Top 7+ Wilayah Mulai Musim Kemarau Awal April 2026, Kapan Puncaknya?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau lebih awal pada April 2026.
Dalam Konferensi Pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh perubahan fenomena iklim global di Samudera Pasifik.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase Netral sepanjang tahun,” kata Faisal dikutip dari laman BMKG, Rabu (4/3/2026).
Selain itu, BMKG juga mencatat fenomena La Niña lemah telah berakhir pada Februari 2026 dan saat ini kondisi iklim berada pada fase netral.
Wilayah yang mulai kemarau pada April
BMKG mencatat sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Berdasarkan booklet Pemutakhiran Prediksi Musim Hujan 2025/2026 dari BMKG, Zona Musim (ZOM) merupakan wilayah yang memiliki pola musim hujan dan kemarau yang relatif sama.
BMKG menggunakan pembagian wilayah ini untuk memantau serta memprediksi awal dan puncak musim di berbagai daerah di Indonesia.
Wilayah yang diperkirakan lebih dulu mengalami musim kemarau antara lain:
- Pesisir utara Jawa bagian barat
- Sebagian besar Jawa Tengah
- Sebagian besar Jawa Timur
- Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Sebagian kecil wilayah Kalimantan
- Sebagian wilayah Sulawesi.
Perubahan arah angin dari angin musim barat menjadi angin musim timur menjadi salah satu tanda dimulainya musim kemarau di wilayah-wilayah tersebut.
Wilayah lain menyusul Mei dan Juni
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan wilayah lain akan menyusul memasuki musim kemarau pada bulan berikutnya.
Rinciannya sebagai berikut:
- April 2026: 114 ZOM (16,3 persen wilayah Indonesia)
- Mei 2026: 184 ZOM (26,3 persen)
- Juni 2026: 163 ZOM (23,3 persen).
Berdasarkan data tersebut, awal musim kemarau di 325 ZOM (46,5 persen wilayah Indonesia) diprediksi terjadi lebih cepat dari biasanya.
“Wilayah yang diprediksi mengalami awal kemarau lebih maju meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua,” ujarnya.
Puncak kemarau diprediksi Agustus
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Agustus 2026.
Sebaran waktunya meliputi:
- Juli: 12,6 persen wilayah Indonesia
- Agustus: 61,4 persen wilayah Indonesia
- September: 14,3 persen wilayah Indonesia.
Selain datang lebih awal, sifat musim kemarau 2026 juga diperkirakan lebih kering dari biasanya.
BMKG mencatat:
- 451 ZOM (64,5 persen) berpotensi mengalami kemarau bawah normal
- 245 ZOM (35,1 persen) diperkirakan mengalami kemarau normal
- 3 ZOM (0,4 persen) berpotensi mengalami kemarau atas normal.
"Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya," tambah Faisal.
BMKG mengingatkan agar pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kekeringan, penurunan kualitas udara, hingga kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
"BMKG menegaskan bahwa seluruh informasi prediksi ini merupakan bentuk peringatan dini (Early Warning) yang harus segera diterjemahkan menjadi aksi nyata (Early Action) oleh para pemangku kepentingan demi meminimalkan risiko bencana kekeringan di Indonesia," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang