Agar Anak Tetap Bahagia Meski Orangtua Berpisah, Ini Tips Co-parenting dari Psikolog

Co-parenting, co-parenting, tips co parenting, cara co parenting, co-parenting yang sehat, co parenting yang baik, Agar Anak Tetap Bahagia Meski Orangtua Berpisah, Ini Tips Co-parenting dari Psikolog

Agar anak tidak mengalami kebingungan atau tekanan emosional saat orangtuanya berpisah, pola co-parenting dapat menjadi cara untuk menjaga stabilitas dan rasa aman mereka.

Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, pola ini menekankan kerja sama kedua orangtua untuk tetap hadir, terlibat, dan memberikan stabilitas bagi anak, meski tidak lagi hidup serumah.

parenting adalah kerjasama antara dua orangtua dalam mengasuh dan memenuhi kebutuhan anak, meskipun hubungan romantis mereka sudah berubah, baik itu bercerai, berpisah atau tidak tinggal dalam satu rumah," ujar Psikolog Vera kepada Kompas.com, Selasa (25/11/2025).

"Fokusnya bukan pada hubungan orangtua sebagai pasangan, tetapi pada hubungan keduanya sebagai tim pengasuhan yang tetap konsisten dan saling mendukung demi kebaikan anak," lanjutnya.

Ia menyebut, co-parenting yang sehat memungkinkan anak tetap merasa aman, dicintai, dan tidak terjebak dalam konflik.

Dengan komunikasi yang baik dan aturan yang jelas, anak dapat tumbuh dengan nyaman meski hidup dalam dua rumah yang berbeda.

Mengapa co-parenting penting untuk anak?

Menurut Psikolog Vera, ketika kedua orangtua tetap hadir dan terlibat, anak mendapatkan pondasi emosional yang kuat.

Mereka merasa tidak kehilangan sosok ayah maupun ibu meski struktur keluarga berubah.

Beberapa manfaat co-parenting yang sehat bagi anak antara lain:

  • Rasa aman dan stabil

Anak melihat bahwa kedua orangtuanya masih menjadi tim dalam mengurus dirinya.

  • Regulasi emosi lebih baik

Anak belajar bahwa konflik bisa diselesaikan dengan cara yang sehat.

  • Relasi dekat dengan kedua orangtua

Anak tidak merasa harus memilih salah satu pihak.

  • Stres lebih minim

Anak dapat menjalani rutinitas tanpa terbebani drama atau pertengkaran orangtua.

Tantangan yang yang sering muncul dalam co-parenting

Vera menjelaskan bahwa menjalankan co-parenting tidak selalu mudah.Masalah yang umum terjadi meliputi:

  • Beda gaya pengasuhan, seperti soal disiplin atau screen time.
  • Komunikasi yang tidak konsisten.
  • Emosi masa lalu yang belum tuntas.
  • Masalah teknis, seperti pembagian jadwal atau penjemputan anak.
  • Batas yang kabur saat salah satu orangtua sudah memiliki pasangan baru.

Tantangan ini wajar, tetapi dapat dikelola bila kedua pihak memiliki tujuan yang sama: kesejahteraan anak.

Co-parenting, co-parenting, tips co parenting, cara co parenting, co-parenting yang sehat, co parenting yang baik, Agar Anak Tetap Bahagia Meski Orangtua Berpisah, Ini Tips Co-parenting dari Psikolog

Hal yang harus orangtua lakukan saat ke pameran parenting.

Tips co-parenting agar anak tetap bahagia

Agar co-parenting berjalan efektif, Psikolog Vera membagikan sejumlah prinsip praktis yang bisa diterapkan orangtua:

  • Pisahkan emosi pribadi dari kebutuhan anak.

Fokus pada apa yang terbaik untuk anak, bukan pada konflik lama dengan mantan pasangan.

  • Gunakan komunikasi yang jelas dan terstruktur.

Bila sulit mengontrol emosi saat berbicara langsung, gunakan pesan tertulis atau aplikasi pengaturan jadwal.

  • Terapkan negosiasi win-win.

Jangan mencari siapa yang menang; pihak yang harus menang adalah anak.

  • Minta bantuan pihak ketiga bila perlu.

Mediator keluarga atau psikolog bisa membantu meredakan konflik yang berlarut.

  • Kelola emosi diri sendiri.

Anak membutuhkan orangtua yang tenang, bukan perfeksionis atau reaktif.

  • Fleksibel namun tetap menjaga stabilitas.

Jadwal boleh berubah sesekali, asalkan tidak membuat anak bingung atau kehilangan rutinitas.

  • Libatkan anak sesuai usia.

Semakin besar anak, semakin layak mereka dilibatkan dalam menentukan jadwal dan kebutuhan mereka sendiri.

Co-parenting dapat menjadi strategi pengasuhan yang dewasa dan penuh tanggung jawab bagi orangtua yang berpisah.

Dengan komunikasi yang baik, batasan yang jelas, serta komitmen untuk menempatkan kebutuhan anak di atas segalanya, anak dapat tumbuh dengan aman, nyaman, dan tetap dekat dengan kedua orangtuanya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang