Makanan dan Minuman yang Ampuh Cegah Asam Urat dari Buah Ceri hingga Susu Kambing
Gaya hidup tidak seimbang, pola makan tinggi purin, kurang minum air putih, serta kebiasaan konsumsi makanan cepat saji menjadi pemicu utama meningkatnya kadar asam urat di usia produktif. Tidak heran, jika gangguan kesehatan yang semula identik sebagai penyakit orang tua mulai banyak dikeluhkan oleh kalangan usia muda.
Fenomena anak muda yang menderita asam urat dibenarkan oleh dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Adrian Setiaji, Sp.KFR, saat podcast bersama Raditya Dika. dokter Adrian menemukan pasien muda berusia 20-30 tahun mulai merasakan gejala asam urang akibat gaya hidup yang kurang sehat sekaligus mencerminkan bahwa asam urat kini tidak lagi terbatas pada lansia.
Gejala awalnya sering kali muncul sebagai nyeri pada sendi, terutama di bagian jempol kaki, dan bisa berkembang ke sendi lainnya seperti lutut atau jari tangan. Oleh sebab itu, dokter Adrian menegaskna bahwa asam urat bukan penyakit yang bisa dianggap enteng.
“Kalau tidak dikontrol, asam urat bisa menyebabkan peradangan di seluruh tubuh dan meningkatkan risiko penyakit jantung hingga ginjal,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Raditya Dika pada Selasa, 14 Oktober 2025.
Agar terhindar dari masalah kesehatan tersebut, berikut makanan dan minuman dapat mencegah penumpukan asam urat jika dikonsumsi secara rutin dan seimbang. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini
1. Buah Ceri
Buah mungil berwarna merah ini bukan hanya lezat, tapi juga punya manfaat besar untuk penderita asam urat. Ceri kaya antosianin, sejenis antioksidan yang berfungsi menekan peradangan dan membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi ceri atau jus ceri secara teratur dapat mengurangi risiko serangan gout hingga 35%. Jika sulit menemukan buah segarnya, Anda bisa memilih jus ceri murni tanpa tambahan gula.
2. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti brokoli, kale, bayam, dan selada mengandung berbagai vitamin dan mineral penting yang berperan dalam detoksifikasi alami tubuh. Meski ada mitos bahwa sayur tertentu mengandung purin, faktanya sayuran hijau memiliki efek alkalis yang berfungsi menetralkan keasaman tubuh.
Kandungan serat yang ada di sayuran hijau juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan menjaga berat badan ideal. Di mana dua faktor yang erat kaitannya dengan risiko asam urat.
3. Susu Kambing
Susu kambing jadi alternatif sehat bagi Anda yang ingin tetap mendapatkan asupan protein tanpa khawatir asam urat meningkat. Berbeda dengan susu sapi atau daging merah, susu kambing rendah purin dan kaya protein alami, kalsium, serta asam lemak esensial.
Raditya Dika mengatakan dirinya telah rutin mengonsumsi susu kambing dari Etawanesia sebagai bagian dari upaya mencegah naiknya kadar purin. Menurutnya, susu ini cocok dikonsumsi anak muda hingga lansia.
Melalui teknologi pengolahan modern, Etawanesia menghadirkan susu kambing Etawa bubuk yang bebas aroma tak sedap dan bau amis. Selain itu, lebih ringan di perut sehingga Radit pun tidak ragu mengajak orang tuanya untuk mengonsumsi susu kambing sebagai upaya pencegahan asam urat.
“Saya juga kasih ke orang tua saya di rumah. Rasanya enak karena sudah dipadukan dengan moringa (daun kelor), jadi lebih ringan dan tidak bau. Cocok buat yang biasanya ragu minum susu kambing,” ungkap Raditya.
Susu ini juga mendukung kesehatan tulang dan otot karena kandungan kalsium yang tinggi. Jadi, cocok juga bagi Anda yang menjalani gaya hidup aktif ataupun dalam masa pemulihan fisik.
4. Air Lemon
Air lemon hangat setiap pagi bukan hanya menyegarkan, tapi juga berkhasiat menjaga keseimbangan pH tubuh. Kandungan vitamin C dan sitrat dalam lemon membantu meningkatkan ekskresi asam urat melalui urine sehingga mengurangi kemungkinan terbentuknya kristal asam urat di persendian. Minum secara rutin sebelum sarapan.
5. Air Putih
Kunci utama pencegahan asam urat yang sering dilupakan adalah hidrasi yang cukup. Air membantu melarutkan kelebihan asam urat dan membuangnya melalui urine.
Tanpa cukup cairan, ginjal akan kesulitan bekerja optimal sehingga kadar asam urat lebih mudah menumpuk di darah. Disarankan minum 2–3 liter air per hari, terutama jika Anda aktif bergerak atau tinggal di daerah panas.
Menjaga kadar asam urat bukan berarti Anda harus sepenuhnya berhenti menikmati makanan favorit. Kuncinya adalah keseimbangan dan pemilihan bahan makanan yang cerdas.
Dari susu kambing, buah ceri, sayuran hijau, air lemon, dan air putih bisa menjadi kombinasi sederhana namun efektif untuk mencegah asam urat sejak dini. Dengan pola makan yang sehat, tubuh bukan hanya terbebas dari nyeri sendi, tapi juga terasa lebih ringan, segar, dan berenergi setiap har