ASEAN U17 Championship 2026: Kurniawan Dwi Yulianto Siapkan Mental Timnas Indonesia
Pelatih Timnas U17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto secara intensif tengah mematangkan kesiapan skuad Garuda Muda menjelang perhelatan ASEAN U17 Championship 2026.
Turnamen kelompok umur bergengsi di Asia Tenggara ini dijadwalkan berlangsung pada 11-24 April 2026 dengan Jawa Timur bertindak sebagai tuan rumah.
Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik dan Stadion Gelora Delta di Sidoarjo akan menjadi saksi perjuangan anak asuh legenda sepak bola Indonesia tersebut.
Sebagai arsitek strategi, Kurniawan Dwi Yulianto menyadari tantangan besar yang menanti di Grup A.
Timnas Indonesia dipastikan akan bersaing ketat dengan lawan-lawan tangguh seperti Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste.
Untuk menghadapi persaingan tersebut, mantan penyerang timnas ini menekankan pentingnya aspek psikologis dan pengalaman bertanding di level mancanegara bagi para pemain muda.
Persiapan matang telah dijalani oleh tim melalui rangkaian uji coba internasional.
Kurniawan menyebutkan bahwa pengalaman bertanding di luar negeri menjadi modal berharga bagi perkembangan anak asuhnya.
Hal ini dirasa krusial karena tuntutan di turnamen resmi jauh lebih berat dibandingkan dengan kompetisi domestik biasa.
“Kemudian kemarin kita juga sudah sempat ujicoba di Thailand tentu ada hal positif yng kita dapatkan terutama terkait mental pertandingan pertandingan Internasional," ujar Kurniawan Dwi Yulianto.
"Hal ini sangat penting jika selama mereka berkompetisi di EPA tentu tekanannya akan berbeda."
"Maka akan menjadi bekal yang cukup untuk menghadapi ASEAN U17 Championship 2026 ini,” lanjutnya.
Selain mental, aspek fisik dan kecepatan permainan juga menjadi perhatian utama.
Pelatih berusia 49 tahun tersebut berambisi untuk mentransformasikan standar permainan timnas ke level yang lebih tinggi.
Implementasi Pengalaman dari Como 1907
Jelang ASEAN U17 Championship 2026, pelatih Timnas U17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto memimpin latihan bersama di Stadion Gelora 10 November Tambaksari Surabaya, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026) malam.
Pengalaman berharga saat menjadi asisten pelatih di klub Italia, Como 1907, pada periode 2021 hingga 2023 menjadi landasan bagi Kurniawan dalam meramu taktik.
Ia bertekad menyuntikkan mentalitas sepak bola Eropa ke dalam skuad Timnas Indonesia U-17, khususnya dalam hal ketahanan pikiran dan intensitas di atas lapangan hijau.
“Pasti ya terutama masalah pola pikir pemain kemudian mentalitas manusia. Dan yang paling-paling daya tekankan intensitas bermain," ucap Kurniawan
"Karena turnamen yang kita hadapi bukan lagi kompetisi lokal tapi Piala ASEAN U-17 dan Piala Asia U-17 2027 tentu intensitas bermain ini sangat penting.”
Fokus pada perubahan pola pikir ini diharapkan dapat membantu pemain beradaptasi dengan ritme permainan internasional yang cepat.
Target Tinggi dari PSSI
Di sisi lain, PSSI telah menetapkan target yang jelas bagi Garuda Muda dalam gelaran ASEAN U17 Championship 2026 ini.
Federasi berharap Indonesia mampu melaju melampaui babak penyisihan grup sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia di Arab Saudi.
Keberhasilan di turnamen ini juga dipandang sebagai batu pijakan penting untuk mengejar mimpi besar kembali tampil di Piala Dunia.
“Targetnya sendiri yang pasti kita lanjutkan ke fase selanjutnya,” tutur Anggota Exco PSSI, Muhammad Sungkar.
"Ini bagian dari persiapan Timnas U-17 Indonesia sebelum mengikuti Piala Asia di Arab Saudi nanti pada bulan Mei."
"Kalau harapan kita yang pasti kembali lolos ke Piala Dunia di Qatar," tambah Sungkar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang