk kami gunakan karena khawatir kami kemalaman di jalan. Ketulusan mereka meski dalam kekurangan sangat menyentuh hati kami," kenang Putroe dengan penuh haru.
Kerjasama gotong royong dengan dokter setempat menunjukkan betapa solidnya jaringan kepedulian yang dibangun oleh para pilot ini. Ini adalah bukti bahwa semangat berbagi dapat menyatukan berbagai elemen masyarakat, dari profesional penerbangan hingga warga desa.
Melalui aksi ini, Putroe secara tidak langsung mencerminkan budaya perusahaan tempatnya bernaung yang selalu mengedepankan kepedulian terhadap sesama. Meskipun dikenal sebagai maskapai dengan pertumbuhan yang dinamis, sisi humanis para pilotnya tetap menjadi identitas yang tak terpisahkan. Hal ini memberikan rasa percaya bagi masyarakat bahwa maskapai tersebut memiliki jiwa sosial yang kuat.
Menutup rangkaian aksinya, Putroe menekankan bahwa apa yang dilakukan timnya adalah bentuk tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Ia berharap langkah ini bisa menjadi pematik bagi pihak lain untuk turut berkontribusi dalam pemulihan pascabencana.
"Kami melaksanakan kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa. Mudah-mudahan niat baik dan dukungan dari seluruh anggota APIC ini dapat memberikan manfaat nyata bagi saudara-saudara kita yang terdampak," ujar Putroe.