Top 6+ Wilayah Jabar yang Masuk Musim Kemarau April 2026, Ini Daftarnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis prakiraan musim kemarau 2026 untuk wilayah Jawa Barat.
Berdasarkan analisis dinamika atmosfer serta model prediksi iklim menggunakan periode normal 1991–2020, musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih cepat dibandingkan kondisi normal.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayu mengatakan sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami sifat hujan di bawah normal.
Awal musim kemarau diprediksi terjadi bertahap mulai Maret hingga Juni. Namun, sebagian besar wilayah masuk musim kemarau pada Mei 2026.
Daftar Wilayah Jabar yang Masuk Musim Kemarau April 2026
Ayu menjelaskan bahwa awal musim kemarau 2026 di Jawa Barat mulai terjadi pada Maret 2026 di satu Zona Musim (ZOM) atau sekitar 2,4 persen wilayah.
Wilayah yang telah lebih dulu memasuki musim kemarau pada periode tersebut meliputi Bekasi bagian utara, Kota Bekasi bagian utara, serta Karawang bagian barat laut.
Setelah itu, musim kemarau diperkirakan mulai meluas pada April 2026 di empat ZOM atau sekitar 9,8 persen wilayah.
Daerah yang diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2026 meliputi sebagian wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta bagian timur laut, Subang bagian utara, Indramayu, serta sebagian wilayah Cirebon.
Sementara itu, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprakirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026 di 23 ZOM atau sekitar 56,1 persen wilayah.
Wilayah tersebut meliputi sebagian wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, serta wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Ciamis, dan Banjar.
Pada Juni 2026, musim kemarau diperkirakan semakin meluas ke 12 ZOM atau sekitar 29,3 persen wilayah.
Wilayah yang diprediksi mulai mengalami musim kemarau pada periode ini antara lain sebagian besar wilayah Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur bagian barat laut, Bandung Raya, Garut bagian tenggara, Tasikmalaya bagian selatan, serta Pangandaran bagian barat. Selain itu terdapat satu ZOM bertipe satu musim atau sekitar 2,4 persen.
Puncak Musim Kemarau 2026 di Jabar
Secara umum, sebagian besar wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami sifat hujan di bawah normal.
Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan durasi kemarau berkisar 13–15 dasarian atau cenderung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Dengan kondisi tersebut, terdapat sejumlah potensi dampak yang perlu diwaspadai, antara lain kekeringan meteorologis, penurunan ketersediaan air bersih, gangguan pada sistem irigasi pertanian, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan, penurunan ketersediaan air, gangguan irigasi pertanian, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal dan penyesuaian kalender tanam.
Informasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, serta upaya mitigasi bencana di wilayah Jawa Barat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang