Jangan Sampai Anak Kurang Gizi, Awas Ganggu Kemampuan Belajar

kekurangan gizi, Jangan Sampai Anak Kurang Gizi, Awas Ganggu Kemampuan Belajar, Working memory dan pentingnya bagi anak sekolah, Ancaman nyata di usia sekolah, Anemia bukan masalah sepele, Mengapa orangtua harus waspada?, Langkah praktis agar anak terhindar dari anemia dan kekurangan gizi

Kecukupan gizi bukan hanya menentukan kesehatan fisik anak, tetapi juga berpengaruh besar pada kemampuan otaknya bekerja secara optimal.

Studi terbaru dari Indonesia Health Development Center (IHDC) menunjukkan bahwa anemia defisiensi besi, asupan gizi rendah, dan stunting berdampak langsung pada kemampuan working memory anak.

Ini adalah komponen penting dalam konsentrasi, pemahaman, serta penyelesaian tugas belajar pada anak.

Working memory dan pentingnya bagi anak sekolah

Working memory adalah kemampuan otak untuk menyimpan dan mengolah informasi dalam waktu singkat.

Ini adalah fondasi bagi aktivitas belajar sehari-hari seperti memahami pelajaran, mengikuti instruksi guru, hingga menyelesaikan soal-soal di kelas. Ketika working memory terganggu, kemampuan kognitif anak akan menurun secara signifikan.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Ketua Dewan Pembina IHDC Nila Djuwita F. Moeloek menjelaskan bahwa anak dengan stunting, asupan kalori rendah, serta anemia memiliki nilai working memory lebih rendah dibandingkan anak yang sehat.

Ancaman nyata di usia sekolah

Studi IHDC mengungkap fakta memprihatinkan:

  • 1 dari 5 anak (19,7 persen) mengalami anemia.
  • 22,1 persen anak mengalami kesulitan dalam working memory.

Kadar hemoglobin yang rendah terbukti terkait dengan performa working memory yang buruk.

"Anak dengan anemia memiliki risiko hampir dua kali lebih tinggi mengalami kesulitan memproses dan menyimpan informasi," kata Direktur Eksekutif IHDC Ray Wagiu Basrowi.

Ia melanjutkan, anak dengan stunting punya risiko hingga tiga kali lebih tinggi mengalami defisit working memory.

Artinya, gangguan gizi bukan sekadar persoalan berat badan atau tinggi badan, tetapi langsung memengaruhi kemampuan belajar anak.

Anemia bukan masalah sepele

Anemia pada anak usia sekolah umumnya disebabkan oleh asupan protein dan zat besi yang tidak optimal. Padahal, zat besi berperan besar dalam pembentukan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

kekurangan gizi, Jangan Sampai Anak Kurang Gizi, Awas Ganggu Kemampuan Belajar, Working memory dan pentingnya bagi anak sekolah, Ancaman nyata di usia sekolah, Anemia bukan masalah sepele, Mengapa orangtua harus waspada?, Langkah praktis agar anak terhindar dari anemia dan kekurangan gizi

Ilustrasi stunting pada anak.

Kekurangan oksigen pada otak dapat menurunkan fokus, meningkatkan rasa lelah, dan melemahkan daya ingat.

Mengapa orangtua harus waspada?

Status gizi, pertumbuhan, dan kemampuan kognitif merupakan fondasi utama pembentukan generasi unggul. Ketika anemia dan kekurangan gizi dibiarkan, dampaknya bisa panjang:

  • Penurunan prestasi belajar
  • Konsentrasi mudah terganggu
  • Mudah lelah di sekolah
  • Risiko jangka panjang pada perkembangan otak

Maka, peran orang tua dan sekolah menjadi krusial untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan menghindari anemia.

Langkah praktis agar anak terhindar dari anemia dan kekurangan gizi

  • Berikan makanan kaya protein: telur, ikan, daging, tempe, tahu.
  • Perbanyak sumber zat besi: hati ayam, daging merah, bayam, kacang-kacangan.
  • Tambahkan makanan yang mengandung vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
  • Rutin lakukan pemeriksaan hemoglobin terutama bagi anak usia sekolah.
  • Pastikan anak mendapatkan sarapan bergizi sebelum berangkat ke sekolah.

Hasil studi IHDC menegaskan bahwa kecukupan gizi bukan hanya tentang kesehatan, tetapi tentang masa depan anak.

Dengan memastikan anak tidak kekurangan gizi maupun anemia, kita sedang membantu mereka memiliki working memory yang kuat, fokus yang lebih baik, dan kemampuan belajar yang maksimal.

Mencegah jauh lebih mudah daripada memperbaiki. Jangan sampai anak kita tumbuh dengan potensi yang terhambat hanya karena kekurangan gizi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang