Terungkap, Ini yang Bikin Clara Shinta Berani Publikasikan Skandal VCS Suami
Kisruh rumah tangga selebgram Clara Shinta kini berkembang menjadi perbincangan luas, bukan hanya karena dugaan perselingkuhan, tetapi juga lantaran adanya perjanjian pranikah yang tak biasa. Netizen dibuat terkejut setelah terungkap bahwa aksi Clara mengungkap masalah rumah tangganya ke media sosial ternyata telah diatur sejak awal pernikahan.
Informasi tersebut disampaikan oleh Sunan Kalijaga, yang dikenal sebagai sahabat sekaligus kuasa hukum Clara dan sang suami, Muhammad Alexander Assad. Ia membeberkan bahwa sebelum resmi menikah pada 30 Agustus 2025, keduanya telah membuat kesepakatan khusus terkait komitmen dalam hubungan mereka. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
"Salah satunya adalah mereka berjanji, kalau ada yang selingkuh maka boleh dipublikasi. Jadi kalau kamu selingkuh aku boleh blow up di media, begitu juga sebaliknya," jelas Sunan, dikutip dari Youtube Intens Investigasi, Rabu 1 April 2026.
Perjanjian tersebut kini menjadi sorotan karena dianggap tidak lazim. Namun di sisi lain, hal itu juga menjadi alasan kuat bagi Clara untuk akhirnya membuka dugaan perselingkuhan suaminya ke publik. Ia bahkan secara terang-terangan mengunggah bukti yang diduga memperlihatkan sang suami tengah melakukan video call tidak pantas dengan seorang perempuan.
Unggahan tersebut langsung memicu gelombang reaksi dari warganet. Banyak yang terkejut dengan keberanian Clara, terlebih karena ia terlihat sangat emosional saat mengungkapkan kekecewaannya. Tak hanya soal dugaan perselingkuhan, Clara juga mengungkap masalah lain dalam rumah tangganya yang tak kalah serius, yakni terkait tanggung jawab finansial.
Dalam salah satu unggahannya di Instagram, Clara mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka.
"Kamu sadar gak, kamu nafkah saja gak kasih aku. Bisa-bisanya video call nakal sama orang. Kamu gak kasih aku makan sampai hari ini. Rumah, listrik segala macam, gak ada kamu bayar," ucap Clara dengan nada penuh emosi.
Pernyataan tersebut semakin memperkeruh suasana dan memperluas perhatian publik terhadap persoalan yang dihadapi pasangan ini. Tak sedikit yang menilai bahwa masalah yang diungkap bukan lagi sekadar konflik pribadi, melainkan sudah menyentuh aspek tanggung jawab dalam pernikahan.